<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-4115985411416779827</id><updated>2012-02-15T23:31:40.244-08:00</updated><title type='text'>Simply Dini</title><subtitle type='html'>Where you can simply read a simple thought:)</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://kamalhanifmazaya.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4115985411416779827/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kamalhanifmazaya.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4115985411416779827/posts/default?start-index=101&amp;max-results=100'/><author><name>Dwindria Dini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18295441898622784580</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://3.bp.blogspot.com/-m-iDwN9fx6M/Td5a4DaOYRI/AAAAAAAAAIQ/sw3iXbfUpGU/s220/h%2B0799.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>116</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4115985411416779827.post-5547156881410658917</id><published>2012-02-09T06:50:00.000-08:00</published><updated>2012-02-09T06:50:00.912-08:00</updated><title type='text'>Bersegera untuk taat</title><content type='html'>Al-Bukhâri telah meriwayatkan dari Anas bin Mâlik ra., beliau&lt;br /&gt;Berkata :&lt;br /&gt;Suatu hari aku memberi minum kepada Abû Thalhah al-Anshary,&lt;br /&gt;Abû Ubaidah bin al-Jarrah, dan Ubay bin Ka’ab dari Fadhij, yaitu&lt;br /&gt;perasan kurma. Kemudian ada seseorang yang datang, ia berkata,&lt;br /&gt;“Sesungguhnya khamr telah diharamkan.” Maka Abû Thalhah&lt;br /&gt;berkata, “Wahai Anas, berdirilah dan pecahkanlah kendi itu!” Anas&lt;br /&gt;berkata, “Maka aku pun berdiri mengambil tempat penumbuk bijibijian&lt;br /&gt;milik kami, lalu memukul kendi itu pada bagian bawahnya,&lt;br /&gt;hingga pecahlah kendi itu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Bukhâri telah meriwayatkan dari ‘Aisyah ra., beliau berkata:&lt;br /&gt;Telah sampai berita kepada kami, ketika Allah Swt. menurunkan&lt;br /&gt;firman-Nya (al-Mumtahanah [60]: 10, penj.), yang memerintahkan&lt;br /&gt;kaum Muslim untuk mengembalikan kepada orang-orang Musyrik&lt;br /&gt;apa yang telah mereka berikan kepada istri-istri mereka yang telah&lt;br /&gt;hijrah dan Allah telah menentukan hukum kepada kaum Muslim&lt;br /&gt;agar mereka tidak menahan tali perkawinan dengan wanita-wanita&lt;br /&gt;kafir: bahwasanya Umar telah menceraikan dua orang perempuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Bukhâri meriwayatkan dari ‘Aisyah ra. berkata:&lt;br /&gt;Semoga Allah merahmati kaum Wanita yang hijrah pertama kali,&lt;br /&gt;ketika Allah menurunkan firman-Nya, “Dan hendaklah mereka&lt;br /&gt;mengenakan kain kerudung mereka diulurkan ke kerah baju&lt;br /&gt;mereka.” (TQS. an-Nûr [24]: 31). Maka kaum wanita itu&lt;br /&gt;merobek kain sarung mereka (untuk dijadikan kerudung) dan&lt;br /&gt;menutup kepala mereka dengannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abû Dawud telah mengeluarkan hadits dari Shafiyah binti&lt;br /&gt;Syaibah dari ‘Aisyah ra.:&lt;br /&gt;Sesungguhnya beliau saw. menuturkan wanita Anshar, kemudian&lt;br /&gt;beliau memuji mereka, dan berkata tentang mereka dengan baik.&lt;br /&gt;Beliau saw. berkata, “Ketika diturunkan surat an-Nûr: 31 (tentang&lt;br /&gt;kewajiban memakai penutup kepala/kerudung, penj.), maka&lt;br /&gt;mereka mengambil kain sarungnya, kemudian merobeknya dan&lt;br /&gt;menjadikannya sebagai kain penutup kepala (kerudung).”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Ishak berkata, “Al-Asy’ats bin Qais telah mendatangi&lt;br /&gt;Rasulullah saw. bersama delegasi dari Bani Kindah.” Az-Zuhry telah&lt;br /&gt;menceritakan kepadaku bahwa al-Asy’ats bin Qais datang bersama&lt;br /&gt;delapan puluh orang Bani Kindah yang berkendaraan. Kemudian&lt;br /&gt;mereka masuk menemui Rasulullah saw. di Masjid beliau. Mereka&lt;br /&gt;mengikat rambut mereka yang ikal dan memakai celak mata serta&lt;br /&gt;memakai jubah bagus yang dilapisi sutra. Ketika mereka masuk&lt;br /&gt;menemui Rasulullah saw., beliau saw. berkata kepada mereka,&lt;br /&gt;“Apakah kalian sudah masuk Islam?” Mereka menjawab, “Benar.”&lt;br /&gt;Rasul saw. berkata, “Kenapa sutra itu masih melekat di leher&lt;br /&gt;kalian?” Az-Zuhry berkata, “Maka mereka pun merobek-robek sutra&lt;br /&gt;tersebut dan melemparkannya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Jarîr telah meriwayatkan dari Abû Buraidah dari&lt;br /&gt;bapaknya, beliau berkata; Ketika kami sedang duduk-duduk&lt;br /&gt;menikmati minuman di atas pasir, pada saat itu kami bertiga atau&lt;br /&gt;berempat. Kami memiliki kendi besar dan meminum khamr karena&lt;br /&gt;masih dihalalkan. Kemudian aku berdiri dan ingin menghampiri&lt;br /&gt;Rasulullah saw. Lalu aku mengucapkan salam kepada beliau, tibatiba&lt;br /&gt;turunlah ayat tentang keharaman khamr:&lt;br /&gt;Wahai orang-orang yang beriman sesungguhnya khamr dan judi…,&lt;br /&gt;sampai akhir dua ayat yaitu:&lt;br /&gt;Maka berhentilah kamu (dari mengerjakan pekerjaan itu).&lt;br /&gt;Maka aku datang kepada sahabat-sahabatku (yang sedang minum&lt;br /&gt;khamr) dan membacakan ayat tersebut kepada mereka sampai&lt;br /&gt;pada firman Allah:&lt;br /&gt;Maka berhentilah kamu (dari mengerjakan pekerjaan itu).&lt;br /&gt;Dia (perawi hadits) berkata, “Sebagian di antara mereka&lt;br /&gt;minumannya masih ada di tangannya, sebagiannya telah diminum,&lt;br /&gt;dan sebagian lagi masih ada di wadahnya.” Dia berkata,&lt;br /&gt;“Sedangkan gelas minuman yang ada di bawah bibir atasnya,&lt;br /&gt;seperti yang dilakukan oleh orang yang membekam (gelasnya&lt;br /&gt;masih menempel di bibirnya), kemudian mereka menumpahkan&lt;br /&gt;khamr yang ada pada kendi besar mereka seraya berkata, “Ya&lt;br /&gt;Tuhan kami, kami telah berhenti.””&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Handzalah bin Abî Amir ra. yang dimandikan oleh Malaikat&lt;br /&gt;(saat syahid di medan perang) telah mendengar seruan perang&lt;br /&gt;Uhud. Maka dia pun bergegas menyambut panggilan itu, dan mati&lt;br /&gt;syahid dalam perang Uhud tersebut. Ibnu Ishak berkata; Rasulullah&lt;br /&gt;saw. bersabda, “Sesunguhnya sahabat (Handzalah) dimandikan&lt;br /&gt;oleh Malaikat, maka tanyakalah bagaimana kabar keluarganya?&lt;br /&gt;Maka aku pun (Ibnu Ishak) bertanya kepada istrinya. Dia pada&lt;br /&gt;malam itu adalah pengantin baru. Istrinya berkata, “Ketika&lt;br /&gt;mendengar panggilan untuk berperang, suamiku keluar padahal&lt;br /&gt;dalam keadaan junub.” Rasulullah saw. bersabda, “Begitulah ia&lt;br /&gt;telah dimandikan oleh Malaikat.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ahmad telah mengeluarkan hadits dari Abû Râfi’ bin Khadîj,&lt;br /&gt;beliau berkata:&lt;br /&gt;Kami pada masa Nabi membajak tanah, kemudian menyewakannya&lt;br /&gt;dengan (mendapat bagi hasil) sepertiga atau seperempatnya&lt;br /&gt;dan makanan tertentu. Pada suatu hari datanglah kepada kami&lt;br /&gt;salah seorang pamanku, ia berkata, “Rasulullah saw. telah melarang&lt;br /&gt;suatu perkara yang dulu telah memberikan manfaat (duniawi) bagi&lt;br /&gt;kita. Tapi taat kepada Allah dan Rasul-Nya jauh lebih bermanfaat&lt;br /&gt;bagi kita. Beliau telah melarang kita membajak tanah kemudian&lt;br /&gt;menyewakannya dengan imbalan sepertiga atau seperempat, dan&lt;br /&gt;makanan tertentu. Rasulullah saw. memerintahkan pemilik tanah&lt;br /&gt;agar mengolahnya atau menanaminya sendiri. Beliau tidak&lt;br /&gt;menyukai penyewaan tanah dan yang selain itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: http://id.shvoong.com/writing-and-speaking/2069670-bersegera-untuk-taat/#ixzz1l9twsIM5&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4115985411416779827-5547156881410658917?l=kamalhanifmazaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kamalhanifmazaya.blogspot.com/feeds/5547156881410658917/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4115985411416779827&amp;postID=5547156881410658917' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4115985411416779827/posts/default/5547156881410658917'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4115985411416779827/posts/default/5547156881410658917'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kamalhanifmazaya.blogspot.com/2012/02/bersegera-untuk-taat.html' title='Bersegera untuk taat'/><author><name>Dwindria Dini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18295441898622784580</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://3.bp.blogspot.com/-m-iDwN9fx6M/Td5a4DaOYRI/AAAAAAAAAIQ/sw3iXbfUpGU/s220/h%2B0799.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4115985411416779827.post-8504881637867554508</id><published>2012-02-09T06:44:00.000-08:00</published><updated>2012-02-09T06:44:45.056-08:00</updated><title type='text'>Jilbab : bersegera dalam ketaatan</title><content type='html'>Dulu aku pernah menulis sesuatu yang salah tentang jilbab, maka ijinkan aku untuk menebus kesalahanku dengan tulisan sederhana ini *tulisan sederhana dalam blog sangat sederhana:D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bismillah, semoga Alloh mengampuniku..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku teringat tulisan seorang teman dalam sebuah statusnya di facebook, dia menyitir kata-kata Asma Nadia, penulis kesayanganku, yang ternyata adalah penulis kesayangannya juga. Kalimatnya seperti ini: “Jilbab hati dulu atau fisik dulu? jilbab fisik dulu, agar bebas dari tak menuruti perintah Allah. Pelan-pelan kondisikan hati..”&lt;br /&gt;Dari rangkaian kalimat sederhana nan cantik di ataslah akan kumulai tulisan ini.&lt;br /&gt;Apabila seorang muslimah ragu atau lebih parah lagi, tidak berpikir untuk memakai jilbab, maka mungkin dia harus membaca kisah ketika ayat tentang jilbab diturunkan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Bukhâri meriwayatkan dari ‘Aisyah ra. berkata:&lt;br /&gt;Semoga Allah merahmati kaum wanita yang hijrah pertama kali,&lt;br /&gt;ketika Allah menurunkan firman-Nya, “Dan hendaklah mereka&lt;br /&gt;mengenakan kain kerudung mereka diulurkan ke kerah baju&lt;br /&gt;mereka.” (QS. an-Nûr [24]: 31). Maka kaum wanita itu&lt;br /&gt;merobek kain sarung mereka (untuk dijadikan kerudung) dan&lt;br /&gt;menutup kepala mereka dengannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abû Dawud telah mengeluarkan hadits dari Shafiyah binti&lt;br /&gt;Syaibah dari ‘Aisyah ra.:&lt;br /&gt;Sesungguhnya beliau saw. menuturkan wanita Anshar, kemudian&lt;br /&gt;beliau memuji mereka, dan berkata tentang mereka dengan baik.&lt;br /&gt;Beliau saw. berkata, “Ketika diturunkan surat an-Nûr: 31 (tentang&lt;br /&gt;kewajiban memakai penutup kepala/kerudung,), maka&lt;br /&gt;mereka mengambil kain sarungnya, kemudian merobeknya dan&lt;br /&gt;menjadikannya sebagai kain penutup kepala (kerudung).”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila dibaca dengan iman, maka dengan terang benderang dapat dilihat bahwa bukanlah menunggu akhlak dan pribadi yang sempurna untuk kemudian berhijab, namun semata-mata untuk b.e.r.s.e.g.e.r.a d.a.l.a.m k.e.t.a.a.t.a.n&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan apabila sebagian dari mereka berdalih untuk menyempurnakan akhlak dulu lalu kemudian memakai jilbab, maka kisah di atas langsung membantahnya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Maka c.u.k.u.p.l.a.h dan cukuplah kisah di atas sebagai eksekusi diri untuk berhijab. Saksikanlah ketaatan buta yang diperlihatkan oleh para shohabiyyah yang hidup pada zaman nabiullah SAW. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka, kaum yang hidup pada zaman nabi Muhammad adalah sebaik-baik ummat yang pernah hidup di muka bumi ini yang layak kita teladani tingkat kepatuhannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kurangilah pertimbangan atau menimbang-nimbang, karena di sela-sela timbang-menimbang ini, setan-setan ramai berbisik, akhirnya niatan berjilbab menjadi urung. Kita tidak tahu kapan maut menjemput. Janganlah sampai maut menjemput tatkala ada salah satu perintah Allah yang tak sampai kita tunaikan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga tulisan sederhana ini bisa menjadi cambuk untuk terus menyempurnakan diri. &lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4115985411416779827-8504881637867554508?l=kamalhanifmazaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kamalhanifmazaya.blogspot.com/feeds/8504881637867554508/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4115985411416779827&amp;postID=8504881637867554508' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4115985411416779827/posts/default/8504881637867554508'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4115985411416779827/posts/default/8504881637867554508'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kamalhanifmazaya.blogspot.com/2012/02/jilbab-bersegera-dalam-ketaatan.html' title='Jilbab : bersegera dalam ketaatan'/><author><name>Dwindria Dini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18295441898622784580</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://3.bp.blogspot.com/-m-iDwN9fx6M/Td5a4DaOYRI/AAAAAAAAAIQ/sw3iXbfUpGU/s220/h%2B0799.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4115985411416779827.post-957646266123135229</id><published>2011-12-16T07:11:00.000-08:00</published><updated>2011-12-16T07:11:12.566-08:00</updated><title type='text'>Kebakaran BP</title><content type='html'>Sekedar ingin berempati saja malam ini, menautkan hatiku kepada para pengungsi yang berhimpit-himpitan tidur di tenda-tenda darurat di tanah-tanah lapang yang tersisa. Berteman dengan rumah-rumah yang berbaik hati menjadikan terasnya sebagai posko-posko darurat. Sungguh berada di dekat posko dalam situasi seperti itu pastilah sangat menenangkan hati. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak ada satu jiwapun yang menyangka bahwa mereka akan jadi penghuni tenda darurat malam ini dan malam-malam berikutnya. Api telah membumihanguskan ketenangan hidup sekitar 400 Kepala Keluarga, menggantikan dinding-dinding rumah yang tadinya hangat dan rapat, menjadi tenda berdinding udara terbuka dan alas tidur ala kadarnya. &lt;br /&gt;Kasihan aku melihat mereka dari mobil inova kami yang nyaman,melintas dan merasa bersalah. Bantuan yang kami drop seakan tidak mampu menghilangkan rasa gundah di dalam hati. Seperti tidak akan pernah cukup meringankan beban penderitaan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pikiranku melayang menjadikanku salah satu dari para pengungsi. Iqbal pastilah tidur di atas kain-kain sisa yang sempat kubawa ketika api mulai melalap rumah kami. Kamal aku selimuti agar nyamuk tak berpesta pora melumat darahnya. Aku risih tidur bersama puluhan orang-orang yang tak ku kenal ini,tak bisa kupanjangkan kakiku, jadi kutekuk saja. Meringkuk mungkin lebih nyaman. Aku tutupi mukaku dan mulai mencoba tidur, meski yakin akan sulit. Mimpi apa semalam hingga harus mengalami ini. Tidur kedinginan dengan  air mata yang mungkin mulai menetes. Mungkin aku akan tatap wajah anak-anakku yang telah terlelap karena kelelahan. Lelah dengan hingar bingar dan kepanikan ketika empat jam api membakar segalanya. Bau kayu terbakar menemani malam ini, hangus tak berdaya padahal pernah gagah berdiri menaungi. Empat jam yang sungguh mengharukan,emosional.  Menatap rumah-rumah yang terbakar tak berdaya. Bukan main, tak kurang dari 400 KK kehilangan tempat berlindung.  Satu sekolah juga tumbang, ratusan murid terlantar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam mobil menuju rumah, aku hanyut dalam sedihnya pikiranku dan yakin bahwa kesedihan mereka lebih dalam lagi.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Tolong bersabar ya teman-temanku. Saudara-saudaraku. Semoga Alloh luaskan hatimu seluas-luasnya. Selapang-lapangnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga apapun bantuan yang kami ulurkan mampu memenuhi kebutuhan mu untuk beberapa hari ke depan. Kami berusaha menemanimu dengan bantuan dan doa.&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4115985411416779827-957646266123135229?l=kamalhanifmazaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kamalhanifmazaya.blogspot.com/feeds/957646266123135229/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4115985411416779827&amp;postID=957646266123135229' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4115985411416779827/posts/default/957646266123135229'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4115985411416779827/posts/default/957646266123135229'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kamalhanifmazaya.blogspot.com/2011/12/kebakaran-bp.html' title='Kebakaran BP'/><author><name>Dwindria Dini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18295441898622784580</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://3.bp.blogspot.com/-m-iDwN9fx6M/Td5a4DaOYRI/AAAAAAAAAIQ/sw3iXbfUpGU/s220/h%2B0799.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4115985411416779827.post-426910644542568951</id><published>2011-12-05T07:13:00.001-08:00</published><updated>2011-12-06T04:55:41.373-08:00</updated><title type='text'>Kamal dan lomba Adzan</title><content type='html'>O jadi begini ya rasanya bangga. Rasa ini datang kepadaku di hari Jumat 25 November 2011.  Ketika peserta nomor urut 90 dipanggil, dan aku beringsut-ingsut maju ke barisan terdepan bergabung dengan para ibu yang juga menyemangati buah hatinya. Suasana di mesjid Istiqomah siang itu lumayan panas. 2 orang guru menemaniku menyemangati mu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iya anakku, hari itu sekolah mempercayakanmu untuk ikut lomba adzan se-tk Balikpapan di mesjid istiqomah. Dirimu satu-satunya yang terpilih mewakili sekolah. Sampai di sini saja ibu sudah senang nak, bukan kepalang. Bahkan ketika mendengar bahwa kau dipilih “hanya” karena kau siswa yang berani, dan bukan siswa yang bisa adzan. Kata mereka nak, satu kelas mu itu tidak ada yang bisa adzan,kalau disuruh adzan maka mereka pasti spontan iqomat:D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak apa nak, apapun alasannya, ibu cukup bersyukur dirimu pernah mengecap kesempatan ini. Maka 5 atau 6 hari sebelum lomba diadakan, guru berpesan agar kami lebih sering menyuruhmu adzan di rumah. Dirimu juga mendapatkan short training di sekolah. Maka sejak saat itu, suara mu yang lantang beradzan sering terdengar menghiasi rumah kontrakan kita. Ibu senang sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendekati hari H, kegugupanmu mulai tampak. Di rumah, dan di sekolah. Bahkan dari guru di sekolah ibu dengar, engkau sempat hampir menangis ketika didaulat untuk adzan di depan teman-temanmu. Alasanmu ketika ibu tanya sangat sederhana. Alasan yang sangat jujur dan manusiawi nak. “Malu bangettt, Buuuu”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun dari gurumu, ibu dapati yang sesungguhnya membuatmu menangis. Mereka menetawakanmu, bahkan sebelum dirimu membuka mulut. Oh,, kasihan nak. Pastilah sangat down. Karena ibu tahu engkau sesungguhnya berani. Namun tawa yang tak pada tempatnya membuatmu kaget dan malu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari H tiba, gugupmu sampai di ubun-ubun. Ibu kira ibu sangat mengenalmu nak, ternyata tidak juga.&lt;br /&gt;Hari itu ibu baru tahu ternyata jagoan ibu bisa gugup, bisa demam panggung. Tak seperti biasanya, kau tempelkan badanmu di sisi ibu, tak mau bergabung dengan peserta lain. So not you, Kamal :D&lt;br /&gt;Hari itu ibu melihat sisi lain dirimu :D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu yakinkan lagi kepadamu bahwa kalah menang sungguh tidak mengapa. Ibu tetap bangga, Kamal sejauh ini berada di sini, mengalahkan rasa malu, gugup, dan takut. Ibu bangga karena Kamal terpilih untuk menggemakan lafaz Adzan di usia semuda ini, di hadapan orang tua-orang tua ini. Ibu yakinkan, mungkin keberanian Kamal akan menginspirasi anak-anak lain untuk berani mencoba. Dan dengan agak berlebihan, ibu katakan, mungkin ada yang belum tahu bagaimana lafaz adzan itu, dan Kamal di depan akan memberi tahu mereka bagaimana sesungguhnya kalimat adzan itu :D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka ketika giliranmu dipanggil, masih dengan kegugupan yang coba dimanage, kau pun maju, mengucap salam, meletakkan tangan kananmu di telinga. Dengan lantang dan tanpa kesalahan kau lakukan tugasmu dengan baik..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Good job, Kamal! :D :D&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4115985411416779827-426910644542568951?l=kamalhanifmazaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kamalhanifmazaya.blogspot.com/feeds/426910644542568951/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4115985411416779827&amp;postID=426910644542568951' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4115985411416779827/posts/default/426910644542568951'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4115985411416779827/posts/default/426910644542568951'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kamalhanifmazaya.blogspot.com/2011/12/kamal-dan-lomba-adzan.html' title='Kamal dan lomba Adzan'/><author><name>Dwindria Dini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18295441898622784580</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://3.bp.blogspot.com/-m-iDwN9fx6M/Td5a4DaOYRI/AAAAAAAAAIQ/sw3iXbfUpGU/s220/h%2B0799.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4115985411416779827.post-6286675260658106082</id><published>2011-12-05T05:08:00.001-08:00</published><updated>2011-12-05T07:37:03.947-08:00</updated><title type='text'>Guru</title><content type='html'>"Jika hari ini seorang perdana menteri berkuasa, &lt;br /&gt;Jika hari ini seorang raja menaiki tahta, &lt;br /&gt;Jika hari ini seorang presiden sebuah negara, &lt;br /&gt;Jika hari ini seorang ulama yang mulia, &lt;br /&gt;Jika hari ini seorang peguam menang bicara, &lt;br /&gt;Jika hari ini seorang penulis terkemuka, &lt;br /&gt;Jika hari ini siapa saja menjadi dewasa, &lt;br /&gt;Sejarahnya dimulakan oleh seorang guru biasa, &lt;br /&gt;Dengan lembut sabarnya mengajar tulis baca"  &lt;br /&gt;-Usman Awang 1979-"  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peradaban terbentang, tumbuh dan mati silih berganti, namun guru, mengambil peran yang selalu sama dan jelas.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Signifikan.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di awal membantu kita mengenal angka dan tulisan.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengenalkan hikmah, norma, tata nilai.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Guru.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain orang tua, mereka mengambil porsi terbesar dalam bentangan sejarah perjalanan hidup ini.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tiap-tiap fase, melekat di riwayat hidup kita, jasa seorang guru.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak terhingga dan sungguh tak terbalaskan.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingat-ingatlah guru-guru, dosen, ustadz, ustadzah, dan semua pengajar yang membuat kita menemukan kedewasaan.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjadikan kita seperti sekarang.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebutlah mereka dalam doa-doa..  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Lagi kangen murobbiah yang sudah hijrah ke Samarinfa dan sedang hamil tua&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4115985411416779827-6286675260658106082?l=kamalhanifmazaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kamalhanifmazaya.blogspot.com/feeds/6286675260658106082/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4115985411416779827&amp;postID=6286675260658106082' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4115985411416779827/posts/default/6286675260658106082'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4115985411416779827/posts/default/6286675260658106082'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kamalhanifmazaya.blogspot.com/2011/12/guru.html' title='Guru'/><author><name>Dwindria Dini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18295441898622784580</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://3.bp.blogspot.com/-m-iDwN9fx6M/Td5a4DaOYRI/AAAAAAAAAIQ/sw3iXbfUpGU/s220/h%2B0799.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4115985411416779827.post-5826218287666029746</id><published>2011-05-26T21:25:00.000-07:00</published><updated>2011-05-26T21:26:17.405-07:00</updated><title type='text'>CERMIN KEMATIAN</title><content type='html'>Hampir sama&lt;br /&gt;Antara kehidupan yang baik&lt;br /&gt;Dengan kematian yang baik&lt;br /&gt;Keduanya sama-sama baik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hampir sama&lt;br /&gt;Antara kehidupan yang buruk&lt;br /&gt;Dengan kematian yang buruk&lt;br /&gt;Keduanya sama-sama buruk&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara mati kita&lt;br /&gt;Hanya cermin&lt;br /&gt;Cara hidup kita…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Agus poernomo., SIP)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4115985411416779827-5826218287666029746?l=kamalhanifmazaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kamalhanifmazaya.blogspot.com/feeds/5826218287666029746/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4115985411416779827&amp;postID=5826218287666029746' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4115985411416779827/posts/default/5826218287666029746'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4115985411416779827/posts/default/5826218287666029746'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kamalhanifmazaya.blogspot.com/2011/05/cermin-kematian.html' title='CERMIN KEMATIAN'/><author><name>Dwindria Dini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18295441898622784580</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://3.bp.blogspot.com/-m-iDwN9fx6M/Td5a4DaOYRI/AAAAAAAAAIQ/sw3iXbfUpGU/s220/h%2B0799.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4115985411416779827.post-4552316805897067477</id><published>2011-05-26T19:17:00.000-07:00</published><updated>2011-05-26T19:32:52.515-07:00</updated><title type='text'>In memoriam: Ustadzah Yoyoh Yusroh</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/--3-1gvl-qCg/Td8NSJzyA3I/AAAAAAAAAJA/coRl7WxvEyg/s1600/Alm%2Bbu%2BYoyoh.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/--3-1gvl-qCg/Td8NSJzyA3I/AAAAAAAAAJA/coRl7WxvEyg/s320/Alm%2Bbu%2BYoyoh.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5611218266248840050" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih segar dalam ingatan, kematian salah seorang tokoh muslimah kebanggaan Indonesia, ustadzah Yoyoh Yusroh beberapa hari silam. Bagi mereka yang dekat dan mengenal beliau, kematiannya menorehkan kesedihan sekaligus banyak pelajaran berharga. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi yang mengenalnya justru setelah kematiannya, jenazahnya yang sedang tersenyum cukuplah untuk menggambarkan bahwa beliau adalah sosok yang teramat istimewa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari kesaksian-kesaksian baik yang diungkap beberapa sahabat, kesan-kesan indah dari seseorang yang bahkan baru bertemu beliau dalam hitungan menit, terlukis jelas bahwa beliau sosok yang ramah, bersahabat dan penuh empati. Seorang wartawan yang akan mewawancarai beliau di pagi hari, malah ditawari sarapan pagi karena yakin bahwa wartawan itu pastilah belum sempat sarapan. (dikutip dari http://twitter.com/ridlwanjogja)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai anggota dewan, dengan mudah kita bisa menemukan beberapa kesaksian-kesaksian baik dari rekan sesama politisi. “Bu Yoyoh adalah sosok yang sangat bersahaja, mudah bergaul, dan kerap memberikan motivasi pada fraksi lain” Ruhut Sitompul.  “Cerdas, santun, dan rendah hati, sederhana dan bersahaja” Tantowi Yahya (Republika online)&lt;br /&gt;Menurut Tantowi tidak ada sifat–sifat sirik dan benci yang biasa dimiliki oleh seorang politisi terhadap temannya dalam satu komisi. “Bagi bu Yoyoh, tidak ada kompetisi dalam teman sesama anggota satu komisi.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis Pipiet Senja menulis dalam Kompasiana: “Sosok ini sungguh perempuan pilihan, karena tak pernah mengatakan lelah kepada siapapun yang ingin curhatan, konsultasi. Ya, bahkan dalam kesibukan maha pun dia selalu menyediakan waktu bagi jamaah taklimnya. Patutlah disayangi ummat, karena telah banyak waktu dan pikirannya yang tercurah untuk  sesamanya. Bagiku, dia satu-satunya perempuan hebat, sudah kaya raya, berilmu tinggi, tetapi tetaplah bersahaja dan rendah hati, setiap waktu jika dimintai bantuan secepatnya mengulurkan tangan.” (http://sosbud.kompasiana.com/2011/05/22/perempuan-pilihan-itu-telah-pergi-selamat-jalan-saudariku-yoyoh-yusroh/)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan masih banyak lagi cerita-cerita kegigihan, semangat juang, keistiqomahan beliau, dari lisan para sahabat muslimah yang tertulis maupun yang tidak. Bahkan beberapa hari setelah beliau berpulang, di majelis-majelis ilmu, melalui lisan para murobbiyah, sosok beliau masih dikenang-kenang. Wanita muslimah ini sungguh harum namanya. Sosok yang sungguh sangat pantas dijadikan tauladan kesholihan seorang wanita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KH Hilmi Aminuddin ketika menyampaikan takziyah di rumah duka “Saya dapat ucapan takziah dari seluruh dunia. Dari jalur Gaza, mujahidin Palestina semua berdoa utk almarhumah. Kehilangan Yoyoh adalah kehilangan bagi dakwah internasional. Pasukan perdamaian TNI di Darfur Sudan juga kirim takziah. “&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Yoyoh berhasil membawa bantuan masy Indonesia ke jalur Gaza. Membantu buat rumah sakit di Gaza dan lobi perdamaian Sudan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah contoh akhlakul karimah. “Inilah akhwat prestatif jaman ini, patut diteladani. Kehadirannya menggenapkan, kehilangannya mengganjilkan, keberadaannya menebar manfaat, inspirasi, dan menggerakkan, demikian pula kepergiannya tetap menjadi hikmah kemanfaatan dan inspirasi bagi orang2 yang mencintai kebaikan, dakwah amar ma’ruf nahi munkar. Dihormati bahkan oleh orang yang berbeda keyakinan, benar-benar penebar rahmat” (blog ibu Didin Kristinawati: http://www.ruangmuslim.com/tafakur/4532-mengenang-ustzh-yoyoh-yusroh-bagaimana-kita-akan-diingat-nanti.html)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesaksian-kesaksian baik dari orang yang telah berpulang adalah penegas kedudukannya di akhirat kelak. &lt;br /&gt;Diriwayatkan dari Anas (bin malik) : (iringan orang yang mengantar) jenazah lewat dan orang-orang memujinya. Nabi Muhammad Saw bersabda, “ucapan itu telah menguatkan (wajabat) dia”. Kemudian (iringan orang yang mengantar) jenazah lainnya lewat dan orang-orang memburukkannya. Nabi Muhammad Saw bersabda, “ucapan itu telah menguatkan (wajabat) dia”. Umar bin Al Khattab ra. Bertanya kepada Rasulullah Saw, “apa maksud anda menguatkan (wajabat) dia?”. Nabi Muhammad Saw bersabda, “kamu telah memuji orang ini maka surga ditegaskan untuknya; dan kamu memburukkan yang lainnya, maka neraka telah ditegaskan untuknya. Kamu semua adalah saksi Allah di muka bumi”. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diriwayatkan dari Umar ra. : Nabi Muhammad Saw pernah bersabda, “apabila ada empat orang bersaksi terhadap kebaikan (kesalehan) seorang muslim, maka Allah akan menganugerahkan surga”, kami bertanya,”bagaimana jika tiga orang?” Nabi Muhammad Saw menjawab, “bahkan tiga orang”. Kemudian kami bertanya, “bagaimana jika dua orang”. Nabi Muhammad Saw menjawab, “bahkan dua orang”. Kami tidak bertanya bagaimana jika satu orang yang bersaksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu, dengan segala kerendahan hati aku merangkum tulisan sederhana tentangmu. Sungguh jarang aku menyaksikan kematian seorang wanita yang cerita-cerita sesudah kepergiannya adalah padat dan mulia. Hamparan kisah hidupmu di dunia, bagaimana Alloh menutupmu dengan kematian, dan kesaksian-kesaksian setelah engkau pergi, sungguh menjadi cambuk untukku pribadi. Akan dibawa kemana jasad ini, akan seperti apa mengisi hidup? How do I want to be remembered?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terima kasih bu Yoyoh. Semoga Alloh hadiahkan kepadamu jannatul firdaus, dan Alloh kumpulkan engkau dengan orang-orang sholeh seperti isi sms terakhirmu : “Ya Robb aku sedang memikirkan posisiku kelak di Akhirat. Mungkinkah aku berdampingan dengan penghulu para wanita, Khadijah Al Qubro yang berjuang dengan harta dan jiwanya? Atau dengan Hafshah yang dibela Allah saat akan dicerai karena Showwamah dan qowwahmahnya? Atau dengan Aisyah yang telah hafal 3500-an hadits, sedang aku… ehm, 500 juga belum. Atau dengan Ummu Sulaim yang shobirah. Atau dengan Asma yang mengurus kendaraan suaminya dan mencela putranya saat istirahat dari jihad. Atau dengan siapa ya Allah? Tolong beri kekuatan untuk mengejar amaliyah mereka sehingga aku laik bertemu mereka bahkan bisa berbincang dengan mereka di Taman FirdausMu”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amiin allahumma aminn..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4115985411416779827-4552316805897067477?l=kamalhanifmazaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kamalhanifmazaya.blogspot.com/feeds/4552316805897067477/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4115985411416779827&amp;postID=4552316805897067477' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4115985411416779827/posts/default/4552316805897067477'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4115985411416779827/posts/default/4552316805897067477'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kamalhanifmazaya.blogspot.com/2011/05/in-memoriam-ustadzah-yoyoh-yusroh.html' title='In memoriam: Ustadzah Yoyoh Yusroh'/><author><name>Dwindria Dini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18295441898622784580</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://3.bp.blogspot.com/-m-iDwN9fx6M/Td5a4DaOYRI/AAAAAAAAAIQ/sw3iXbfUpGU/s220/h%2B0799.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/--3-1gvl-qCg/Td8NSJzyA3I/AAAAAAAAAJA/coRl7WxvEyg/s72-c/Alm%2Bbu%2BYoyoh.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4115985411416779827.post-2990184195720039038</id><published>2011-05-26T06:15:00.000-07:00</published><updated>2011-05-26T06:21:10.785-07:00</updated><title type='text'>Pak Hasan Firdaus: sebuah kesan (sangat) sederhana</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-RtU6ZRR0rb0/Td5TuftgGxI/AAAAAAAAAII/mjpl88oTS8k/s1600/DSCN2075.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-RtU6ZRR0rb0/Td5TuftgGxI/AAAAAAAAAII/mjpl88oTS8k/s400/DSCN2075.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5611014244001651474" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Balikpapan menyimpan banyak permata ilmu. Aku mengenal beberapa permata penggiat dakwah yang juga sangat kukagumi. Salah satu diantaranya bernama ustadz Hasan Heru Firdaus. Pertama kali mendengar tausyiah beliau, aku sudah merasa bahwa bapak ini istimewa. Waktu itu beliau membawakan tema Gurita Yahudi di musholla Ulil Albab Pupuk. Kemudian berturut-turut aku mengikuti tausyiah beliau baik live di mesjid Istiqomah, mesjid Jabalussalam, maupun via radio. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bapak dengan 6 orang anak ini sederhana dalam penampilan namun tidak dalam hal ilmu. Beliau adalah seorang ustadz yang intelek dan berwawasan luas. Kegemarannya membaca dan menambah ilmu lewat internet membuat kajiannya kaya raya dan berbobot. &lt;br /&gt;Melihat beliau aku jadi ingat slogan yang didengung-dengungkan salah satu pesantren advance di Indonesia. Yaitu Pondok Pesantren Modern Gontor. Slogan mereka kepada para santri adalah : janganlah menjadi  intelek yang tahu agama, jadilah ulama yang intelek. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pak Hasan bagiku merepresentasikan slogan ini. Bukan karena dulu beliau pernah bekerja di Schlumberger dan memutuskan berhenti karena tak bisa dakwah, bukan pula karena gaya dakwahnya dengan laptop dan in focus, namun aura intelektualitas yang tentu saja tidak tumbuh serta-merta. Melainkan akumulasi dari pengalaman, jam terbang, ikhtiar pencarian ilmu, dan doa yang membuat beliau sangat powerful dalam tiap-tiap dakwahnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika umroh tanggal 4 April 2011 kemarin, Alloh menakdirkan pak Hasan menjadi pembimbing kami. Beliau adalah ustadz yang ramah, bertanggung jawab dan “menaungi” kami semua. Dari awal perjalanan, beliau dengan stamina prima ikut turun tangan mengurusi masalah administrasi perjalanan dan lain-lain. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pun ketika ritual inti umroh berlangsung, beliau senantiasa mendampingi kami dengan baik. Memastikan kami yakin dengan semua doa-doa kami. Berkenaan dengan banyaknya doa-doa yang sepertinya harus dihapalkan, beliau meyakinkan kami bahwa terdapat perbedaan antara membaca doa dan berdoa dengan kesungguhan hati. Maka saran beliau, hendaklah kami berdoa dengan sungguh-sungguh sesuai kebutuhan. &lt;br /&gt;Di akhir perjalanan beliau doakan kami agar bisa menginjakkan kaki kembali di tanah suci, bersama keluarga masing-masing. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku sedang berpikir..untuk seseorang yang Alloh takdirkan ia menginjakkan kaki tiap bulan ke tanah suci pastilah orang yang istimewa. Alloh maha mengetahui isi hati tiap-tiap jiwa, dan Ia Maha Tahu marifatullah tiap-tiap insan. Maka Pak Hasan adalah cinta yang berbalas dari RabbNya, sehingga ditakdirkannya beliau untuk tiap bulan mengunjungi baitullah..such a lucky man^^&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4115985411416779827-2990184195720039038?l=kamalhanifmazaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kamalhanifmazaya.blogspot.com/feeds/2990184195720039038/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4115985411416779827&amp;postID=2990184195720039038' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4115985411416779827/posts/default/2990184195720039038'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4115985411416779827/posts/default/2990184195720039038'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kamalhanifmazaya.blogspot.com/2011/05/pak-hasan-firdaus-sebuah-kesan-sangat.html' title='Pak Hasan Firdaus: sebuah kesan (sangat) sederhana'/><author><name>Dwindria Dini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18295441898622784580</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://3.bp.blogspot.com/-m-iDwN9fx6M/Td5a4DaOYRI/AAAAAAAAAIQ/sw3iXbfUpGU/s220/h%2B0799.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-RtU6ZRR0rb0/Td5TuftgGxI/AAAAAAAAAII/mjpl88oTS8k/s72-c/DSCN2075.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4115985411416779827.post-5750033707221315223</id><published>2011-05-20T05:09:00.000-07:00</published><updated>2011-05-20T05:49:12.560-07:00</updated><title type='text'>Umroh</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-0e60edd0MfU/TdZjGMl9X4I/AAAAAAAAAIA/kWuigQwROFE/s1600/h%2B057.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-0e60edd0MfU/TdZjGMl9X4I/AAAAAAAAAIA/kWuigQwROFE/s400/h%2B057.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5608779344047333250" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu bulan enam belas hari berlalu dan masih saja terbayang-bayang kenikmatan menapakkan kaki di dua kota itu. Kota-kota yang menjadi latar dari rangkaian sejarah dan riwayat suci para nabi-nabi. Kota-kota yang menjadi saksi peradaban umat kali pertama dibangun. Saksi dari perjuangan para nabi menyampaikan cahaya kebenaran. Berdakwah dengan jiwa, darah dan air mata. Di sana silih berganti jihad, perang, damai, kehilangan, kelahiran terjadi. Membentang sejarah jahiliyah hingga cahaya datang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kota-kota ini yang tadinya hanya aku baca dari buku-buku dan kitab-kitab terjemahan yang terhambur di rak buku mengantri untuk ku lumat. Kota-kota ini yang aku sebut dalam doa-doaku yang di atas kertas baru akan aku kunjungi sepuluh tahun mendatang. Maka betapa tidak dapat kujelaskan dengan kata-kata ketika aku sudah tiba di sana. Pada saat itu hanya ada satu kata yang memenuhi hati, yaitu SYUKUR yang tak terhingga-hingga, tak terbilang-bilang. Bagaimana mungkin tidak bersyukur? Rinduku sudah di ubun-ubun dan Ia memenuhi kerinduanku dengan mempersilahkan aku datang ke rumahNya bertahun-tahun lebih awal ?! Subhanalloh! :))&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka detik ini, masih teringat kerapian dan keramah tamahan Madinah. Suasana jalanan menjelang adzan, hiruk pikuk orang-orang tergesa-gesa  melangkah menjinjing gamis untuk memperoleh langkahan kaki yang lebih lebar. Para keluarga dengan anak-anak balitanya, digandeng atau dibopong di bahu sang ayah. Betapa indahnya. Semua menuju sebuah mesjid indah bersejarah. Mesjid Nabawi. Kecantikannya dari jauh sudah memukauku. Kilauan kubahnya, payung-payung raksasanya yang indah dan tersohor, lantainya yang menyilaukan memantulkan kecerahan langit di atasnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari kejauhan, tatapan mataku telah lekat-lekat memandangnya tak sabar ingin segera tiba. Terlebih lagi menyadari bahwa di sana terbujur jasad suci seorang pemberi peringatan yang mulia, yang tersayang nabiullah Muhammad SAW, di sana juga terdapat taman-taman surga yaitu sebuah space antara rumah dan mimbar beliau. “Tempat antara mimbarku dan rumahku adalah satu taman dari taman-taman surga. Dan mimbarku berada di atas telagaku.” (HR. Al-Bukhari no. 1888 dan Muslim no. 1391). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setengah berlari aku juga teringat potongan-potongan hadist yang pernah kubaca di rumah. “Shalat di masjidku ini lebih baik daripada 1000 shalat di tempat lain, kecuali di Masjid Al-Haram.” (HR. Muslim no. 1394, dan ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Janganlah kalian bersusah payah melakukan perjalanan jauh kecuali menuju ke tiga masjid: Masjidku ini (Masjid Nawabi), Masjid Al-Haram (di Makkah), dan Masjid Al Aqsha.” (HR. Al-Bukhari no. 1115 dan Muslim no. 1397). Maka alasan apa yang membuatku untuk tidak tersenyum lebar dan bersegera?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepanjang jalan ditemani kepakan sayap burung merpati yang terawat terbang bebas menyapa ramah para pejalan kaki. Di kanan kiri beberapa orang menjajakan dagangan, kaos kaki, parfum, sandal, sepatu, al quran, gamis kualitas no 10 yang dikibas-kibas penjualnya tinggi-tinggi di angkasa, naik ke atas kursi demi untuk menarik hati para jamaah. "Halal! Halal! Ya Hajj ya hajj sapulu real sapulu real" :))))&lt;br /&gt;Bersaing-saing harganya satu sama lain. Tapi ada satu kesamaannya, semuanya serba hitam:D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba di pintu masuk, pemandangannya adalah jemaah wanita yang berjubel dan para askar yang tak mampu membendung derasnya keantusiasan para jemaah menyerbu masuk. Teriakan demi teriakan menenangkan bercampur dengan dorongan-dorongan yang tak mau tahu. “Sabar ya Hajj, Sabar! Sabar! Masya Alloh!  Masya Alloh! Dan beberapa kalimat menggerutu penuh emosi.:D&lt;br /&gt;Sesuatu yang tak pernah kulihat di mesjid manapun di Balikpapan:) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan ternyata oh ternyata, padatnya makhluk hidup bernama manusia tak hanya sampai di Madinah saja. Di Makkah pun tak kalah padat merayap. Sampai-sampai kau pun harus mendongakkan kepalamu ke atas untuk meraup sebanyak-banyak udara sebagai bekal untuk kembali menerobos masuk! Oh! Tak heran apabila haji dan umroh disebut sebagai ibadah fisik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun suasana di Makkah agak berbeda. Suasana keteraturan dan kerapian Madinah tak kutemukan di Makkah. Apabila Madinah memisahkan ikhwan dan akhwat dari awal masuk mesjid, maka tidak begitu situasinya di Makkah. Mereka berbaur menjadi satu, masuk dan keluar di pintu yang sama, maka ini agak merisaukan karena harus bercampur-baur berjejal-jejal seperti ini. Tapi perjuangan menerobos masuk akan terbayar CASH seiring langkah semakin mendekat ke Baitullah, Kabah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan rutinitas paling menakjubkan setelah itu dan hari-hari berikutnya adalah mengambil start awal di lampu hijau, tentu saja berniat, tawaf, sholat di belakang maqom Ibrahim, minum air zam-zam, sai, dan tahalul. Hmm nikmatnyaaa:D Tak heran, seorang ustadz favoritku, ustadz Hasan Firdaus, pada manasik umroh, dalam sebuah slidenya, mengutip perkataan salafush sholeh "Tiada perjalanan yang lebih BERPENGARUH terhadap DAGING, DARAH, KULIT, dan RAMBUT seseorang daripada PERJALANAN MENUJU MEKKAH, dan tak seorang pun berhasil mencapainya kevuali dengan kesulitan" :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh! tak kan habis berparagraf –paragraf kalimat aku tuangkan untuk menggambarkan betapa berkesannya ibadah umroh ku kemarin. Dengan nikmat sebesar itu maka masalah-masalah yang mengiringinya menjadi seperti tak termaknai. Seperti roommate yang too much talking, sandal yang hilang, bibir yang pecah-pecah, oh rugi jika harus dipermasalahkan. Kenapa tidak menganggapnya sebagai bumbu-bumbu perjalanan saja:))&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang, aku hanya berharap Dia sudi mengijinkanku berkunjung lagi. Tentu saja bersama keluarga kecilku. Semoga. Amiinn…&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4115985411416779827-5750033707221315223?l=kamalhanifmazaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kamalhanifmazaya.blogspot.com/feeds/5750033707221315223/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4115985411416779827&amp;postID=5750033707221315223' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4115985411416779827/posts/default/5750033707221315223'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4115985411416779827/posts/default/5750033707221315223'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kamalhanifmazaya.blogspot.com/2011/05/umroh.html' title='Umroh'/><author><name>Dwindria Dini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18295441898622784580</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://3.bp.blogspot.com/-m-iDwN9fx6M/Td5a4DaOYRI/AAAAAAAAAIQ/sw3iXbfUpGU/s220/h%2B0799.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-0e60edd0MfU/TdZjGMl9X4I/AAAAAAAAAIA/kWuigQwROFE/s72-c/h%2B057.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4115985411416779827.post-5897280396183696136</id><published>2011-05-20T04:28:00.000-07:00</published><updated>2011-05-20T04:32:56.092-07:00</updated><title type='text'>counting days:(</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-MvVAHiwCWGk/TdZRJmU1d4I/AAAAAAAAAHo/ciDTg1rYrso/s1600/a2.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 217px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-MvVAHiwCWGk/TdZRJmU1d4I/AAAAAAAAAHo/ciDTg1rYrso/s320/a2.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5608759611285141378" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Malam ini ijinkan aku menulis lagi sesuatu tentang dia, seorang wanita yang semulia namanya. Wanita yang kepadanya aku berhutang banyak. Begitu banyaknya sampai aku tak yakin dengan materi sebanyak apa ku bisa membalas. Wanita ini mengenalkanku kepada Islam. Sesuatu yang tadinya sangat jauh. Ia menarikku lebih dekat kepada Allah. MengenalNya dengan mentadabburi ayat-ayatNya, mengkaji surah-surahNya. Mengartikan kata per kata dan memahami kandunganNya. Menurutku adalah sebaik-baik ilmu yang pernah seseorang ajarkan kepadaku. Bahkan mungkin ia sendiri tak kan pernah tahu betapa besar arti dirinya kepadaku. Wanita ini menemaniku menjemput hidayah Allah, sehingga aku sendiri tanpa bermaksud berpuas diri, dengan ijin Alloh, merasa jauh lebih baik dari aku yang dulu. Maka sekali lagi, dengan apa aku bisa membalas??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika kenyamanan mulai mengguliri majelis kami, tiba-tiba Alloh menakdirkan beliau pindah dari kota ini, maka alasan apa yang membuatku tidak sedih. Kepergiannya membuatku sadar betapa kebersamaan yang bertahun-tahun kami jalin sangat berharga. Apabila ku tahu bahwa kebersamaan akan secepat ini, maka tak satu menit pun kan ku sia-sia untuk mendengar tumpahan kebaikan keluar dari lisannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi kuingat pada suatu ketika ia seperti menenangkanku bahwa Alloh pasti akan menyiapkan pengganti yang lebih hebat dari dia. Begitu katany seolah tahu apa yang aku pikirkan. Ia selipkan juga pesan agar kami melestarikan majelis ini dan tidak membalikkan badan menjauh. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka sepeninggalnya kelak, adalah tugas kami membangun keistiqomahan menjemput hikmah-hikmah kembali. Walau hati masih gamang namun tekad untuk berjuang harus dikibar-kibarkan. Bukankah tidaklah  ilmu yang pergi tetapi hanya lisan penyampainya saja? Maka baiklah Ibu, mari saling mendoakan.  Engkau di kotamu yang baru, memperlebar sayap dakwah, meraup jiwa-jiwa baru yang dahaga akan hidayah, dan kami disini meneruskan perjuangan membenahi diri dan menebar manfaat untuk keluarga dan umat. We love you always..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kamis 19 Mei 2011&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4115985411416779827-5897280396183696136?l=kamalhanifmazaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kamalhanifmazaya.blogspot.com/feeds/5897280396183696136/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4115985411416779827&amp;postID=5897280396183696136' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4115985411416779827/posts/default/5897280396183696136'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4115985411416779827/posts/default/5897280396183696136'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kamalhanifmazaya.blogspot.com/2011/05/counting-days.html' title='counting days:('/><author><name>Dwindria Dini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18295441898622784580</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://3.bp.blogspot.com/-m-iDwN9fx6M/Td5a4DaOYRI/AAAAAAAAAIQ/sw3iXbfUpGU/s220/h%2B0799.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-MvVAHiwCWGk/TdZRJmU1d4I/AAAAAAAAAHo/ciDTg1rYrso/s72-c/a2.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4115985411416779827.post-5327687479180835985</id><published>2010-08-02T18:57:00.000-07:00</published><updated>2010-08-02T19:03:33.342-07:00</updated><title type='text'>After reading Ibnu Qayyim Al Jauziyah</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_M43PeUrp_Xc/TFd42D0REsI/AAAAAAAAAHQ/I1TsUhNEsqE/s1600/S8302250.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_M43PeUrp_Xc/TFd42D0REsI/AAAAAAAAAHQ/I1TsUhNEsqE/s320/S8302250.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5500998339989148354" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuhu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Assalamualaikum ahladdayari minal mukminina walmuslimina wainna insya Allah laaquwna wayarhamullahul mustaqdimiiyna minna walmusta’khiriiyna as alullaaha lanaa walakumul aa fiyah..&lt;br /&gt;“Salam sejahtera atas kalian wahai para penghuni kubur dari orang-orang Mukmin dan Muslim, sesungguhnya atas kehendak Allah kami akan bersua dengan kalian. Semoga Allah merahmati orang-orang yang lebih dahulu meninggal daripada kami dan kalian serta yang lebih akhir. Kami memohon afiat kepada Allah bagi kami dan bagi kalian..”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Papa tersayang,&lt;br /&gt;Sejak aku tahu bahwa ruh bisa mendengar kita hanya saja tidak mampu menjawab, aku memutuskan untuk menulis surat ini buat papa. Semoga Allah ijinkan ruh papa untuk mendengar ini semua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Papa tersayang,&lt;br /&gt;Bersama surat ini aku mau menyampaikan beberapa hal yang tidak sempat atau jarang aku ucapkan pada papa semasa papa hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Papa tersayang,&lt;br /&gt;Aku menyayangi papa karena Allah, aku mencintai papa karena Allah, aku meminta ridho papa dunia akhirat, aku meminta maaf atas semua perkataanku yang mungkin pernah melukai hati papa, aku meminta maaf atas semua tingkah lakuku yang pernah mengecewakan papa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Papa tersayang,&lt;br /&gt;Semoga Allah Ar Rahman Ar Rahim memberi papa kebaikan, kebahagiaan, dan kasih sayang yang lebih besar dari yang pernah papa dapatkan di dunia. Semoga Allah menempatkan ruh papa di sisiNya yang paling mulia. &lt;br /&gt;Kami semua akan menyusul papa. Semoga kita semua bisa berkumpul di jannahnya Allah. Sembari menunggu masa itu tiba insya Allah kami di sini akan selalu mendoakan papa, dan melakukan amal sholeh. Semoga kebaikan-kebaikan dan pahala-pahalanya bisa papa rasakan di sana. Amin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk semua muslimin dan muslimah yang ada di sini yang sudah mendahului aku di perkuburan ini, aku ucapkan seperti yang tertulis di buku Ruh karangan Ibnu Qayyim:&lt;br /&gt;Semoga Allah mendengar ketakutan kalian, merahmati keterasingan kalian, mengampuni keburukan kalian dan menerima kebaikan kalian. Amin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jumat, perkuburan muslim Pupuk&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4115985411416779827-5327687479180835985?l=kamalhanifmazaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kamalhanifmazaya.blogspot.com/feeds/5327687479180835985/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4115985411416779827&amp;postID=5327687479180835985' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4115985411416779827/posts/default/5327687479180835985'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4115985411416779827/posts/default/5327687479180835985'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kamalhanifmazaya.blogspot.com/2010/08/after-reading-ibnu-qayyim-al-jauziyah.html' title='After reading Ibnu Qayyim Al Jauziyah'/><author><name>Dwindria Dini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18295441898622784580</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://3.bp.blogspot.com/-m-iDwN9fx6M/Td5a4DaOYRI/AAAAAAAAAIQ/sw3iXbfUpGU/s220/h%2B0799.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_M43PeUrp_Xc/TFd42D0REsI/AAAAAAAAAHQ/I1TsUhNEsqE/s72-c/S8302250.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4115985411416779827.post-2997124223997095314</id><published>2010-08-02T18:27:00.000-07:00</published><updated>2010-08-02T18:57:02.333-07:00</updated><title type='text'>Kangen Papaku</title><content type='html'>Aku rindu memandang teduh matamu, memandang sejuknya senyummu. Aku rindu mendengar suaramu, menyimakmu bercerita tentang masa lalumu, yang selalu kau ulang-ulang. Papa aku rindu menyentuh kulitmu, menyalami tangan kasarmu, menciumnya dengan pipiku, dengan bibirku. Kedua tanganmu yang membesarkanku dengan kasih sayang tak bernilai. Papa aku rindu memeluk tubuhmu yang besar dan kokoh, sampai-sampai aku lupa bahwa kau memang sudah renta. Betapa sehatnya engkau, papa. Betapa masih gagahnya engkau ketika pergi. Papa aku rindu memandangmu berjalan, mendekat ke arahku. Cara berjalanmu yang seperti menuruni bukit, cepat dengan wajah menunduk ke bawah. Seperti cara berjalan nabi Muhammad..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Papa,&lt;br /&gt;Rindu ini tak kusangka akan sangat menyesakkan dada. Semua persiapan mental dan spiritual yang sudah aku tata ketika kau masih hidup seperti tak berguna. Melihat rambutmu yang sudah memutih dulu, mencuri pandang ke kulitmu yang memang sudah keriput menua, aku menata hati untuk siap kehilanganmu. Tapi kini, ketika masa itu telah tiba, aku hanya tak menyangka akan sesedih ini. Papa, aku cuma rindu padamu, itu saja. Aku rindu semua tentangmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Papa, &lt;br /&gt;rindu ini bukan tidak ikhlas. Aku percaya Allah lebih mencintaimu daripada kami seisi rumah. Tapi rindu itu manusiawi papa. Rindu yang tidak gampang hilang. Aku berharap akan bertemu lagi denganmu di sebuah tempat yang lebih baik. Aku akan memeluk tubuhmu yang besar itu. Aku akan mencium pipimu, mengutarakan hal-hal yang belum sempat aku utarakan di dunia. Semoga tempat itu adalah surgaNya. Amiinn..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Papa,&lt;br /&gt;Aku menyayangimu karena Allah..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di kamar tempat ia dijemput,&lt;br /&gt;27 July 2010&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4115985411416779827-2997124223997095314?l=kamalhanifmazaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kamalhanifmazaya.blogspot.com/feeds/2997124223997095314/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4115985411416779827&amp;postID=2997124223997095314' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4115985411416779827/posts/default/2997124223997095314'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4115985411416779827/posts/default/2997124223997095314'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kamalhanifmazaya.blogspot.com/2010/08/kangen-papaku.html' title='Kangen Papaku'/><author><name>Dwindria Dini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18295441898622784580</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://3.bp.blogspot.com/-m-iDwN9fx6M/Td5a4DaOYRI/AAAAAAAAAIQ/sw3iXbfUpGU/s220/h%2B0799.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4115985411416779827.post-8896045667990710266</id><published>2010-08-02T18:00:00.001-07:00</published><updated>2010-08-02T18:25:04.822-07:00</updated><title type='text'>2 Agustus 2010</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_M43PeUrp_Xc/TFdupL7YyRI/AAAAAAAAAHI/B027MF_MzFc/s1600/DSC02846.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_M43PeUrp_Xc/TFdupL7YyRI/AAAAAAAAAHI/B027MF_MzFc/s200/DSC02846.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5500987123711920402" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Hari ini sebulan yang lalu, ingatanku tentang proses kepergian papa seperti potongan-potongan slide yang terus berulang. Bahkan hingga saat ini, setelah hari berjalan 30 langkah. Setiap kali ingatan itu muncul, air mataku selalu mengalir tidak terbendung. Kesedihan ini menyesakkan dada dan aku selalu meyakinkan diri bahwa itu bukannya tidak ikhlas. Slide itu termasuk ketika papa berjuang meraup oksigen sebanyak-banyaknya, berusaha mengatur nafas mati-matian. Oh, begitu rupanya rasanya ketika maut menjemput. Namun aku merasa papa sangat bersahabat dengan malaikat maut. Aku merasa mereka menjemput papa dengan sangat lembut dan berhati-hati, seakan tidak ingin orang tua yang baik itu tersakiti. Betapa tenangnya ia ketika pergi. Di tengah istri tercinta dan dua anak yang menyayanginya, yang terus menuntunnya dengan zikir dan kalimah tauhid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Skenario Allah begitu indah. Mereka berdua datang mengunjungiku, ingin mendampingi aku menjemput anak keduaku yang akan segera lahir. Ketika aku selesai bersalin aku mencium tangan mereka, papa juga. Dia tersenyum sejuk seperti biasa. Aku menangis mengingat betapa aku adalah anak yang mengecewakan. Namun pada akhirnya di tengah-tengah kesedihan ini aku merasa sangat bersyukur. Allah mengambil papa pada saat papa berada di rumahku, dekat dengan ku. Bisa aku dampingi. Ini adalah sesuatu yang aku doakan dan menakjubkannya, Dia mengabulkan itu. Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam. Aku juga masih takjub dengan dekatnya kuburan papa dengan rumahku. Ini memungkinkanku mengunjunginya sesering mungkin. Sekali lagi aku sangat bersyukur kepada Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memandang mama sekarang, seorang diri, ia tidak akan kemana-mana lagi. Ia akan tetap di sini, bersamaku anaknya, dan cucu-cucunya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mama, aku berdoa kepada Allah hal yang sama. Aku merasa tersanjung karena Allah mempercayakan aku merawat mama. Allah mempercayakan aku berbakti kepadanya di sisa umurku. Aku juga tersanjung karena Allah memilih rumahku ketika menjemput papa. Malaikat maut telah bertamu ke rumah ini. Rumah ini telah ditakdirkan menjadi lebih bersejarah dari yang aku duga. Cerita di dalamnya lebih kaya dan dalam. Kepergian papa adalah puncaknya. Di tiap sudutnya sekarang tertoreh sejarah. Di kamar depan ruang dimana papa “pergi”. Di belakang tempat papa mandi untuk terakhir kalinya. Di depan tv ini rupanya ditakdirkan sebagai tempat papa disemayamkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika proses aqiqah anak keduaku, Papa menyaksikan dalam tidur panjangnya. Subhanallah, maha suci Allah. Kelahiran dan kematian menjadi terasa begitu dekat hari itu. Aku menggendong bayiku dan berdoa di depan jenazah papa yang disemayamkan di depan tv. Merasakan sedih dan senang di detik yang sama walaupun sejujurnya rasa sedihnya lebih mendominasi. Aku hanya akan berkata bahwa Allah adalah Maha Besar dan Maha Kuasa atas segala sesuatu. Allah memberiku pelajaran besar dengan peristiwa ini. Aku sudah bukan orang yang sama lagi, dengan tekad baru. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terima kasih ya Allah. Aku akan berusaha menata kesedihan ini. Aku ridho dengan keputusanMu  namun tak bisa dipungkiri bahwa kenangan tentang papa akan selalu hidup di dalam hati. Kami hanya akan memeluknya dengan Al Fatihah dan doa-doa sekarang. Semoga Allah menempatkan papa di tempat yang mulia di sisiNya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4115985411416779827-8896045667990710266?l=kamalhanifmazaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kamalhanifmazaya.blogspot.com/feeds/8896045667990710266/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4115985411416779827&amp;postID=8896045667990710266' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4115985411416779827/posts/default/8896045667990710266'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4115985411416779827/posts/default/8896045667990710266'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kamalhanifmazaya.blogspot.com/2010/08/2-agustus-2010.html' title='2 Agustus 2010'/><author><name>Dwindria Dini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18295441898622784580</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://3.bp.blogspot.com/-m-iDwN9fx6M/Td5a4DaOYRI/AAAAAAAAAIQ/sw3iXbfUpGU/s220/h%2B0799.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_M43PeUrp_Xc/TFdupL7YyRI/AAAAAAAAAHI/B027MF_MzFc/s72-c/DSC02846.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4115985411416779827.post-6012136510112704595</id><published>2009-09-02T00:48:00.000-07:00</published><updated>2009-09-02T01:02:05.720-07:00</updated><title type='text'>Anger Management &gt;.&lt;</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_M43PeUrp_Xc/Sp4mYc0PvJI/AAAAAAAAAHA/AqOVtZ2UCAs/s1600-h/DSCN0690.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 178px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_M43PeUrp_Xc/Sp4mYc0PvJI/AAAAAAAAAHA/AqOVtZ2UCAs/s200/DSCN0690.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5376777206620994706" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Siapakah orang yang paling kuat itu? siapakah para pemenang itu? Nabi Muhammad Saw mempunyai versi sendiri tentang hal ini. Dalam sebuah hadist diriwayatkan ”Orang yang yang paling kuat bukanlah orang yang dapat mengalahkan orang lain dengan kekuatannya, tetapi orang yang mampu mengendalikan kemarahannya.” (HR. Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila seseorang mampu mengendalikan kemarahan, maka bisa dipastikan orang tersebut sangat istimewa. Pernahkah kita mendengar kisah Nabi Muhammad yang murka akibat dilecehkan? Bahkan ketika dengan rutin beliau dilempari kotoran oleh seorang Yahudi, dan kemudian si Yahudi lama menghilang karena sakit, Nabiullah pergi menjenguknya tanpa amarah sedikitpun di dalam dada. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pun ketika beliau sedang sholat dan diserang oleh seseorang yang membencinya, beliau memilih untuk meneruskan sholat dan bukan menyerang balik. Kontrol emosi manalagi yang lebih sempurna dari itu semua? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang laki-laki pernah menghadap Nabi Muhammad dan meminta nasehat. Ia berkata, ”Nasehati aku.” Nabi Saw bersabda, ”Jangan mudah marah.” Orang itu berkata lagi beberapa kali dan Nabi bersabda, ”Jangan mudah marah.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa Nabi Muhammad Saw meyarankan hal ini? Tentu bukan tanpa alasan. Dari sisi medis ternyata orang yang mudah marah gampang terkena penyakit. Di dalam darah orang marah terkandung banyak hormon adrenalin, hormon yang diproduksi oleh kelenjar adrenal ini akan dilepaskan ke dalam darah ketika ada rangsangan emosi. Akibatnya adalah denyut jantung akan bertambah cepat dan tekanan darah meninggi, keadaan ini yang mengakibatkan penyakit mudah datang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Subhanallah. ”Dan tiadalah Kami mengutus kamu melainkan sebagai rahmat bagi semesta alam.” (Al-Anbiya’:107)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun amarah adalah sangat manusiawi. Apabila amarah telah datang menghampiri, maka Islam menawarkan cara-cara menghadapinya: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membaca Ta'awwudz. &lt;br /&gt;Rasulullah bersabda "Ada kalimat kalau diucapkan niscaya akan hilang kemarahan seseorang, yaitu "A'uudzu billah mina-syaithaani-r-rajiim" "Aku berlindung kepada Allah dari godaan syaitan yang terkutuk" (H.R. Bukhari Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berwudlu. &lt;br /&gt;Rasulullah bersabda "Kemarahan itu itu dari syetan, sedangkan syetan tercipta dari api, api hanya bisa padam dengan air, maka kalau kalian marah berwudlulah" (H.R. Abud Dawud).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Duduk. &lt;br /&gt;Dalam sebuah hadist dikatakan"Kalau kalian marah maka duduklah, kalau tidak hilang juga maka bertiduranlah" (H.R. Abu Dawud).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diam. &lt;br /&gt;Dalam sebuah hadist dikatakan "Ajarilah (orang lain), mudahkanlah, jangan mempersulit masalah, kalau kalian marah maka diamlah" (H.R. Ahmad).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersujud, &lt;br /&gt;artinya shalat sunnah mininal dua rakaat. Dalam sebuah hadist dikatakan "Ketahuilah, sesungguhnya marah itu bara api dalam hati manusia. Tidaklah engkau melihat merahnya kedua matanya dan tegangnya urat darah di lehernya? Maka barangsiapa yang mendapatkan hal itu, maka hendaklah ia menempelkan pipinya dengan tanah (sujud)." (H.R. Tirmidzi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tulisan pendek ini tak lain adalah prasasti pentingku untuk memulai mengelola amarah. Semoga diberi kekuatan untuk bisa meredam energi negatif ini!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4115985411416779827-6012136510112704595?l=kamalhanifmazaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kamalhanifmazaya.blogspot.com/feeds/6012136510112704595/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4115985411416779827&amp;postID=6012136510112704595' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4115985411416779827/posts/default/6012136510112704595'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4115985411416779827/posts/default/6012136510112704595'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kamalhanifmazaya.blogspot.com/2009/09/anger-management.html' title='Anger Management &gt;.&lt;'/><author><name>Dwindria Dini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18295441898622784580</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://3.bp.blogspot.com/-m-iDwN9fx6M/Td5a4DaOYRI/AAAAAAAAAIQ/sw3iXbfUpGU/s220/h%2B0799.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_M43PeUrp_Xc/Sp4mYc0PvJI/AAAAAAAAAHA/AqOVtZ2UCAs/s72-c/DSCN0690.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4115985411416779827.post-4867220726444526946</id><published>2009-09-01T23:09:00.000-07:00</published><updated>2009-09-01T23:38:36.282-07:00</updated><title type='text'>Adzan tak kan berhenti berkumandang</title><content type='html'>&lt;strong&gt;Subhanallah begitu banyak tanda-tanda kebesaranNya di alam semesta ini. Adzan telah dikumandangkan dari beribu surau dan mesjid&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dunia memiliki perbedaan waktu antara satu wilayah dengan wilayah lain&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum adzan subuh sempat berkumandang di wilayah terbarat benua Afrika, adzan dhuhur pun siap berkumandang menjelajah belahan dunia lainnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara kumandang adzan dhuhur belum sempat terdengar kembali di  bagian timur Indonesia, adzan ashar telah siap menjelajah belahan dunia lainnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat gema adzan ashar belum selesai, adzan magrib telah merambah bumi ini, selang beberapa saat adzan isya pun siap melanjutkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika gema adzan isya belum selesai di benua Amerika, adzan subuh sudah kembali terdengar di sebagian wilayah Indonesia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seiring bergantinya siang dan malam, ternyata adzan akan selalu berkumandang di bumi ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa kita sadari, para muadzin di seluruh penjuru dunia ini tak henti-hentinya bersahutan mengumandangkan adzan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Insya Allah gema adzan akan terus mengawal dunia berputar hingga akhir zaman&lt;/strong&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4115985411416779827-4867220726444526946?l=kamalhanifmazaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kamalhanifmazaya.blogspot.com/feeds/4867220726444526946/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4115985411416779827&amp;postID=4867220726444526946' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4115985411416779827/posts/default/4867220726444526946'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4115985411416779827/posts/default/4867220726444526946'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kamalhanifmazaya.blogspot.com/2009/09/adzan-tak-kan-berhenti-berkumandang.html' title='Adzan tak kan berhenti berkumandang'/><author><name>Dwindria Dini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18295441898622784580</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://3.bp.blogspot.com/-m-iDwN9fx6M/Td5a4DaOYRI/AAAAAAAAAIQ/sw3iXbfUpGU/s220/h%2B0799.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4115985411416779827.post-4569631060391708469</id><published>2009-08-25T10:01:00.000-07:00</published><updated>2009-08-25T10:19:20.559-07:00</updated><title type='text'>Aku ditemani tata surya</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_M43PeUrp_Xc/SpQcyg5O9UI/AAAAAAAAAG4/gjBAJR_Hsec/s1600-h/messier%5B1%5D.galaxy.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_M43PeUrp_Xc/SpQcyg5O9UI/AAAAAAAAAG4/gjBAJR_Hsec/s200/messier%5B1%5D.galaxy.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5373951909508871490" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Memeluk kamar ini, mentafakuri malam bersama bacaan paling mulia. Memang tanpa bintang dan bulan namun kuyakin mereka pun bertasbih. Dzikir paling merdu dengan asteroid, meteorid, komet yang bertebaran indah dan ledakan bintang yang menyilaukan. Supernova seiring ledakan meneriakkan takbir. The milky way bersama ribuan milyaran galaksi dalam superklaster dengan lengan-lengan tersulur indah mengangkat tangannya memuliakan Al Khaaliq. Pun planet-planet bertawaf mengagungkan Yang Maha Suci. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka tidakkah sangat agung tata surya tak berbatas?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, silih bergantinya malam dan siang, bahtera yang berlayar di laut membawa apa yang berguna bagi manusia, dan apa yang Allah turunkan dari langit berupa air, lalu dengan air itu Dia hidupkan bumi sesudah mati (kering)-nya dan Dia sebarkan di bumi itu segala jenis hewan, dan pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi; sungguh (terdapat) tanda-tanda (keesaan dan kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal”&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4115985411416779827-4569631060391708469?l=kamalhanifmazaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kamalhanifmazaya.blogspot.com/feeds/4569631060391708469/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4115985411416779827&amp;postID=4569631060391708469' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4115985411416779827/posts/default/4569631060391708469'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4115985411416779827/posts/default/4569631060391708469'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kamalhanifmazaya.blogspot.com/2009/08/aku-ditemani-tata-surya.html' title='Aku ditemani tata surya'/><author><name>Dwindria Dini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18295441898622784580</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://3.bp.blogspot.com/-m-iDwN9fx6M/Td5a4DaOYRI/AAAAAAAAAIQ/sw3iXbfUpGU/s220/h%2B0799.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_M43PeUrp_Xc/SpQcyg5O9UI/AAAAAAAAAG4/gjBAJR_Hsec/s72-c/messier%5B1%5D.galaxy.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4115985411416779827.post-8139273621578804680</id><published>2009-08-25T07:12:00.000-07:00</published><updated>2009-08-29T16:50:42.036-07:00</updated><title type='text'>Memperbarui komitmen bertauhid</title><content type='html'>“Sesungguhnya Ibrahim adalah seorang imam yang dapat dijadikan teladan lagi patuh kepada Allah dan hanif. Dan sekali-kali bukanlah dia termasuk orang-orang yang mempersekutukan (Tuhan)” (QS.16:120)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tauladan bertauhid yang tak terbantahkan tergambar jelas di dalam ibrah Nabi Ibrahim, bapak dari Nabi-nabi. Dari kisah ini aku memperbarui komitmenku yang pernah terucap dulu, ketika semua ruh dikumpulkan dan Allah menuntutku bersaksi bahwa tiada Illah kecuali Dia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): "Bukankah Aku ini Tuhanmu?" Mereka menjawab: "Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi." (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: "Sesungguhnya kami (bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan)" (QS.7:172)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi seorang ibu, kesaksian ini menjadi kian nyata dan jelas. Ini berarti tidak menempatkan anak yang engkau rawat dari bayi sebagai tuhanmu. Sebagai seorang istri yang mengabdi kepada suami, ini berarti tidak menjadikan suamimu sebagai tuhanmu. Komitmen bertauhid baruku adalah masalah positioning Tuhanku di hatiku. Benar kata seorang teman dalam sebuah email.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komitmen tauhidku adalah berani berkata bahwa anak dan suamiku yang aku sayang hanya sampai di sisiku, bukan di hatiku. Karena aku akan memenuhi hatiku dengan Dia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Katakanlah,"Jika bapak-bapakmu, anak-anakmu, saudara-saudaramu, istri-istrimu, keluargamu, harta kekayaanmu, yang kamu usahakan, perdagangan yang kamu khawatirkan kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai, lebih kamu cintai dari pada Allah dan rasulNya, maka tunggulah sampai Allah memberikan keputusanNya. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasik." (QS.9:24)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika memikirkan pergeseran kedudukan anak dan suami di hati, aku menangis kesakitan. Tangisan ini sangat berarti untukku. Dengan tangisan ini aku menemukan bahwa  selama ini aku telah menempatkan mereka dengan porsi yang berlebih-lebihan hingga membuatku menjadi lalai. Karena aku berpegang pada buhul tali bernama ”suami”, maka tak jarang banyak kekecewaan dan guncangan-guncangan terjadi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; ”Dan barangsiapa yang menyerahkan dirinya kepada Allah, sedang dia orang yang berbuat kebaikan, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang kokoh. Dan hanya kepada Allah-lah kesudahan segala urusan.” (QS.31:22)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika datang kepada nabi Ibrahim A.S. perintah untuk menyembelih anaknya yang dinanti-nantikan selama berbelas tahun, maka, cobaan mana yang lebih berat dari ini? Iman mana yang lebih tebal dari ini? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: "Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!" Ia menjawab: "Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar." (Q.S. Ibrahim:102)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata.” (Q.S Ibrahim:106)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perintah Allah untuk memotong anakmu sendiri memang tidak akan datang lagi, namun kisah agung ini merefleksikan sebuah hal yang nyata. Mentafakuri contoh ekstrim dari nabi Ibrahim, maka nyatalah bagiku untuk menempatkan Allah di atas segala-galanya. Meminta maaf kepada keluargaku tersayang untuk menjadikan mereka sekedar perhiasan di dunia yang tentu saja dengan segenap hati tetap ku sebut dalam doa-doaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Kami abadikan untuk Ibrahim itu (pujian yang baik) di kalangan orang-orang yang datang kemudian.” (Q.S Ibrahim:109)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4115985411416779827-8139273621578804680?l=kamalhanifmazaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kamalhanifmazaya.blogspot.com/feeds/8139273621578804680/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4115985411416779827&amp;postID=8139273621578804680' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4115985411416779827/posts/default/8139273621578804680'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4115985411416779827/posts/default/8139273621578804680'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kamalhanifmazaya.blogspot.com/2009/08/memperbarui-komitmen-bertauhid.html' title='Memperbarui komitmen bertauhid'/><author><name>Dwindria Dini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18295441898622784580</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://3.bp.blogspot.com/-m-iDwN9fx6M/Td5a4DaOYRI/AAAAAAAAAIQ/sw3iXbfUpGU/s220/h%2B0799.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4115985411416779827.post-4058012326658196008</id><published>2009-08-25T07:00:00.000-07:00</published><updated>2009-08-25T07:06:08.905-07:00</updated><title type='text'>Tradisi caplok</title><content type='html'>Rasa nasionalismeku terusik. Malaysia kembali berulah. Kali ini Malaysia mengklaim tari Pendet sebagai bagian dari kebudayaannya. Mereka memasukkan tarian ini ke dalam sebuah iklan budaya mempromosikan negara itu. Iklan ini beredar hingga mancanegara. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daftar list pencaplokan budaya oleh Malaysia sepertinya kian panjang. Setelah Reok Ponorogo, lagu Rasa Sayange, Batik, Wayang, dan sekarang tari Pendet. Nampaknya akan semakin bertambah apabila sikap Indonesia ’ala kadar’nya seperti yang terjadi sekarang. Meminjam kalimat sosiolog dari Bali, bisa jadi anak cucu kita tidak akan pernah merasakan nikmatnya nasi Padang, tahu tempe, pecel khas Surabaya, atau makanan-makanan khas Indonesia lain. Semua kenikmatannya hanya akan tinggal sejarah buat mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka nampaknya makin jauh impian untuk memiliki negara yang berdaulat. Dengan membiarkan daftar-daftar klaim memanjang ke bawah, Indonesia makin menampakkan kelemahannya. Diperlukan langkah konkrit dan serius untuk menghentikan tingkah Malaysia yang keterlaluan itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegeramanku tak berhenti sampai disitu. Kemarin terdengar berita bahwa Malaysia melalui utusan kenegaraannya melepaskan statement yang menggelikan. Malah terkesan lepas tangan. Mereka berdalih bahwa yang membuat iklan tersebut adalah pihak swasta. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanggapan dari Malaysia yang sangat mengecewakan.  Bukankan sebuah konsep iklan VISIT MALAYSIA dengan target tayang hingga mancanegara seharusnya dikonsultasikan terlebih dahulu sebelum di release?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini benar-benar mengindikasikan bahwa Indonesia memang target empuk sasaran jajah, mengingat ini bukan satu-satunya bentuk pelecehan yang terjadi. Masih ingatkah dengan kasus masuknya kapal perang Malaysia ke wilayah perairan Indonesia. Sangat menjengkelkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, sebagai penduduk yang concern dengan kelangsungan negara ini, aku cuma bisa berdoa semoga Indonesia kelak menjadi negara yang kuat, digdaya, dan berdaulat. Slogan-slogan yang tidak hanya di mulut, tapi bisa tertanam sampai ke dalam tulang rusuk tiap-tiap penduduk negerinya!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4115985411416779827-4058012326658196008?l=kamalhanifmazaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kamalhanifmazaya.blogspot.com/feeds/4058012326658196008/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4115985411416779827&amp;postID=4058012326658196008' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4115985411416779827/posts/default/4058012326658196008'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4115985411416779827/posts/default/4058012326658196008'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kamalhanifmazaya.blogspot.com/2009/08/tradisi-caplok.html' title='Tradisi caplok'/><author><name>Dwindria Dini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18295441898622784580</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://3.bp.blogspot.com/-m-iDwN9fx6M/Td5a4DaOYRI/AAAAAAAAAIQ/sw3iXbfUpGU/s220/h%2B0799.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4115985411416779827.post-362786197658449018</id><published>2009-08-23T03:09:00.000-07:00</published><updated>2009-08-23T03:10:51.695-07:00</updated><title type='text'>Malaikat Jibril pun berdoa</title><content type='html'>Doa malaikat Jibril menjelang Ramadhan : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya Allah tolong abaikan puasa ummat Muhammad ini apabila sblm memasuki Ramadhan dia tdk melakukan hal2 sbb " :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&gt; 1. Tdk memhn maaf ter lbh dulu kpd ke-2 orang tuanya (jika masih ada).&lt;br /&gt;&gt; 2. Tdk bermaafan terlbh dulu antar suami/isteri.&lt;br /&gt;&gt; 3. Tdk bermaafan terlbh dulu dgn org2 sekitarnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Maka Rasulullah SAW pun mengatakan Amin sebanyak 3x". Krn itu kami sekeluarga mohon dibukakan pintu maaf atas salah dan khilaf yg kami perbuat, semoga Allah SWT senantiasa menjaga ibadah puasa kita, Amin. Marhaban Ya Ramadhan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4115985411416779827-362786197658449018?l=kamalhanifmazaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kamalhanifmazaya.blogspot.com/feeds/362786197658449018/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4115985411416779827&amp;postID=362786197658449018' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4115985411416779827/posts/default/362786197658449018'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4115985411416779827/posts/default/362786197658449018'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kamalhanifmazaya.blogspot.com/2009/08/malaikat-jibril-pun-berdoa.html' title='Malaikat Jibril pun berdoa'/><author><name>Dwindria Dini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18295441898622784580</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://3.bp.blogspot.com/-m-iDwN9fx6M/Td5a4DaOYRI/AAAAAAAAAIQ/sw3iXbfUpGU/s220/h%2B0799.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4115985411416779827.post-6976167638123028419</id><published>2009-08-23T02:59:00.000-07:00</published><updated>2009-08-23T03:00:56.908-07:00</updated><title type='text'>Khutbah Rasulullah SAW menyambut Bulan Suci Ramadhan Al Mubarrak :</title><content type='html'>Wahai manusia! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh telah datang kepada kalian bulan Allah yang membawa berkah, rahmat dan maghfirah; bulan yang paling mulia di sisi Allah. Hari-harinya paling utama. Malam-malamnya paling utama. Jam demi jamnya paling utama. Inilah bulan ketika kalian diundang menjadi tamu Allah dan dimuliakan oleh-Nya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada bulan ini nafas-nafas kalian menjadi tasbih, tidur kalian ibadah, amal-amal kalian diterima dan doa-doa kalian diijabah. Bermohonlah kepada Allah, Tuhan kalian, dengan niat yang tulus dan hati yang suci agar Dia membimbing kalian untuk melakukan shaum dan membaca Kitab-Nya. Celakalah orang yang tidak mendapat ampunan Allah pada bulan agung ini… &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersedekahlah kepada kaum fakir dan miskin. Muliakanlah orang tua. Sayangilah yang muda. Sambungkanlah tali persaudaraan. Jagalah lidah. Tahanlah pandangan dari apa yang tidak halal kalian pandang. Peliharalah pendengaran dari apa yang tidak halal kalian dengar…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bertobatlah kepada Allah dari dosa-dosa. Angkatlah tangan-tangan kalian untuk berdoa pada waktu shalat. Itulah saat-saat yang paling utama ketika Allah ‘Azza wa Jalla memandang hamba-hamba-Nya dengan penuh kasih. Dia menjawab mereka ketika mereka menyeru-Nya, menyambut mereka ketika mereka memanggil-Nya dan mengabulkan doa mereka ketika mereka berdoa kepada-Nya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai manusia! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya diri kalian tergadai karena amal-amal kalian. Karena itu, bebaskanlah dengan istigfar. Punggung-punggung kalian berat karena beban (dosa). Karena itu, ringankanlah dengan memperpanjang sujud. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketahuilah! Allah Swt. bersumpah dengan segala kebesaran-Nya, bahwa Dia tidak akan mengazab orang-orang yang shalat dan sujud, dan tidak akan mengancam mereka dengan neraka pada hari manusia berdiri di hadapan-Nya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai manusia! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa saja di antara kalian memberi buka kepada orang-orang Mukmin yang berpuasa pada bulan ini, maka di sisi Allah nilainya sama dengan membebaskan seorang budak dan dia diberi ampunan atas dosa-dosa yang lalu… &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jagalah diri kalian dari api neraka walaupun hanya dengan sebiji kurma. Jagalah diri kalian dari api neraka walaupun hanya dengan seteguk air.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai manusia! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa yang membaguskan akhlaknya pada bulan ini, ia akan berhasil melewati sirâth al-mustaqîm pada hari ketika kaki-kaki tergelincir. Siapa yang meringankan pekerjaan orang-orang yang dimiliki tangan kanannya (pegawai atau pembantu) pada bulan ini, Allah akan meringankan pemeriksaan-Nya pada Hari Kiamat. Siapa saja yang menahan kejelekannya pada bulan ini, Allah akan menahan murka-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Siapa saja yang memuliakan anak yatim pada bulan ini, Allah akan memuliakanya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Siapa saja yang menyambungkan tali silaturahmi pada bulan ini, Allah akan menghubungkannya dengan rahmat-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Siapa saja yang memutuskan kekeluargaan di bulan ini, Allah akan memutuskan rahmat-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa saja yang melakukan shalat sunnah pada bulan ini, Allah akan menuliskan baginya kebebasan dari api neraka. Siapa saja yang melakukan shalat fardhu, baginya pahala seperti melakukan 70 shalat fardhu pada bulan lain. Siapa saja yang memperbanyak shalawat kepadaku padai bulan ini, Allah akan memberatkan timbangannya pada hari ketika timbangan meringan. Siapa saja pada bulan ini membaca satu ayat al-Quran, pahalanya sama seperti mengkhatamkan al-Quran pada bulan-bulan yang lain. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai manusia! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya pintu-pintu surga dibukakan bagi kalian. Karena itu, mintalah kepada Tuhan kalian agar tidak pernah menutupkannya bagi kalian. Sesungguhnya pintu-pintu neraka tertutup. Karena itu, mohonlah kepada Tuhan kalian untuk tidak akan pernah membukakannya bagi kalian. Sesungguhnya setan-setan terbelenggu. Karena itu, mintalah agar mereka tak lagi pernah menguasai kalian… &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai manusia! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya kalian akan dinaungi oleh bulan yang senantiasa besar lagi penuh keberkahan, yaitu bulan yang di dalamnya ada suatu malam yang lebih baik dari seribu bulan; bulan yang Allah telah menjadikan puasanya suatu fardhu, dan qiyâm pada malam harinya suatu tathawwu’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa saja yang mendekatkan diri kepada Allah dengan suatu amal kebajikan di dalamnya, samalah dia dengan orang yang menunaikan suatu fardhu di dalam bulan yang lain. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ramadhan itu adalah bulan sabar, sedangkan sabar itu adalah pahalanya surga. Ramadhan itu adalah bulan memberi pertolongan dan bulan Allah memberikan rezeki kepada Mukmin di dalamnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa saja yang memberikan makanan berbuka kepada seseorang yang berpuasa, yang demikian itu merupakan pengampunan bagi dosanya dan kemerdekaan dirinya dari neraka. Orang yang memberikan makanan itu memperoleh pahala seperti orang yang berpuasa tanpa sedikitpun berkurang… &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dialah bulan yang permulaannya rahmat, pertengahannya ampunan dan akhirnya pembebasan dari neraka. Siapa saja yang meringankan beban dari budak sahaya, niscaya Allah mengampuni dosanya dan memerdekakannya dari neraka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, perbanyaklah empat perkara pada bulan Ramadhan: dua perkara untuk mendatangkan keridhaan Tuhan kalian; dua perkara lagi yang sangat kalian butuhkan. Dua perkara yang pertama ialah mengakui dengan sesungguhnya bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan mohon ampunan kepada-Nya. Dua perkara yang sangat kalian butuhkan ialah mohon surga dan perlindungan dari neraka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa saja yang memberi minum kepada orang yang berbuka puasa, niscaya Allah memberi minum kepadanya dari air kolam-Nya, dengan suatu minuman yang dia tidak merasakan haus lagi sesudahnya, sehingga dia masuk ke dalam surga. [HR Ibnu Khuzaimah]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4115985411416779827-6976167638123028419?l=kamalhanifmazaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kamalhanifmazaya.blogspot.com/feeds/6976167638123028419/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4115985411416779827&amp;postID=6976167638123028419' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4115985411416779827/posts/default/6976167638123028419'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4115985411416779827/posts/default/6976167638123028419'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kamalhanifmazaya.blogspot.com/2009/08/khutbah-rasulullah-saw-menyambut-bulan.html' title='Khutbah Rasulullah SAW menyambut Bulan Suci Ramadhan Al Mubarrak :'/><author><name>Dwindria Dini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18295441898622784580</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://3.bp.blogspot.com/-m-iDwN9fx6M/Td5a4DaOYRI/AAAAAAAAAIQ/sw3iXbfUpGU/s220/h%2B0799.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4115985411416779827.post-6906769500418664921</id><published>2009-08-20T15:37:00.000-07:00</published><updated>2009-08-20T15:42:36.283-07:00</updated><title type='text'>Diatas segalanya</title><content type='html'>Laa ilaaha illallaah... , tiada Tuhan selain Allah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi ternyata...&lt;br /&gt;Laa ilaaha illallaah bukan hanya sekedar bacaan.&lt;br /&gt;Laa ilaaha illallaah bukan hanya sekedar komat kamit.&lt;br /&gt;Laa ilaaha illallaah bukan hanya sekedar mengulang kata.&lt;br /&gt;Laa ilaaha illallaah bukan hanya sekedar 33-an, 100-an, 1000-an ucapan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata...&lt;br /&gt;Laa ilaaha illallaah adalah positioning aku terhadap segala sesuatu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Positioning&lt;br /&gt;Aku terhadap mataku...&lt;br /&gt;Aku terhadap penglihatanku.&lt;br /&gt;Aku terhadap warna dan warni.&lt;br /&gt;Aku terhadap bentuk dan rupa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku terhadap telingaku...&lt;br /&gt;Aku terhadap pendengaranku.&lt;br /&gt;Aku terhadap suara-suara.&lt;br /&gt;Aku terhadap nada dan irama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku terhadap hatiku...&lt;br /&gt;Aku terhadap suka dan cita.&lt;br /&gt;Aku terhadap sedih dan duka.&lt;br /&gt;Aku terhapap marah, iri, dan dengki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku terhadap otakku...&lt;br /&gt;Aku terhadap file pikiranku.&lt;br /&gt;Aku terhadap kata dan kalimat.&lt;br /&gt;Aku terhadap katanya-katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku terhadap waktu...&lt;br /&gt;Aku terhadap bayangan masa lalu.&lt;br /&gt;Aku terhadap mimpi masa depan.&lt;br /&gt;Aku terhadap lamunan syurga dan neraka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku terhadap milikku...&lt;br /&gt;Aku terhadap hartaku.&lt;br /&gt;Aku terhadap keluargaku.&lt;br /&gt;Aku terhadap jabatanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Laa..., bukan semua itu.&lt;br /&gt;Laa ilaha..., bukan semua itu yang kupentingkan.&lt;br /&gt;Laa ilaha..., bukan kepada semua itu aku binding.&lt;br /&gt;Laa ilaha..., bukan semua itu yang bisa meng-cover-ku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DERR...&lt;br /&gt;Akupun terhenyak...&lt;br /&gt;Aku ternyata duduk diatas semua itu.&lt;br /&gt;Aku terpisah dari semua itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu akupun terpana...&lt;br /&gt;Karena ada Sang ADA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akupun tercekam..&lt;br /&gt;Karena ada Wujud Sang ADA. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu...&lt;br /&gt;Kukabarkan kepada semua sahabatku bahwa ada Sang ADA&lt;br /&gt;Kuajak semua sahabatku untuk singgah mendekati Sang ADA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Illa Allah..., diatas semua itu ada Sang ADA.&lt;br /&gt;Illa Allah..., diatas semua itu hanya ada Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai sahabatku... , disini ada Allah.&lt;br /&gt;Singgahlah wahai sahabatku... , disini ada Allah.&lt;br /&gt;Singgahlah sejenak untuk menghadap Allah, Sang ADA.&lt;br /&gt;Singgahlah untuk memanggil Allah, Sang ADA.&lt;br /&gt;Singgahlah untuk terharu.&lt;br /&gt;Singgahlah untuk terhenyak.&lt;br /&gt;Singgahlah untuk terpana.&lt;br /&gt;Singgahlah untuk tercekam.&lt;br /&gt;Singgahlah untuk menjerit.&lt;br /&gt;Singgahlah untuk tercemplung. ..&lt;br /&gt;Singgahlah.. .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah..., Allah..., Allah..., Allaaaaaaaah. ..&lt;br /&gt;Ya Allah..., Ya Allah..., Ya Allaaaaaah.. .&lt;br /&gt;Laa ilaha illallah...&lt;br /&gt;Dan dari posisi inilah islam itu sebenarnya dimulai..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam,&lt;br /&gt;Deka&lt;br /&gt;17 Agustus 2009, Jalan Permana, Cimahi, Bandung&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4115985411416779827-6906769500418664921?l=kamalhanifmazaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kamalhanifmazaya.blogspot.com/feeds/6906769500418664921/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4115985411416779827&amp;postID=6906769500418664921' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4115985411416779827/posts/default/6906769500418664921'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4115985411416779827/posts/default/6906769500418664921'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kamalhanifmazaya.blogspot.com/2009/08/diatas-segalanya.html' title='Diatas segalanya'/><author><name>Dwindria Dini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18295441898622784580</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://3.bp.blogspot.com/-m-iDwN9fx6M/Td5a4DaOYRI/AAAAAAAAAIQ/sw3iXbfUpGU/s220/h%2B0799.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4115985411416779827.post-8716170492923717657</id><published>2009-08-20T15:34:00.001-07:00</published><updated>2009-08-20T15:34:59.703-07:00</updated><title type='text'>BULANPUN TELAH PERNAH TERBELAH.....Mukjizat Rasulullah</title><content type='html'>Benarkah peristiwa menakjubkan 14 abad yabg lalu saat Rasulullah dengan izin Allah membelah bulan?. Apapun yang datang dari Allah dan Rasulnya masuk akal atau tidak maka tiada pilihan untuk menolaknya. Karena sebuah penolakan adalah sbuah jawaban sedekat apa Iman kita pada kebenaran itu?. Untaian Risalah berikut smoga bisa menambah keyakinan kita akan sebuah kebenaran,... kebenaran yang mutlak dari-Nya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah berfirman: "Sungguh telah dekat hari qiamat, dan bulan pun telah terbelah (Q.S. Al-Qamar: 1)" Apakah kalian akan membenarkan kisah yang dari ayat Al-Qur'an ini menyebabkan masuk Islamnya pimpinan Hizb Islami Inggris ??Di bawah ini adalah kisahnya: &lt;br /&gt;Dalam temu wicara di televisi bersama pakar Geologi Muslim, Prof. Dr. Zaghlul Al-Najar, salah seorang warga Inggris mengajukan pertanyaan kepadanya, apakah ayat dari surat Al-Qamar di atas memiliki kandungan mukjizat secara ilmiah ? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka Prof. Dr. Zaghlul Al-Najar menjawabnya sebagai berikut: &lt;br /&gt;Tentang ayat ini, saya akan menceritakan sebuah kisah. Sejak beberapa waktu lalu, saya mempresentasikan di Univ. Cardif, Inggris bagian barat, dan para peserta yang hadir bermacam-macam, ada yang muslim dan ada juga yang bukan muslim. Salah satu tema diskusi waktu itu adalah seputar mukjizat ilmiah dari Al-Qur'an. Salah seorang pemuda yang beragama muslim pun berdiri dan bertanya, "Wahai Tuan, apakah menurut anda ayat yang berbunyi [Telah dekat hari qiamat dan bulan pun telah terbelah] mengandung mukjizat secara ilmiah ? Maka saya menjawabnya: Tidak, sebab kehebatan ilmiah diterangkan oleh ilmu pengetahuan, sedangkan mukjizat tidak bisa diterangkan ilmu pengetahuan, sebab ia tidak bisa menjagkaunya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan tentang terbelahnya bulan, maka itu adalah mukjizat yang terjadi pada Rasul terakhir Muhammad shallallahu 'alaihi wassalam sebagai pembenaran atas kenabian dan kerasulannya, sebagaimana nabi-nabi sebelumnya. Dan mukjizat yang kelihatan, maka itu disaksikan dan dibenarkan oleh setiap orang yang melihatnya. Andai hal itu tidak termaktub di dalam kitab Allah dan hadits-hadits Rasulullah, maka tentulah kami para muslimin di zaman ini tidak akan mengimani hal itu. Akan tetapi hal itu memang benar termaktub di dalam Al-Qur'an dan sunnah-sunnah Rasulullah shallallahu alaihi wassalam. Dan memang Allah ta'alaa benar-benar Maha berkuasa atas segala sesuatu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka Prof. Dr. Zaghlul Al-Najar pun mengutip sebuah kisah Rasulullah membelah bulan. Kisah itu adalah sebelum hijrah dari Mekah Mukarramah ke Madinah. Orang-orang musyrik berkata, "Wahai Muhammad, kalau engkau benar Nabi dan Rasul, coba tunjukkan kepada kami satu kehebatan yang bisa membuktikan kenabian dan kerasulanmu (mengejek dan mengolok-olok)?" Rasulullah bertanya, "Apa yang kalian inginkan ? Mereka menjawab: Coba belah bulan, .." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka Rasulullah pun berdiri dan terdiam, lalu berdoa kepada Allah agar menolongnya. Maka Allah memberitahu Muhammad agar mengarahkan telunjuknya ke bulan. Maka Rasulullah pun mengarahkan telunjuknya ke bulan, dan terbelahlah bulat itu dengan sebenar-benarnya. Maka serta-merta orang-orang musyrik pun berujar, "Muhammad, engkau benar-benar telah menyihir kami!" Akan tetapi para ahli mengatakan bahwa sihir, memang benar bisa saja "menyihir" orang yang ada disampingnya akan tetapi tidak bisa menyihir orang yang tidak ada ditempat itu. Maka mereka pun pada menunggu orang-orang yang akan pulang dari perjalanan. Maka orang-orang Quraisy pun bergegas menuju keluar batas kota Mekkah menanti orang yang baru pulang dari perjalanan. Dan ketika datang rombongan yang pertama kali dari perjalanan menuju Mekkah, maka orang-orang musyrik pun bertanya, "Apakah kalian melihat sesuatu yang aneh dengan bulan?"Mereka menjawab, "Ya, benar. Pada suatu malam yang lalu kami melihat bulan terbelah menjadi dua dansaling menjauh masing-masingnya kemudian bersatu kembali...!!!" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka sebagian mereka pun beriman, dan sebagian lainnya lagi tetap kafir (ingkar). Oleh karena itu, Allah menurunkan ayat-Nya: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh, telah dekat hari qiamat, dan telah terbelah bulan, dan ketika melihat tanda-tanda kebesaran Kami, merekapun ingkar lagi berpaling seraya berkata, "Ini adalah sihir yang terus-menerus", dan mereka mendustakannya, bahkan mengikuti hawa nafsu mereka. Dan setiap urusan benar-benar telah tetap ....sampai akhir surat Al-Qamar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini adalah kisah nyata, demikian kata Prof. Dr. Zaghlul Al-Najar. Dan setelah selesainya Prof. Dr. Zaghlul menyampaikan hadits nabi tersebut, berdiri seorang muslim warga Inggris dan memperkenalkan diri seraya berkata, "Aku Daud Musa Pitkhok, ketua Al-Hizb Al-Islamy Inggris. Wahai tuan, bolehkah aku menambahkan??" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prof. Dr. Zaghlul Al-Najar menjawab: Dipersilahkan dengan senang hati." &lt;br /&gt;Daud Musa Pitkhok berkata, "Aku pernah meneliti agama-agama (sebelum menjadi muslim), maka salah seorang mahasiswa muslim menunjukiku sebuah terjemah makna-makna Al-Qur'an yang mulia. Maka, aku pun berterima kasih kepadanya dan aku membawa terjemah itu pulang ke rumah. Dan ketika aku membuka-buka terjemahan Al-Qur'an itu di rumah, maka surat yang pertama aku buka ternyata Al-Qamar. Dan aku pun membacanya: Telah dekat hari qiamat dan bulan pun telah terbelah... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka aku pun bergumam: Apakah kalimat ini masuk akal?? Apakah mungkin bulan bisa terbelah kemudian bersatu kembali?? Andai benar, kekuatan macam apa yang bisa melakukan hal itu??? Maka, aku pun menghentikan dari membaca ayat-ayat selanjutnya dan aku menyibukkan diri dengan urusan kehidupan sehari-hari. Akan tetapi Allah Yang Maha Tahu tentang tingkat keikhlasam hamba-Nya dalam pencarian kebenaran. Maka aku pun suatu hari duduk di depan televisi Inggris. Saat itu ada sebuah diskusi diantara presenter seorang Inggris dan 3 orang pakar ruang angkasa AS. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga pakar antariksa tersebut pun menceritakan tentang dana yang begitu besardalam rangka melakukan perjalanan ke antariksa, padahal saat yang sama dunia sedang mengalami masalah kelaparan, kemiskinan, sakit dan perselisihan. Presenter pun berkata, " Andai dana itu digunakan untuk memakmurkan bumi, tentulah lebih banyak berguna". Ketiga pakar itu pun membela diri dengan proyek antariksanya dan berkata, "Proyek antariksa ini akan membawa dampak yang sangat positif pada banyak segmen kehidupan manusia, baik segi kedokteran, industri, dan pertanian. Jadi pendanaan tersebut bukanlah hal yang sia-sia, akan tetapi hal itu dalam rangka pengembangan kehidupan manusia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan diantara diskusi tersebut adalah tentang turunnya astronot menjejakkan kakiknya di bulan, dimana perjalanan antariksa ke bulan tersebut telah menghabiskan dana tidak kurang dari 100 juta dollar. Mendengar hal itu, presenter terperangah kaget danberkata, "Kebodohan macam apalagi ini, dana begitu besar dibuang oleh AS hanya untuk bisa mendarat di bulan?" Mereka pun menjawab, "Tidak, ..!!! Tujuannya tidak semata menancapkan ilmu pengetahuan AS di bulan, akan tetapi kami mempelajari kandungan yang ada di dalam bulan itu sendiri, maka kami pun telah mendapat hakikat tentang bulan itu, yang jika kita berikan dana lebih dari 100 juta dollar untuk kesenangan manusia, maka kami tidak akan memberikan dana itu kepada siapapun. Maka presenter itu pun bertanya, "Hakikat apa yang kalian telah capai sehingga demikian mahal taruhannya. Mereka menjawab, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ternyata bulan pernah mengalami pembelahan di suatu hari dahulu kala, kemudian menyatu kembali.!!! Presenter pun bertanya, "Bagaimana kalian bisa yakin akanhal itu?" Mereka menjawab, "Kami mendapati secara pasti dari batuan-batuan yang terpisah terpotong di permukaan bulan sampai di dalam (perut) bulan. Maka kami pun meminta para pakar geologi untuk menelitinya, dan mereka mengatakan, "Hal ini tidak mungkin telah terjadi kecuali jika memang bulan pernah terbelah lalu bersatu kembali". &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar paparan itu, ketua Al-Hizb Al-Islamy Inggris mengatakan, "Maka aku pun turun dari kursi dan berkata, "Mukjizat (kehebatan) benar-benar telah terjadi pada diri Muhammad sallallahu alaihi wassallam 1400-an tahun yang lalu. Allah benar-benar telah mengolok-olok AS untuk mengeluarkan dana yang begitu besar, 100 juta dollar lebih, hanya untuk menetapkan akan kebenaran muslimin !!!! Maka, agama Islam ini tidak mungkin salah ... Maka aku pun berguman, "Maka, aku pun membuka kembali Mushhaf Al-Qur'an dan aku baca surat Al-Qamar, dan ... saat itu adalah awal aku menerima dan masuk Islam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diterjemahkan oleh: Abu Muhammad ibn Shadiq &lt;br /&gt;www.makassarmuslim.blogspot.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4115985411416779827-8716170492923717657?l=kamalhanifmazaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kamalhanifmazaya.blogspot.com/feeds/8716170492923717657/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4115985411416779827&amp;postID=8716170492923717657' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4115985411416779827/posts/default/8716170492923717657'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4115985411416779827/posts/default/8716170492923717657'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kamalhanifmazaya.blogspot.com/2009/08/bulanpun-telah-pernah-terbelahmukjizat.html' title='BULANPUN TELAH PERNAH TERBELAH.....Mukjizat Rasulullah'/><author><name>Dwindria Dini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18295441898622784580</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://3.bp.blogspot.com/-m-iDwN9fx6M/Td5a4DaOYRI/AAAAAAAAAIQ/sw3iXbfUpGU/s220/h%2B0799.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4115985411416779827.post-3973403405958277360</id><published>2009-08-20T15:28:00.000-07:00</published><updated>2009-08-20T15:32:31.799-07:00</updated><title type='text'>Masih tentang Kematian</title><content type='html'>Rabu, 19 Agustus 2009 | 09:27 WIB&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TANGERANG, KOMPAS.com — Warga Jalan Garuda Pintu Air RT 03 RW 02, Kelurahan Juru Mudi Baru, Kecamatan Benda, Kota Tangerang, dua pekan lalu sempat dihebohkan seputar pembongkaran makam KH Abdullah Mukmin. Pasalnya, saat dibongkar, jasad kiai tersebut masih dalam kondisi utuh kendati telah meninggal 26 tahun silam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhasil, kini makam kiai yang juga mantan Wakil Ketua Pengadilan Agama Tangerang itu menjadi pusat perhatian warga. “Ada saja yang datang ke sini. Ada yang ziarah, ada juga yang sekadar melihat-lihat,” kata Ahmad Pathi, anak keempat dari tujuh bersaudara mendiang KH Abdullah Mukmin saat ditemui pada Selasa (18/8) petang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kesempatan itu, Ahmad ditemani kakak sulungnya, Mukhtar Ali. Mukhtar mengatakan, pihaknya mengizinkan warga yang ingin berziarah ataupun hanya untuk melihat makam mendiang ayah mereka yang meninggal pada 22 Oktober 1983. Ayah mereka meninggal karena gagal ginjal dan sempat menjalani perawatan di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkait pembongkaran makam tersebut, menurut Ahmad, karena terkait proyek Pemerintah Kota Tangerang untuk pelebaran Jalan Benda. Proyek pelebaran jalan ini untuk membuka akses lebih lebar menuju Bandara Soekarno-Hatta yang memang tidak jauh dari lokasi pemakaman tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ahmad mengatakan, lokasi kuburan awal ayahnya berada di areal Musala An-Najat. Lokasinya di bibir Kali Ciajane dan tidak jauh dari Pondok Pesantren As-Ashidiqiyah II milik KH Iskandar Mohammad SQ.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ahmad yang ketika itu ikut dalam pembongkaran makam mengaku perasaannya antara percaya dan tidak ketika melihat jasad ayahnya masih dalam kondisi utuh. Selain kondisi jasad, papan penutup jenazah pun dalam kondisi utuh, sama sekali tidak lapuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kain kafan masih utuh, waktu mau dipindahin, kain cuma kotor terkena lumpur. Jadi, cuma saya siram-siram air sedikit sudah bersih lagi. Papan penutup yang sampai ke dasar juga utuh,” kata Ahmad seraya memperlihatkan papan tersebut yang katanya dari kayu kamper. “Saya sempat menyimpan dua papan buat kenang-kenangan,” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan, imbuh Ahmad, papan bekas penutup makam tersebut sempat ada yang memintanya, tapi ia menolaknya. Untuk apa? “Saya enggak tahu buat apa,” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mukhtar menambahkan, waktu makam dibongkar, kain kafan yang melilit tubuh jasad ayahnya masih utuh dan berwarna putih bersih. “Saya sempat lihat wajahnya, masih seperti 26 tahun waktu dulu dikubur, enggak berubah. Badannya juga masih seperti dulu, cuma rambutnya agak memutih. Baunya wangi sekali,” imbuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disinggung seperti apa sosok mendiang, menurut Mukhtar, ayahnya dikenal sebagai guru dan juga tokoh masyakarat yang disegani. Abdullah Mukmin datang ke Kelurahan Juru Mudi pada 1950-an setelah belajar di Darul Ulum, Mekkah, selama 25 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abdullah memiliki tiga istri. Istri pertama, Rohani, meninggal dan dikarunia dua anak. Abdullah menikah untuk kedua kalinya dengan Maswani dan dikarunia lima anak, tetapi Maswani lebih dulu dipanggil Sang Khalik. Terakhir, Abdullah menikahi Hajah Romlah asal Kramat Pulo, tetapi tidak dikarunia anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semasa hidupnya, di lingkungan itu Abdullah mendirikan madrasah ibtidaiyah (MI) yang diberi nama MI Islahuddiniyah, yang berada di depan rumahnya. Kini MI ini dikelola putranya, Abdul Zibaqi. Gedung MI ini pun sebagian tergusur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun makam mendiang yang sebelumnya berada di samping Musala An-Najat, menurut Ahmad, merupakan permintaan mendiang sebelum meninggal. “Waktu itu pesannya kalau meninggal minta dimakamkan di samping Musala An-Najat,” kata Ahmad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini, makam baru KH Abullah Mukmin terletak persis di depan rumah Ahmad atau digeser beberapa meter dari lokasi semula. Di areal pemakaman baru itu terdapat tiga makam, yakni makam KH Abudllah Mukmin, makam putra keduanya bernama M Subur, dan makam Maswani, istri kedua mendiang yang juga ibu kandung Ahmad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkait kondisi jasad ayahnya yang masih utuh, Ahmad mengaku tak mendapatkan tanda-tanda tertentu sebelumnya. “Cuma saya pernah mendengar kalau jasad seorang kiai itu katanya utuh, tidak seperti yang lain. Saya bukan bermaksud mau menyombongkan diri, mudah-mudah apa kata orang itu benar terkait ayah saya,” tandas Ahmad&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4115985411416779827-3973403405958277360?l=kamalhanifmazaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kamalhanifmazaya.blogspot.com/feeds/3973403405958277360/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4115985411416779827&amp;postID=3973403405958277360' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4115985411416779827/posts/default/3973403405958277360'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4115985411416779827/posts/default/3973403405958277360'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kamalhanifmazaya.blogspot.com/2009/08/masih-tentang-kematian.html' title='Masih tentang Kematian'/><author><name>Dwindria Dini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18295441898622784580</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://3.bp.blogspot.com/-m-iDwN9fx6M/Td5a4DaOYRI/AAAAAAAAAIQ/sw3iXbfUpGU/s220/h%2B0799.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4115985411416779827.post-6499030990677963977</id><published>2009-08-18T01:46:00.000-07:00</published><updated>2009-08-18T01:51:53.074-07:00</updated><title type='text'>Admiring words</title><content type='html'>Sedang kagum dengan sebuah prinsip yang dipegang erat oleh seseorang. ”Sedikit tp bermanfaat lebih baik daripada segudang perpustakaan atau toko buku yg diam.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manis, cakep, sweet, tepat sasaran, dan padat. Terima kasih ya teman baruku.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4115985411416779827-6499030990677963977?l=kamalhanifmazaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kamalhanifmazaya.blogspot.com/feeds/6499030990677963977/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4115985411416779827&amp;postID=6499030990677963977' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4115985411416779827/posts/default/6499030990677963977'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4115985411416779827/posts/default/6499030990677963977'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kamalhanifmazaya.blogspot.com/2009/08/admiring-words.html' title='Admiring words'/><author><name>Dwindria Dini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18295441898622784580</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://3.bp.blogspot.com/-m-iDwN9fx6M/Td5a4DaOYRI/AAAAAAAAAIQ/sw3iXbfUpGU/s220/h%2B0799.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4115985411416779827.post-5729244899388354256</id><published>2009-08-18T00:03:00.000-07:00</published><updated>2009-08-18T00:12:15.934-07:00</updated><title type='text'>Gerakan Membangun Bangsa</title><content type='html'>Demi matahari dan sinarnya di pagi hari&lt;br /&gt;Demi bulan apabila mengiringi&lt;br /&gt;Demi siang apabila menampakkan diri&lt;br /&gt;Demi malam apabila menutupi&lt;br /&gt;Demi langit dan seluruh binaannya&lt;br /&gt;Demi bumi dan yang ada di permukaannya&lt;br /&gt;Demi jiwa dan penyempurnaannya&lt;br /&gt;Allah mengilhamkan sukma kebaikan dan keburukan &lt;br /&gt;Beruntunglah bagi siapa yang mensucikannya&lt;br /&gt;Merugilah bagi siapa yang mengotorinya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku sedang mengagumi sebuah gerakan konkrit membangun moral bangsa.  Kenyang dengan jargon-jargon dan adagium-adagium yang dilontarkan beberapa orang dengan ide yang juga sejenis: pembaruan, reformasi, rekonstruksi, namun hanya menjadikannya sebuah headline belaka, gerakan yang satu ini menggebrak dan meraung-raung gagah berani. &lt;br /&gt;Aku jadi teringat seekor macan:)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari seorang bapak konseptor yang handal berkarakter kuat berbekal 99 suara hati mulia, kemudian lahir kader-kader terbaik yang sudah matang tertempa ilmu. Mereka kemudian menyebarkan anak didik-anak didik itu ke seluruh penjuru negeri bahkan hingga membelah benua. &lt;br /&gt;Betapa cerdasnya untuk tidak mengambil jalan pengkultusan individu!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah konkrit. Itu kuncinya. Dengan paket spiritualitas modern, dengan konsep pembentukan karakter diri berbasis spiritualitas, mereka bergerak dengan rapi, well-organized, tajam, tepat sasaran dan tak gentar, bergerak, menyerang, menyebrang, terjang. &lt;br /&gt;Aku jadi ingat sebuah lagu perjuangan:)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka memang gagah. Keren, bahasa santainya! Sangat terencana dan menjunjung tinggi profesionalitas. Mereka juga open mind dengan tak segan memuji, mengambil  teori negara lain, mengkaizenkan sebuah prinsip (kaizen berarti “mengambil yang baik, membuang yang buruk dan menciptakan yang baru) dan memakainya sebagai teori study yang baru dengan tetap menggenggam erat Al Haq.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka mengenalkan tauhid dan fitrah dengan ’sahabat-sahabat lain’, dengan sangat bersahabat dan hangat. Very warm. Benar-benar mengajarkan arti solidaritas yang sebenar-benarnya. Maka tak mengherankan apabila kemudian mereka mulai merambah mancanegara. (Semoga Allah selalu melindungi mereka. Amin)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan adanya gerakan ini, harapanku untuk bangsa ini yang sempat timbul tenggelam antara pesimis, optimis, kemudian pesimis, dan lalu optimis lagi, tiba-tiba menguat dan memadat laksana inti bumi. Melihat kiprahnya, aku menjadi yakin dan percaya bahwa Indonesia Emas 2020 yang mereka cita-citakan adalah b.i.s.a dan m.u.n.g.k.i.n.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang ’pahlawanku’ itu sudah bergeser bergerak meninggalkanku sendiri untuk meneruskan ’jihad’nya. Dia meninggalkanku untuk memilih dua jalan. Bangkit atau kembali lalai. Semoga tidak termasuk golongan yang kedua. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, tulisan ini memang menjadi tulisan penuh pujian, tapi mari kita kembalikan segala puji-pujian kepada Allah Yang Maha Agung. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Allah mengilhamkan sukma kebaikan dan keburukan. Beruntunglah bagi siapa yang mensucikannya. Merugilah bagi siapa yang mengotorinya.”&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4115985411416779827-5729244899388354256?l=kamalhanifmazaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kamalhanifmazaya.blogspot.com/feeds/5729244899388354256/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4115985411416779827&amp;postID=5729244899388354256' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4115985411416779827/posts/default/5729244899388354256'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4115985411416779827/posts/default/5729244899388354256'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kamalhanifmazaya.blogspot.com/2009/08/gerakan-membangun-bangsa.html' title='Gerakan Membangun Bangsa'/><author><name>Dwindria Dini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18295441898622784580</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://3.bp.blogspot.com/-m-iDwN9fx6M/Td5a4DaOYRI/AAAAAAAAAIQ/sw3iXbfUpGU/s220/h%2B0799.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4115985411416779827.post-4367347958567289793</id><published>2009-08-16T16:58:00.000-07:00</published><updated>2009-08-16T17:02:05.835-07:00</updated><title type='text'>By Yusuf Mansur Network Tuesday, July 28, 2009 at 4:01pm</title><content type='html'>Bismillaahirrahmaanirrahiim. Allaahumma shalli wasallim wabaarik 'alaa sayyidinaa Muhammadin wa 'alaa aali sayyidinaa Muhammadi. Astaghfirullahal a'dzhiim wa atuubu ilaih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah, selamatkanlah kami semua dari semua dosa dan perbuatan kami sendiri. Selamatkanlah dari kehinaan dan permaluan. Selamatkanlah dari fitnah dunia dan segala apa yang membahayakannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah, Engkau yang menahan sesuatu dan menjaganya. Engkau jugalah pemilik segala pertolongan yang kami-kami butuhkan. Semua beban kami, kesulitan kami, kesusahan kami, hanya Engkau yang mampu mengatasinya. Hanya Engkau ya Allah. Tidak ada selain Engkau yang mampu menolong kami. Tidak ada satupun pertolongan manusia bisa menolong kami jika Engkau tiada menghendakinya. Dan tidak ada satupun bahaya menimpa kami jika Engkau juga tiada mengizinkannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah, terlalu kecil semua urusan kami buat-Mu. Bahkan semua urusan manusia jika dikumpulkan dan dihadapkan pada-Mu, juga teramat kecil. Tiadalah salah kami yang lemah ini bener-benar bergantung kepada-Mu. Jika ada dosa kami, maka ampunilah ya Allah. Jangan sampai dosa kami menyengsarakan kami dunia akhirat. Dan jika ada kebaikan dari diri kami, mudah-mudahan ia mencukupi buat diri kami mendapatkan rahmat-Mu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai yang maha pengasih dan yang maha peyayang, sungguh kami sangat berhajat akan pertolongan-Mu. Ya Allah, betapa kami-kami ini sudah menjadi hamba-Mu yang lalai dan lalai terus. Diberi sedikit nikmat saja, sudah lari kami menjauh dari diri-Mu. Adalah pantas jika kemudian kesusahan dan kesulitan kembali Engkau hidangkan di kehidupan kami. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah, kami pahami semua kesulitan kami adalah sebuah bentuk Kasih Sayang-Mu terhadap kami. Engkau tidak menghendaki kami susah di negeri yang kami tidak bisa lagi kembali. Engkau menghendaki kami bertaubat dan meniti jalan lagi kembali menuju diri-Mu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah, bimbinglah kami agar kami bisa menemukan mutiara di balik semua kesusahan kami. Penuhi hati kami dengan kesabaran, keikhlasan menjalani hidup, dan niatan yang kuat untuk memenuhi hidup kami dengan ibadah kepada-Mu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah, kepada siapa lagi kami mengadu jika bukan pada-Mu. Kepada siapa lagi kami bersandar jika bukan pada-Mu. Kepada siapa lagi kami berlindung dari segala ketakutan dan kegelisahan kami, jika bukan kepada-Mu. Tunjukkan segala jalan buat kami untuk mendapatkan ridha-Mu dan Pertolongan-Mu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah, sesiapa yang membaca doaku ini, lalu ia menambahinya dengan apa-apa yang menyesakkan dadanya, kabulkanlah. Sesiapa yang membaca doa ini, dan kemudian ia menambahi dengan apa yang memusingkannya, dan dengan apa yang menjadi hajatnya, kabulkanlah ya Allah. Engkau betul-betul Maha Kuasa atas segala sesuatu. Tidak ada yang tidak mungkin bagi diri-Mu. Kekuasaan-Mu tiada berbatas dan tiada bertepi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Laa hawla walaa quwwata illaa billaahil 'aliyyil 'adzhiem, washallallaahu 'alaa sayyidinaa Muhammadin wa 'alaa aalihi wa shohbihii ajma'iin, walhamdulillaahi robbil 'aalamiin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yth., jamaah sekalian, saya mohon munajat ini untuk disebar/diteruskan lagi baik via email, komunitas2, posting blog, dan lain sebagainya. Terima kasih.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4115985411416779827-4367347958567289793?l=kamalhanifmazaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kamalhanifmazaya.blogspot.com/feeds/4367347958567289793/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4115985411416779827&amp;postID=4367347958567289793' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4115985411416779827/posts/default/4367347958567289793'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4115985411416779827/posts/default/4367347958567289793'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kamalhanifmazaya.blogspot.com/2009/08/by-yusuf-mansur-network-tuesday-july-28.html' title='By Yusuf Mansur Network Tuesday, July 28, 2009 at 4:01pm'/><author><name>Dwindria Dini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18295441898622784580</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://3.bp.blogspot.com/-m-iDwN9fx6M/Td5a4DaOYRI/AAAAAAAAAIQ/sw3iXbfUpGU/s220/h%2B0799.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4115985411416779827.post-856746058594293647</id><published>2009-08-11T04:44:00.000-07:00</published><updated>2009-08-11T04:46:41.141-07:00</updated><title type='text'>It's good to know that I am inspiring someone to write a poem</title><content type='html'>Hari ini…&lt;br /&gt;Hari ini begitu indah, doa yang terkirim untukku membuatku bahagia&lt;br /&gt;Pemilik doa itu adalah pria yang aku puja&lt;br /&gt;Pria yang sederhana namun bersahaja&lt;br /&gt;Pria yang tidak sadar bahwa aku sangat kagum padanya&lt;br /&gt;Pria yang selalu ada dalam doa-doa disetiap sujud malamku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepada sang Maha Pemberi&lt;br /&gt;Berikanlah kebahagian yang aku punya kepadanya&lt;br /&gt;Buatlah dia mengerti bahwa aku mencintainya &lt;br /&gt;Semoga ketika esok tiba&lt;br /&gt;Karunia dan rahmatMu akan selalu menyertai langkah kami&lt;br /&gt;Mencapai cita-cita tulus untuk bisa meyempurnakan separuh dien &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;By. Anis Sumarni&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4115985411416779827-856746058594293647?l=kamalhanifmazaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kamalhanifmazaya.blogspot.com/feeds/856746058594293647/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4115985411416779827&amp;postID=856746058594293647' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4115985411416779827/posts/default/856746058594293647'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4115985411416779827/posts/default/856746058594293647'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kamalhanifmazaya.blogspot.com/2009/08/its-good-to-know-that-i-am-inspiring.html' title='It&apos;s good to know that I am inspiring someone to write a poem'/><author><name>Dwindria Dini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18295441898622784580</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://3.bp.blogspot.com/-m-iDwN9fx6M/Td5a4DaOYRI/AAAAAAAAAIQ/sw3iXbfUpGU/s220/h%2B0799.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4115985411416779827.post-1919913722409023508</id><published>2009-08-11T04:07:00.001-07:00</published><updated>2009-08-11T04:22:09.601-07:00</updated><title type='text'>TANDA-TANDA KEMATIAN</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_M43PeUrp_Xc/SoFTtrTNDcI/AAAAAAAAAGw/ez2BPge-uxI/s1600-h/Bendera_kematian.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_M43PeUrp_Xc/SoFTtrTNDcI/AAAAAAAAAGw/ez2BPge-uxI/s200/Bendera_kematian.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5368664274984832450" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(From a blog)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun tanda-tanda kematian menurut para ulama adalah benar dan ujud, cuma amalan dan ketakwaan kita saja yang akan dapat membedakan kepekaan kita kepada tanda-tanda ini. RasulAlloh SAW diriwayatkan masih mampu memperlihatkan dan menceritakan kepada keluarga dan sahabat secara langsung akan kesukaran menghadapi sakaratul maut dari awal hingga akhir hayat Beliau. Imam Ghazali Rahimahullah diriwayatkan memperolehi tanda-tanda ini sehingga beliau mampu menyiapkan dirinya untuk menghadapi sakaratul maut secara sendirian. Beliau menyiapkan dirinya dengan segala persiapan termasuk mandinya, wuduknya serta kafannya sekali cuma ketika sampai bagian tubuh dan kepala saja beliau telah memanggil abangnya yaitu Imam Ahmad Ibnu Hambal untuk menyambung tugas tersebut. Beliau wafat ketika Imam Ahmad bersedia untuk mengkafankan bagian mukanya. &lt;br /&gt;Adapun riwayat-riwayat ini memperlihatkan kepada kita sesungguhnya Alloh Subhanahu Wa Ta’ala tidak pernah berlaku zalim kepada hambanya. Tanda-tanda yang diberikan adalah untuk menjadikan kita hambaNya supaya dapat bertaubat dan siap dalam perjalanan menghadap Alloh Subhanahu Wa Ta’ala. Walau bagaimanapun semua tanda-tanda ini akan berlaku kepada orang-orang Islam saja manakala orang-orang kafir yaitu orang yang menyekutukan Alloh nyawa mereka ini akan terus diambil tanpa peringatan sesuai dengan kekufuran mereka kepada Alloh Subhanahu Wa Ta’ala. &lt;br /&gt;Adapun tanda-tanda ini terbagi kepada beberapa keadaan : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanda 100 hari sebelum hari mati.&lt;br /&gt;Ini adalah tanda pertama dari Alloh Subhanahu Wa Ta’ala kepada hambaNya dan hanya akan disadari oleh mereka-mereka yang dikehendakiNya. Walau bagaimanapun semua orang Islam akan mendapat tanda ini cuma mereka sadar atau tidak saja. Tanda ini akan berlaku lazimnya selepas waktu Asar. Seluruh tubuh yaitu dari ujung rambut sehingga ke ujung kaki akan mengalami getaran atau seakan-akan mengigil, contohnya seperti daging lembu yang baru disembelih dimana jika diperhatikan dengan teliti kita akan mendapati daging tersebut seakan-akan bergetar. Tanda ini rasanya nikmat dan bagi mereka sadar serta berdetak di hati bahwa mungkin ini adalah tanda mati, selanjutnya maka getaran ini akan berhenti dan hilang setelah kita sadar akan kehadiran tanda ini. Bagi mereka yang tidak diberi kesadaran atau mereka yang hanyut dengan kenikmatan tanpa memikirkan soal kematian, tanda ini akan lenyap begitu saja. Bagi yang sadar dengan kehadiran tanda ini maka ini adalah peluang terbaik untuk memanfaatkan masa yang ada untuk mempersiapkan diri dengan amalan dan urusan yang akan dibawa atau ditinggalkan sesudah mati. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanda 40 hari sebelum hari mati &lt;br /&gt;Tanda ini juga akan berlaku sesudah waktu Asar. Bagian pusat kita akan berdenyut-denyut. Pada ketika ini daun yang tertulis nama kita akan gugur dari pohon yang letaknya di atas Arashy Alloh Subhanahu Wa Ta’ala. Maka malaikat maut akan mengambil daun tersebut dan mulai membuat persiapan ke atas kita, antaranya ialah ia akan mula mengikuti kita sepanjang waktu. Akan terjadi malaikat maut ini akan memperlihatkan wajahnya sekilas lalu dan jika ini terjadi, mereka yang terpilih ini akan merasakan seakan-akan bingung seketika. Adapun malaikat maut ini wujudnya cuma seorang tetapi kuasanya untuk mencabut nyawa adalah bersamaan dengan jumlah nyawa yang akan dicabutnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanda 7 hari &lt;br /&gt;Adapun tanda ini akan diberikan hanya kepada mereka yang diuji dengan musibah kesakitan di &lt;br /&gt;mana orang sakit yang tidak makan secara tiba- tiba hanya berselera untuk makan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanda 3 hari &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada ketika ini akan terasa denyutan di bagian tengah dahi kita yaitu diantara dahi kanan dan&lt;br /&gt;kiri. Jika tanda ini dapat, dirasa maka berpuasalah kita selepas itu supaya perut kita tidak mengandung banyak najis dan ini akan memudahkan urusan orang yang akan memandikan kita nanti. Ketika ini juga mata hitam kita tidak akan bersinar lagi dan bagi orang yang sakit, hidungnya akan perlahan-lahan jatuh dan ini dapat dirasa jika kita melihatnya dari bagian sisi. Telinganya akan layu dimana bagian ujungnya akan beransur-ansur masuk ke dalam. Telapak kakinya yang terlunjur akan perlahan-lahan jatuh ke depan dan sukar ditegakkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanda 1 hari &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan berlaku sesudah waktu Asar di mana kita akan merasakan satu denyutan di sebelah belakang yaitu di kawasan ubun-ubun di mana ini menandakan kita tidak akan sempat untuk menemui waktu Asar keesokan harinya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanda akhir &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan berlaku keadaan di mana kita akan merasakan satu keadaan sejuk di bagian pusat, akan turun ke pinggang dan seterusnya akan naik ke bagian halkum. Ketika ini hendaklah kita terus mengucap kalimah syahadah, berdiam diri dan menantikan kedatangan malaikat maut untuk menjemput kita kembali kepada Alloh Subhanahu Wa Ta’ala yang telah menghidupkan kita dan sekarang akan mematikan pula. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENUTUP &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya marilah kita bertaqwa dan berdoa kepada Alloh Subhanahu Wa Ta’ala semoga kita &lt;br /&gt;adalah di antara orang-orang yang yang dipilih oleh Alloh yang akan diberi kesadaran untuk peka terhadap tanda-tanda mati ini semoga kita dapat membuat persiapan terakhir dalam usaha memohon keampunan pada dari Alloh Subhanahu Wa Ta’ala maupun dari sesama manusia atas segala dosa dan urusan hutang piutang kita. Walau bagaimanapun sesuai dengan sifat Alloh Subhanahu Wa Ta’ala yang maha berkuasa lagi pemurah lagi maha mengasihani maka diriwatkan bahawa tarikh mati seseorang manusia itu masih boleh diubah dengan amalan doa yaitu doa dari kita sendiri ataupun doa dari orang lain. Namun ini adalah ketentuan Alloh Subhanahu Wa Ta’ala semata-mata. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh itu marilah kita bersama-sama berusaha dan berdoa semuga kita diberi hidayah dan petunjuk oleh Alloh Subhanahu Wa Ta’ala serta kelapangan masa dan kesehatan tubuh badan dan juga fikiran dalam usaha kita untuk mencari keridhaan Alloh Subhanahu Wa Ta’ala di dunia maupun akhirat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang baik dan benar itu datangnya dari Alloh Subhanahu Wa Ta’ala dan apa yang salah dan khilaf itu adalah dari kelemahan manusia itu sendiri.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4115985411416779827-1919913722409023508?l=kamalhanifmazaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kamalhanifmazaya.blogspot.com/feeds/1919913722409023508/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4115985411416779827&amp;postID=1919913722409023508' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4115985411416779827/posts/default/1919913722409023508'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4115985411416779827/posts/default/1919913722409023508'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kamalhanifmazaya.blogspot.com/2009/08/tanda-tanda-kematian.html' title='TANDA-TANDA KEMATIAN'/><author><name>Dwindria Dini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18295441898622784580</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://3.bp.blogspot.com/-m-iDwN9fx6M/Td5a4DaOYRI/AAAAAAAAAIQ/sw3iXbfUpGU/s220/h%2B0799.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_M43PeUrp_Xc/SoFTtrTNDcI/AAAAAAAAAGw/ez2BPge-uxI/s72-c/Bendera_kematian.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4115985411416779827.post-6615124058518896992</id><published>2009-08-11T03:56:00.000-07:00</published><updated>2009-08-11T04:04:28.236-07:00</updated><title type='text'>Kematian</title><content type='html'>Aku sering memikirkan tentang proses kematian. Aku sering merenungkan akan seperti apa perjalanan ruh yang tercabut dari jasadku. Akankan itu menjadi proses yang menyakitkan? Aku pernah membaca perumpamaannya. Bahwa rasanya seperti ketika kau melihat mimik unta  yang sedang dikuliti hidup-hidup. Hmm!  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku juga sering memikirkan bagaimana aku meninggal. Apakah aku akan mati karena tua? Apakah aku akan mati karena sebuah kecelakaan lalu lintas? Tabrak lari? Tabrakan beruntun? Mobil dengan motor? Atau motor dengan motor?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah aku akan mati karena wabah penyakit? Atau mati di sebuah bencana alam? Banjir? Gempa? Longsor? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika aku hampir tenggelam di sebuah kolam renang ketika masih muda dulu, aku rasa aku sudah hampir bisa merasakan kematian. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku masih ingat perasaan ketika oksigen sudah mulai berkurang tergantikan literan air yang mulai memenuhi tubuh. Mataku yang melotot dan paru-paruku yang rasanya seperti meledak, tak menemukan udara untuk dihirup. Oh, ternyata bukan itu momen kematianku. Aku hanya dipersilahkan saja untuk merasakan sensasinya. Terima kasih Tuhan atas anugerah itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika suatu siang yang terik, motorku hampir ditabrak oleh truk yang melaju menyalip kendaraan lain dengan kencang, aku rasa aku sudah hampir bisa merasakan kematian. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Detik ketika aku tersentak, dengan nafas yang tertahan, dan mulut yang menganga di atas motor. Sepersekian detik yang sangat dramatis, dan perasaan sesudahnya ketika aku mendapati diriku yang lolos dari maut, ngos-ngosan menenangkan diri itu, yang sampai sekarang susah hilang dari ingatan. Jika saja itu adalah momen kematianku, maka aku akan mati tanpa kalimat apapun terucap dari mulutku. Apalagi kalimat tauhid yang kudamba akan bisa terlafaz menjelang kematianku! Tidak ada yang terucap! kecuali kata ”ah” yang tercekat karena kaget. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Momen lain ketika aku sebagai terbonceng, terhempas dengan dada dihantam truk Angkatan Darat yang kokoh dan besar, hmm aku hanya dipersilahkan saja untuk merasakan betapa menyakitkannya jika dada yang ringkih terhantam sisi kanan sebuah truk yang besarnya sedunia. Betapa tidak imbangnya. Luka dalam yang biru dan lebam di sekujur tubuh yang masih menyisakan nyeri bahkan seminggu setelah kejadian, seperti mengingatkan bahwa aku hanya manusia yang tak pantas untuk sombong. Itu hanyalah sebuah truk yang menghajarku, dan bukan aneka peralatan neraka yang akan menyiksaku kelak di neraka. ))&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di umur berapa aku akan memui ajalku?  Akankan seperti seorang saudara yang meninggal di kursi makan dengan wajah yang lunglai di atas meja makan? Sehat walafiat, segar bugar dan sedetik kemudian ”hilang”. Akankah seperti itu? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku pernah membaca, Allah akan menjadikan proses kematian untuk hamba-hambaNya yang terpilih, terasa menyakitkan. Melalui ruh yang tercabut dengan perlahan dari ujung kaki hingga bagian paling atas jasadmu, bersama itu pulalah dihabiskan sekalian dosa-dosamu di sekujur jiwamu. Maka proses itu menjadi maha sakit. Aku rasa aku tidak akan keberatan mengalami itu. Berharap bersih seperti bayi kemudian melenggang masuk ke jannahNya adalah sebuah cita-cita mulia yang butuh untuk diperjuangan dari sekarang aku rasa. Seperti layaknya cita-cita wafat dengan husnul khotimah. (Insya Allah. Insya Allah. Hope soooo)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika peristiwa Israel yang menyerang Palestina, media seperti sudah mati rasa dan tega menayangkan gambar bayi dan anak-anak yang mati tertembak atau terkubur hidup-hidup. Aku memandang mereka lekat-lekat dan membaca raut-raut wajah penghuni surga. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika seorang teman keguguran, kehilangan batitanya, ketika seorang saudara kehilangan janin kembarnya, aku mentafakuri peristiwa ruh anak-anak yang sedang melenggang masuk ke surga. Aku iri pada ruh mungil itu dan iri kepada para orang tua yang sedang diuji Allah itu. Apakah itu jelek karena iri pada hal-hal aneh? Mudah-mudahan tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika peristiwa tsunami terjadi di Aceh dan Metro TV yang terus menerus memutar rekaman amatirnya, aku menatap lekat-lekat wajah-wajah yang bersalaman dengan maut. Mereka sudah ”di situ” dan aku mengira-ngira seperti apa rasanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika  Amrozi Cs tertangkap dan sedang menantikan detik-detik eksekusi, aku menatap wajah-wajah mereka dari layar kaca. Ini bukan karena huru-hara yang mereka lakukan atas nama agama, atau karena pilihan ”perjuangan” mereka. Itu urusan mereka. Ini tentang menduga-duga apa saja kegiatan mereka di last days on earth itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi mereka-mereka yang menunggu hari penembakan, aku menduga-duga apa saja yang mereka lakukan? Apakah beribadah sebanyak-banyaknya? Beramal sholeh, memohon ampunan, istigfar, bersedekah, menyucikan jiwa, dan sejenisnya, dan sejenisnya? Mungkin. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini bukan tulisan tentang "mengharap" untuk mati karena kita muslim dilarang melakukannya. Ini sekedar tulisan utnuk mengingat kematian itu sendiri. Dengan mengingat kematian hati menjadi lebih wara' dalam menjalani hidup.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4115985411416779827-6615124058518896992?l=kamalhanifmazaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kamalhanifmazaya.blogspot.com/feeds/6615124058518896992/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4115985411416779827&amp;postID=6615124058518896992' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4115985411416779827/posts/default/6615124058518896992'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4115985411416779827/posts/default/6615124058518896992'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kamalhanifmazaya.blogspot.com/2009/08/kematian.html' title='Kematian'/><author><name>Dwindria Dini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18295441898622784580</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://3.bp.blogspot.com/-m-iDwN9fx6M/Td5a4DaOYRI/AAAAAAAAAIQ/sw3iXbfUpGU/s220/h%2B0799.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4115985411416779827.post-567309696504462307</id><published>2009-08-10T03:38:00.000-07:00</published><updated>2009-08-10T03:45:39.664-07:00</updated><title type='text'>Renungan - cintailah sang pemberi syafaatmu</title><content type='html'>Rasulullah Menangis di Padang Mahsyar&lt;br /&gt;Dari Usman bin Affan bin Dahaak bin Muzahim daripada Abbas ra. Paman Rasulullah SAW dari Rasulullah SAW telah bersabda yang bermaksud:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aku adalah orang (manusia) yang paling awal dibangkitkan dari kubur (bumi) pada hari kiamat yang tiada kebanggaan. Bagiku ada syafaat pada hari kiamat yang tiada kemegahan. Bendera pujian di tanganku dan nabi nabi keseluruhannya berada di bawah benderaku. Umatku adalah umat yang terbaik. Mereka adalah umat yang pertama dihisab sebelum umat yang lain. Ketika mereka bangkit dari kubur.. mereka akan mengibas (membuang) tanah yang ada di atas kepala mereka. Mereka semua akan berkata: "Kami bersaksi bahawa tiada Tuhan melainkan Allah dan kami bersaksi bahawa Muhammad itu Rasulullah. Inilah yang telah dijanjikan oleh Allah Taala serta dibenarkan oleh para rasul." Ibnu Abbas ra berkata: "Orang yang pertama dibangkitkan dari kubur di hari kiamat ialah Muhammad SAW. Jibril as akan datang kepadanya bersama seekor Buraq. Israfil pula datang dengan membawa bersama bendera dan mahkota. Izrail pula datang dengan membawa bersamanya pakaian pakaian syurga."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jibril as akan menyeru: "Wahai dunia! Di mana kubur Muhammad SAW?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bumi akan berkata: "Sesungguhnya Tuhanku telah menjadikan aku hancur. Telah hilang segala lingkaran.. tanda dan gunung gunungku. Aku tidak tahu dimana kubur Muhammad SAW."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah SAW bersabda: "Lalu diangkatkan tiang tiang dari cahaya dari kubur Nabi Muhammad SAW ke awan langit. Maka empat malaikat berada di atas kubur."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Israfil bersuara: "Wahai roh yang baik! Kembalilah ke tubuh yang baik!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka kubur terbelah dua. Pada seruan yang kedua pula.. kubur mula terbongkar. Pada seruan yang ketiga. ketika Rasulullah SAW berdiri.. baginda SAW telah membuang tanah di atas kepala dan janggut baginda SAW. Baginda SAW melihat kanan dan kiri. Baginda SAW dapati.. tiada lagi bangunan. Baginda SAW menangis sehingga mengalir air matanya ke pipi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jibril as berkata kepadanya: "Bangun wahai Muhammad! Sesungguhnya kamu di sisi Allah Taala di tempat yang luas."&lt;br /&gt;Baginda SAW bertanya "Kekasihku Jibril! Hari apakah ini?"&lt;br /&gt;Jibril as menjawab: "Wahai Muhammad! Janganlah kamu takut! Inilah hari kiamat. Inilah hari kerugian dan penyesalan. Inilah hari pembentangan Allah Taala."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baginda SAW bersabda: "Kekasihku Jibril! Gembirakanlah aku!"&lt;br /&gt;Jibril as berkata: "Apakah yang kamu lihat di hadapanmu?"&lt;br /&gt;Baginda SAW bersabda: "Bukan seperti itu pertanyaanku."&lt;br /&gt;Jibril as berkata: "Adakah kamu tidak melihat bendera kepujian yang terpacak di atasmu?"&lt;br /&gt;Baginda SAW bersabda: "Bukan itu maksud pertanyaanku. Aku bertanya kepadamu akan umatku. Di mana perjanjian mereka?"&lt;br /&gt;Jibril as berkata: "Demi keagungan Tuhanku! Tidak akan terbongkar oleh bumi daripada manusia sebelummu?"&lt;br /&gt;Baginda SAW bersabda: "Niscaya akan, kuatlah pertolongan pada hari ini. Aku akan mensyafaatkan umatku."&lt;br /&gt;Jibril as berkata kepada baginda SAW: "Tungganglah Buraq ini wahai Muhammad SAW dan pergilah ke hadapan Tuhanmu!"&lt;br /&gt;Jibril as datang bersama Buraq ke arah Nabi Muhammad SAW. Buraq cuba meronta ronta. Jibril as berkata kepadanya: "Wahai Buraq! Adakah kamu tidak malu dengan makhluk yang paling baik dicipta oleh Allah Taala? Sudahkah Allah Taala perintahkan kepadamu agar mentaatinya?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buraq berkata: "Aku tahu semua itu. Akan tetapi.. aku ingin dia mensyafaatiku agar memasuki syurga sebelum dia menunggangku. Sesungguhnya Allah Taala akan datang pada hari ini di dalam keadaan marah. Keadaan yang belum pernah terjadi sebelum ini."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baginda SAW bersabda kepada Buraq: "Ya! Sekiranya kamu berhajatkan syafaatku nescaya aku memberi syafaat kepadamu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah berpuas hati.. Buraq membenarkan baginda SAW menunggangnya lalu dia melangkah. Setiap langkahan Buraq sejauh pandangan mata. Apabila Nabi Muhammad SAW berada di Baitul Maqdis di atas bumi dari perak yang putih.. malaikat Israfil as menyeru: "Wahai tubuh tubuh yang telah hancur.. tulang tulang yang telah kropos.. rambut rambut yang bertaburan dan urat urat yang terputus putus! Bangkitlah kamu dari perut burung.. dari perut binatang buas.. dari dasar laut dan dari perut bumi ke perhimpunan Tuhan yang Maha Perkasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Roh roh telah diletakkan di dalam tanduk atau sangkakala. Di dalamnya ada beberapa tingkat dengan bilangan roh makhluk. Setiap roh akan didudukkan berada di dalam tingkat. Langit di atas bumi akan menurunkan hujan dari lautan kehidupan akan air yang sangat pekat seperti air mani lelaki. Daripadanya terbinalah tulang tulang. Urat urat memanjang. Daging kulit dan bulu akan tumbuh. Sebahagian mereka akan kekal ke atas sebahagian tubuh tanpa roh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Taala berfirman: "Wahai Israfil! Tiup tanduk atau sangkakala tersebut dan hidupkan mereka dengan izinKu akan penghuni kubur. Sebahagian mereka adalah golongan yang gembira dan suka. Sebahagian dari mereka adalah golongan yang celaka dan derita."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malaikat Israfil as menjerit: "Wahai roh roh yang telah hancur. Kembalilah kamu kepada tubuh tubuh mu. Bangkitlah kamu untuk dikumpulkan di hadapan Tuhan semesta alam."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Taala berfirman: "Demi keagungan dan ketinggianKu! Aku kembalikan setiap roh pada tubuh tubuhnya!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila roh roh mendengar sumpah Allah Taala.. roh roh pun keluar untuk mencari jasad mereka. Maka kembalilah roh pada jasadnya. Bumi pula terbongkar dan mengeluarkan jasad jasad mereka. Apabila semuanya sedia.. masing masing melihat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi SAW duduk di padang pasir Baitul Maqdis.. melihat makhluk makhluk. Mereka berdiri seperti belalang yang berterbangan. 70 umat berdiri. Umat Nabi Muhammad SAW merupakan satu umat dalam kumpulannya. Nabi SAW berhenti memperhatikan ke arah mereka. Mereka seperti gelombang lautan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jibril as menyeru: "Wahai sekalian makhluk.. datanglah kamu semua ke tempat perhimpunan yang telah disediakan oleh Allah Taala."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umat umat datang di dalam keadaan satu satu kumpulan. Setiap kali Nabi Muhammad SAW berjumpa satu umat.. baginda SAW akan bertanya: "Di mana umatku?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jibril as berkata: "Wahai Muhammad! Umatmu adalah umat yang terakhir."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila nabi Isa as datang, Jibril as menyeru: Tempatmu!" Maka nabi Isa as dan Jibril as menangis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi Muhammad SAW berkata: "Mengapa kamu berdua menangis."&lt;br /&gt;Jibril as berkata: "Bagaimana keadaan umatmu.. Muhammad?"&lt;br /&gt;Nabi Muhammad bertanya: "Di mana umatku?"&lt;br /&gt;Jibril as berkata: "Mereka semua telah datang. Mereka berjalan lambat dan perlahan."&lt;br /&gt;Apabila mendengar cerita demikian, Nabi Muhammad SAW menangis lalu bertanya: "Wahai Jibril! Bagaimana keadaan umatku yang berbuat dosa?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jibril as berkata: "Lihatlah mereka wahai Muhammad SAW!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila Nabi Muhammad SAW melihat mereka.. mereka gembira dan mengucapkan selawat kepada baginda SAW dengan apa yang telah Allah Taala muliakannya. Mereka gembira karena dapat bertemu dengan baginda SAW. Baginda SAW juga gembira terhadap mereka. Nabi Muhammad SAW bertemu umatnya yang berdosa. Mereka menangis serta memikul beban di atas belakang mereka sambil menyeru: "Wahai Muhammad!."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Air mata mereka mengalir di pipi. Orang orang zalim memikul kezaliman mereka. Nabi Muhammad SAW bersabda: "Wahai umatku." Mereka berkumpul di sisinya. Umat umatnya menangis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika mereka di dalam keadaan demikian.. terdengar dari arah Allah Taala seruan yang menyeru: "Di mana Jibril?" Jibril as berkata: "Jibril di hadapan Allah.. Tuhan semesta alam."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Taala berfirman di dalam keadaan Dia amat mengetahui sesuatu yang tersembunyi: "Di mana umat Muhammad SAW?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jibril as berkata: "Mereka adalah sebaik umat."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Taala berfirman: "Wahai Jibril! Katakanlah kepada kekasihKu Muhammad SAW bahawa umatnya akan datang untuk ditayangkan di hadapanKu."&lt;br /&gt;Jibril as kembali di dalam keadaan menangis lalu berkata: "Wahai Muhammad! Umatmu telah datang untuk ditayangkan kepada Allah Taala."&lt;br /&gt;Nabi Muhammad SAW berpaling ke arah umatnya lalu berkata: "Sesungguhnya kamu telah dipanggil untuk dihadapkan kepada Allah Taala."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang orang yang berdosa menangis karena terkejut dan takut akan azab Allah Taala. Nabi Muhammad SAW memimpin mereka sebagaimana pengembala memimpin ternakannya menuju di hadapan Allah Taala. Allah Taala berfirman: "Wahai hambaKu! Dengarkanlah kamu baik baik kepadaKu tuduhan apa apa yang telah diperdengarkan bagi kamu dan kamu semua melakukan dosa!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hamba hamba Allah Taala terdiam. Allah Taala berfirman: "Hari ini.. Kami akan membalas setiap jiwa dengan apa yang telah mereka usahakan. Hari ini.. Aku akan memuliakan sesiapa yang mentaatiKu. Dan.. Aku akan mengazab sesiapa yang menderhaka terhadapKu. Wahai Jibril! Pergi ke arah Malik.. penjaga neraka! Katakanlah kepadanya.. bawakan Jahanam!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jibril pergi berjumpa Malik.. penjaga neraka lalu berkata: "Wahai Malik! Allah Taala telah memerintahkanmu agar membawa Jahanam."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malik bertanya: "Apakah hari ini?"&lt;br /&gt;Jibril menjawab: "Hari ini adalah hari kiamat. Hari yang telah ditetapkan untuk membalas setiap jiwa dengan apa yang telah mereka usahakan."&lt;br /&gt;Malik berkata: "Wahai Jibril! Adakah Allah Taala telah mengumpulkan makhluk?"&lt;br /&gt;Jibril menjawab: "Ya!"&lt;br /&gt;Malik bertanya: "Di mana Muhammad dan umatnya?"&lt;br /&gt;Jibril berkata: "Di hadapan Allah Taala!"&lt;br /&gt;Malik bertanya lagi: "Bagaimana mereka mampu menahan kesabaran terhadap kepanasan nyalaan Jahanam apabila mereka melintasinya sedangkan mereka semua adalah umat yang lemah?"&lt;br /&gt;Jibril berkata: "Aku tidak tahu!"&lt;br /&gt;Malik menjerit ke arah neraka dengan sekali jeritan yang menggerungkan. Neraka berdiri di atas tiang tiangnya. Neraka mempunyai tiang tiang yang keras.. kuat dan panjang. Api dinyalakan sehingga tiada kekal mata seorang dari makhluk melainkan bercucuran air mata mereka (semuanya menangis).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Air mata sudah terhenti manakala air mata darah manusia mengambil alih. Kanak kanak mulai beruban rambutnya. Ibu ibu yang memikul anaknya mencampakkan mereka. Manusia kelihatan mabuk padahal mereka sebenarnya tidak mabuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;wassalam&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4115985411416779827-567309696504462307?l=kamalhanifmazaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kamalhanifmazaya.blogspot.com/feeds/567309696504462307/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4115985411416779827&amp;postID=567309696504462307' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4115985411416779827/posts/default/567309696504462307'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4115985411416779827/posts/default/567309696504462307'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kamalhanifmazaya.blogspot.com/2009/08/renungan-cintailah-sang-pemberi.html' title='Renungan - cintailah sang pemberi syafaatmu'/><author><name>Dwindria Dini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18295441898622784580</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://3.bp.blogspot.com/-m-iDwN9fx6M/Td5a4DaOYRI/AAAAAAAAAIQ/sw3iXbfUpGU/s220/h%2B0799.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4115985411416779827.post-2349776356691845101</id><published>2009-08-09T21:53:00.000-07:00</published><updated>2009-08-09T21:58:34.291-07:00</updated><title type='text'>Puisi Milad untuk Anis Sumarni</title><content type='html'>1.Hatiku meniupkan selamat untuk sebuah hati di sana,&lt;br /&gt;yang pemiliknya menepukku di susahku,&lt;br /&gt;tertawa bersamaku di senangku,&lt;br /&gt;menguntai kata menenangkanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepada yang Maha Memelihara,&lt;br /&gt;jagalah dalam naunganMu si pemilik hati,&lt;br /&gt;semakin bartambah umur jasadnya, &lt;br /&gt;semoga makin bahagia hidupnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Dari yang makin sayang denganmu karena Allah,&lt;br /&gt;Dwindria Dini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.Aku menatapnya yang tinggi di depanku,&lt;br /&gt;matanya berkilat jenaka di balik kacamatanya,&lt;br /&gt;sepertinya ibu sangat menghormatinya,&lt;br /&gt;aku memang hanya anak berusia 3 tahun,&lt;br /&gt;tapi aku tahu,&lt;br /&gt;bahwa aku akan menyukainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan benar saja,&lt;br /&gt;perempuan itu menjejaliku dengan makanan2 ringan yang enak,&lt;br /&gt;senyumnya yang hangat menyambutku,&lt;br /&gt;bahkan sebelum kami benar-benar masuk ke rumahnya,&lt;br /&gt;aku memang hanya anak berusia 3 tahun,&lt;br /&gt;tapi aku tahu,&lt;br /&gt;bahwa aku menyukainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Kamal Hanif Mazaya&lt;br /&gt;(Selamat milad tante Anis)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4115985411416779827-2349776356691845101?l=kamalhanifmazaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kamalhanifmazaya.blogspot.com/feeds/2349776356691845101/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4115985411416779827&amp;postID=2349776356691845101' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4115985411416779827/posts/default/2349776356691845101'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4115985411416779827/posts/default/2349776356691845101'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kamalhanifmazaya.blogspot.com/2009/08/puisi-milad-untuk-anis-sumarni.html' title='Puisi Milad untuk Anis Sumarni'/><author><name>Dwindria Dini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18295441898622784580</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://3.bp.blogspot.com/-m-iDwN9fx6M/Td5a4DaOYRI/AAAAAAAAAIQ/sw3iXbfUpGU/s220/h%2B0799.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4115985411416779827.post-8326429934648411837</id><published>2009-07-25T09:20:00.000-07:00</published><updated>2009-07-25T09:22:23.664-07:00</updated><title type='text'>FB, me and the change-habit</title><content type='html'>Aku mengganti yang ternomorsatukan, membuat lalai seluruh jiwa. &lt;br /&gt;Berasyikmasyuk dengan sesuatu yang membuat berpaling. &lt;br /&gt;Menyodorkan kenikmatan yang melenakan pikiran. &lt;br /&gt;Aku biasa bersahabat dengan sesuatu yang lebih makna. &lt;br /&gt;Namun hilang sekejap direnggut ini. &lt;br /&gt;Aku membenci sekaligus menikmati. &lt;br /&gt;Mencari pembenaran atas apa yang terjadi. &lt;br /&gt;Hey disini pun bisa makna. Gunakan saja FB untuk syiar lagi dakwah:) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makin tambah usia makin kurang jumlah hela, semoga FB tak buatku l.a.l.a.i. SEMOGA&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4115985411416779827-8326429934648411837?l=kamalhanifmazaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kamalhanifmazaya.blogspot.com/feeds/8326429934648411837/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4115985411416779827&amp;postID=8326429934648411837' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4115985411416779827/posts/default/8326429934648411837'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4115985411416779827/posts/default/8326429934648411837'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kamalhanifmazaya.blogspot.com/2009/07/fb-me-and-change-habit.html' title='FB, me and the change-habit'/><author><name>Dwindria Dini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18295441898622784580</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://3.bp.blogspot.com/-m-iDwN9fx6M/Td5a4DaOYRI/AAAAAAAAAIQ/sw3iXbfUpGU/s220/h%2B0799.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4115985411416779827.post-2879441639618396358</id><published>2009-07-25T08:13:00.000-07:00</published><updated>2009-07-25T08:20:19.080-07:00</updated><title type='text'>Mungkin tentang perginya seorang sahabat</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_M43PeUrp_Xc/SmsiWr7fADI/AAAAAAAAAGo/QlHK75rdws0/s1600-h/49566_m.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 145px; height: 165px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_M43PeUrp_Xc/SmsiWr7fADI/AAAAAAAAAGo/QlHK75rdws0/s200/49566_m.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5362417554459394098" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Aku masih di sini sahabat. Tempat kau meninggalkanku bersama detak yang tak mampu kureka, bersama asa yang dulu kita goreskan bersama, bersama mimpi yang masih berbingkai peluh…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat…masih ingatkah kau saat aku terjebak pada pesonamu? Saat aku tak pernah ingin tercumbui oleh rayuan lain…saat aku tak ingin berputar arah menuju keindahan lain, karena dirimulah yang telah memiliki keindahan dari Sang Maha Indah..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat…Hanya kau yang tahu sepanjang apa jalan ini kita jejaki, hingga kau memilih berbelok di persimpangan. Apakah kau masih sering salah membaca kebersamaan ini? Atau aku yang tak pernah tepat memaknai apa inginmu sesungguhnya…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat, dalam kelu aku masih mengharapmu berbalik arah, dalam genangan air mata aku masih menunggumu menggenggam kembali tangan ini untuk beriringan menjelajah semesta.&lt;br /&gt;Sahabat…masihkah ada mimpi itu dalam satu bingkai? Masihkah sama asa yang sempat kita gores pada dinding peradaban? Atau kini kau memang tengah berlari meraih angan yang lebih menjanjikan sebuah “kebahagiaan”. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat…aku masih menantimu. Meski hujan kini membuatku menggigil di tengah dingin…meski mentari semakin terik membakar bumi kita…atas nama Penggenggam Jiwa, biarkan aku setia menantimu pada orbit yang pernah kita thawafi bersama, coz I love you so…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Bu Era Jabalussalam)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4115985411416779827-2879441639618396358?l=kamalhanifmazaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kamalhanifmazaya.blogspot.com/feeds/2879441639618396358/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4115985411416779827&amp;postID=2879441639618396358' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4115985411416779827/posts/default/2879441639618396358'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4115985411416779827/posts/default/2879441639618396358'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kamalhanifmazaya.blogspot.com/2009/07/mungkin-tentang-perginya-seorang.html' title='Mungkin tentang perginya seorang sahabat'/><author><name>Dwindria Dini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18295441898622784580</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://3.bp.blogspot.com/-m-iDwN9fx6M/Td5a4DaOYRI/AAAAAAAAAIQ/sw3iXbfUpGU/s220/h%2B0799.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_M43PeUrp_Xc/SmsiWr7fADI/AAAAAAAAAGo/QlHK75rdws0/s72-c/49566_m.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4115985411416779827.post-1661159585197225775</id><published>2009-07-25T07:51:00.000-07:00</published><updated>2009-07-25T07:57:18.684-07:00</updated><title type='text'>Jangan kau tentukan surga atau neraka</title><content type='html'>Aku sudah sangat lama memikirkan masalah ini. Semakin aku memikirkannya, sepertinya Allah Yang Maha Tahu, Allah Yang Maha Melihat yang tidak terlihat, semakin mendekatkanku dengan ayat-ayatNya yang berhubungan dengan hal yang satu ini. Seperti sudah masuk ke satu pintu dan dibukakanNya aku pintu lain yang sejenis. Lebih dalam lagi. Maka Maha Suci Allah dengan keMaha TahuanNya itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemikiranku berawal dari sini : Dikisahkan seorang pelacur menolong seekor anjing yang sedang kelaparan, dan si perempuan itu meninggal dan masuk jannahNya. Seperti kisah yang familier kan? Subhanallah pelacur yang menolong anjing masuk ke surga..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian di Hadist Qudsi : ”Ada dua orang laki-laki dari kalangan bani Israel. Keduanya sama-sama memohon ampunan Allah. Salah seorang di antara keduanya suka berbuat maksiat dan seorang lagi rajin beribadah. Laki-laki yang rajin beribadah itu sering melihat temannya berbuat dosa, lalu ia berkata, ’Berhentilah berbuat dosa.’ Laki-laki yang melakukan maksiat berkata, ’Itu urusanku dan Tuhanku. Apakah kamu diutus untuk mengawasiku?’ Laki-laki yang rajin beribadah berkata,’Demi Allah, Allah tidak akan mengampuni dosamu, atau tidak akan memasukkanmu ke dalam surga.’ Kemudian Allah mencabut ruh keduanya dan mereka dipertemukan di hadapanNya. Allah berkata kepada laki-laki yang rajin beribadah, ’Apakah kamu mampu mengubah keputusanKu? Atau kamu mampu mengubah ketetapanKu?’ dan Allah berkata kepada laki-laki yang melakukan maksiat, ’Pergilah dan masuklah ke surga berkat rahmatKu.’ Lalu Allah memerintahkan malaikat untuk melempar laki-laki yang rajin beribadah itu ke  dalam neraka.” (HR Abu Dawud; hadist hasan). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hmm karena nila setitik, rusak susu sebelanga. Peribahasa ini yang langsung teringat di otakku membaca riwayat di atas. Karena kesombongannya mendahului ketentuan Allah, sirnalah semua amalan sholehnya di dunia. Sungguh, cuma Allah yang berhak menilai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku juga teringat kisah yang lain. Dikisahkan kurang lebih seperti ini. Sahabat-sahabat Rasulullah pernah sangat kagum dengan kesholehan seorang teman. Sampai-sampai mereka memujinya dengan berkata, sungguh tak ada lagi orang yang sesholeh dia. Namun apa yang Rasul katakan? Bahwa sesungguhnya ia adalah seorang ahli neraka. Seorang sahabat yang penasaran kemudian menguntit orang tersebut. Dikisahkan teman tersebut pada suatu hari sakit parah. Putus asa dengan tubuhnya yang diriwayatkan sampai dikerubungi lalat dan membusuk, ia pun kemudian bunuh diri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabda Rasul, ada beberapa orang yang terlihat seperti calon penghuni surga di dunia, padahal ia ahli neraka. Sebaliknya, ada yang tampak sangat buruk akhlaknya di dunia, ternyata ia termasuk calon penghuni surga. Sungguh cuma Allah yang berhak menilai, bukan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisakah engkau menarik kesimpulan dari tulisanku di atas. Kesimpulanku adalah seperti ini. Tak ada yang tahu kadar keimanan seseorang. Hanya Dia yang menggenggam waktu sajalah Yang Maha Tahu. Hanya waktu sajalah yang bisa menjawab. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang kita saksikan sekarang belum merupakan akhir perjalanan. Jadi jangan menilai orang-orang yang kau temui di sepanjang perjalanan hidupmu. &lt;br /&gt;- Mereka yang pakai jilbab belum tentu lebih baik dari mereka yang tidak (own journey!)&lt;br /&gt;- Mereka yang menghidupkan sunnah nabi (celana ngatung, baju gamis, abaya, janggut, dahi hitam seperti ahli sujud) belum tentu lebih baik dari mereka yang licin mulus dan rapi. &lt;br /&gt;- Mereka yang bercadar belum tentu lebih baik dari mereka yang berjilbab biasa-biasa saja.&lt;br /&gt;Hanya Allah Yang Tahu. Benar-benar hanya Allah sajalah Yang Maha Tahu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So just mind your own business. Urus dirimu sendiri sajalah. Perbaiki diri. Reformasi. Rekonstruksi. Jangan merasa baik dulu. Jangan cepat puas. Latih diri mulai dari sekarang. Sehingga kita bisa konsisten berjalan di jalan yang lurus hingga ajal menjelang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;****Benar-benar spekulasi membuat tulisan tentang agama, while me myself really know nothing about it. Semoga Allah maafkan jika ada yang khilaf dalam tulisan ini. Kesempurnaan hanya milikMu, kekhilaf-alfaan adalah milik Dwindria Dini Zakaria.****&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4115985411416779827-1661159585197225775?l=kamalhanifmazaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kamalhanifmazaya.blogspot.com/feeds/1661159585197225775/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4115985411416779827&amp;postID=1661159585197225775' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4115985411416779827/posts/default/1661159585197225775'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4115985411416779827/posts/default/1661159585197225775'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kamalhanifmazaya.blogspot.com/2009/07/jangan-kau-tentukan-surga-atau-neraka.html' title='Jangan kau tentukan surga atau neraka'/><author><name>Dwindria Dini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18295441898622784580</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://3.bp.blogspot.com/-m-iDwN9fx6M/Td5a4DaOYRI/AAAAAAAAAIQ/sw3iXbfUpGU/s220/h%2B0799.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4115985411416779827.post-6241382778570452918</id><published>2009-07-21T22:30:00.000-07:00</published><updated>2009-07-21T22:35:47.065-07:00</updated><title type='text'>Tikus mulai masuk ke dalam rumahkuu!</title><content type='html'>&lt;strong&gt;Bagaimana bisa? berlarian seenaknya memantau semua sudut rumahku wahai binatang jorok. Yang terjorok yang pernah kulihat.&lt;br /&gt;Semaunya menapakkan kaki-kaki kecilmu yang menjijikkan, bangga menyandang bulu-bulumu yang bercampur bakteri ratusan jenis dari lumpur, dari parit, dari mana saja. &lt;br /&gt;Wahai tikus, tidakkah kau sadari tak ada yang menginginkanmu di rumah ini? &lt;br /&gt;Jangan berkilat itu sepasang mata kecil yang awas!&lt;br /&gt;Akan kujebak kau dengan racun, dengan kurungan, dengan penjepit bergerigi, dengan lem, dengan apa saja!!&lt;/strong&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4115985411416779827-6241382778570452918?l=kamalhanifmazaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kamalhanifmazaya.blogspot.com/feeds/6241382778570452918/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4115985411416779827&amp;postID=6241382778570452918' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4115985411416779827/posts/default/6241382778570452918'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4115985411416779827/posts/default/6241382778570452918'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kamalhanifmazaya.blogspot.com/2009/07/tikus-mulai-masuk-ke-dalam-rumahkuu.html' title='Tikus mulai masuk ke dalam rumahkuu!'/><author><name>Dwindria Dini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18295441898622784580</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://3.bp.blogspot.com/-m-iDwN9fx6M/Td5a4DaOYRI/AAAAAAAAAIQ/sw3iXbfUpGU/s220/h%2B0799.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4115985411416779827.post-3073348313813490216</id><published>2009-07-21T21:54:00.000-07:00</published><updated>2009-07-21T22:04:29.581-07:00</updated><title type='text'>KHUSYUKLAH</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_M43PeUrp_Xc/SmadAQXwMRI/AAAAAAAAAGg/cNPXM2UH0vI/s1600-h/Allah.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 180px; height: 172px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_M43PeUrp_Xc/SmadAQXwMRI/AAAAAAAAAGg/cNPXM2UH0vI/s200/Allah.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5361145034151309586" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KHUSYUKLAH, biar kita bisa SHALAT...&lt;br /&gt;Kalau tidak, maka shalat itu akan menjadi sangat berat&lt;br /&gt;Kalau tidak, maka shalat itu akan jadi beban.&lt;br /&gt;Kalau tidak, maka shalat itu akan melelahkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KHUSYUKLAH, biar kita bisa SHALAT...&lt;br /&gt;Kalau tidak, maka kita akan shalat dengan malas-malasan.&lt;br /&gt;Kalau tidak, maka kita akan shalat sambil melamun.&lt;br /&gt;Kalau tidak, maka kita akan shalat dalam keadaan mabok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KHUSYUKLAH, biar kita bisa SHALAT...&lt;br /&gt;Kalau tidak, maka kita hanya akan membaca syair dan puisi dalam shalat.&lt;br /&gt;Kalau tidak, maka kita hanya akan ngelindur dalam shalat.&lt;br /&gt;Kalau tidak,maka kita hanya akan komat kamit dalam shalat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KHUSYUKLAH, biar kita bisa SHALAT...&lt;br /&gt;Kalau tidak, maka shalat kita akan buru-buru.&lt;br /&gt;Kalau tidak, maka shalat kita akan seperti burung mematuk makanan.&lt;br /&gt;Kalau tidak, maka shalat kita akan berpacu cepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KHUSYUKLAH biar kita bisa SABAR...&lt;br /&gt;Kalau tidak, maka beban hidup kita akan terasa berat.&lt;br /&gt;Kalau tidak, maka dada kita akan terasa sempit.&lt;br /&gt;Kalau tidak, maka otak kita akan sering mendidih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KHUSYUKLAH biar kita bisa SABAR...&lt;br /&gt;Kalau tidak, maka kita akan sering protes kepada Allah.&lt;br /&gt;Kalau tidak, maka kita akan sering mengeluh dalam hidup.&lt;br /&gt;Kalau tidak, maka kita akan sering marah yang berbuah marah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KHUSYUKLAH biar kita bisa SABAR...&lt;br /&gt;Kalau tidak, maka kita akan sering merendahkan teman.&lt;br /&gt;Kalau tidak, maka kita akan sering menyalahkan teman.&lt;br /&gt;Kalau tidak, maka kita akan sering menghakimi teman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KHUSYUKLAH biar kita bisa SABAR...&lt;br /&gt;Kalau tidak, maka kita akan jadi sang angkuh.&lt;br /&gt;Kalau tidak, maka kita akan jadi sang sombong.&lt;br /&gt;Kalau tidak, maka kita akan jadi sang egois.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KHUSYUKLAH biar kita bisa SABAR...&lt;br /&gt;Kalau tidak, maka kita akan jadi sang angkara.&lt;br /&gt;Kalau tidak, maka kita akan jadi sumber sengsara.&lt;br /&gt;Kalau tidak, maka kita akan jadi sumber petaka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Latihlah KHUSYUK biar kita bisa SHALAT dan SABAR.&lt;br /&gt;Mohonlah KHUSYUK biar kita bisa SHALAT dan SABAR.&lt;br /&gt;Bersedialah agar kita bisa DIKHUSYUKAN ALLAH.&lt;br /&gt;Diamlah agar bisa duduk di posisi “inna lillahi wa inna ilaihi raji’un”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebab...&lt;br /&gt;Khusyuk adalah bertemu dengan Allah (mulaqu rabbihim) disini.&lt;br /&gt;Dan semua kembalkan(mi’raj) kepada Allah saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khusyuk adalah berjumpa dengan Allah saat ini.&lt;br /&gt;Khusyuk adalah meringkuk disisi Allah saat ini.&lt;br /&gt;Khusyuk adalah bergantung kepada Allah saat ini.&lt;br /&gt;Khusyuk adalah berpegangan dengan Allah saat ini.&lt;br /&gt;Khusyuk adalah saling berpandangan dengan Allah saat ini.&lt;br /&gt;Khusyuk adalah berdialog dengan Allah saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian...&lt;br /&gt;Segala pujaan kembalikankan ke Allah.&lt;br /&gt;Segala pujian kembalikankankan ke Allah.&lt;br /&gt;Segala hormat kembalikan ke Allah.&lt;br /&gt;Segala sembah kembalikan ke Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penglihatan kembalikan ke Allah.&lt;br /&gt;Pendengaran kebalikan ke Allah.&lt;br /&gt;Hidup kembalikan ke Allah.&lt;br /&gt;Tahu kembalikan ke Allah.&lt;br /&gt;Gerak kembalikan ke Allah.&lt;br /&gt;Bisa kembalikan ke Allah.&lt;br /&gt;Ada kembalikan ke Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inna shalati...&lt;br /&gt;Wanusuki...&lt;br /&gt;Wamahyaayaa. ..&lt;br /&gt;Wamamaatii.. .&lt;br /&gt;Lillahirabbil ‘alamiin...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu..., DERR...&lt;br /&gt;Gerak kita akan dikunci oleh Allah.&lt;br /&gt;Berdiri kita akan dikunci oleh Allah.&lt;br /&gt;Rukuk kita akan dikunci oleh Allah.&lt;br /&gt;Sujud kita akan dikunci oleh Allah.&lt;br /&gt;Sembah kita akan dikunci oleh Allah.&lt;br /&gt;Penglihatan kita akan dikunci oleh Allah.&lt;br /&gt;Pendengaran kita akan dikunci oleh Allah.&lt;br /&gt;Bacaan kita akan dikunci oleh Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makanya...&lt;br /&gt;Ketika khusyuk akan ada respon Allah.&lt;br /&gt;Ketika khusyuk akan ada jawaban Allah.&lt;br /&gt;Ketika khusyuk akan ada tuntunan Allah.&lt;br /&gt;Ketika khusyuk akan ada pertolongan Allah.&lt;br /&gt;Ketika khusyuk akan ada Shibgatullah (celupan) Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Shibgatullah. .. &lt;br /&gt;Masih adakah shibgah (celupan) yang lebih baik dari celupan Allah...?.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jl. Kabel no 16, Cilegon,&lt;br /&gt;26 Juni 2008, jam 04:00 &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wass&lt;br /&gt;Deka&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4115985411416779827-3073348313813490216?l=kamalhanifmazaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kamalhanifmazaya.blogspot.com/feeds/3073348313813490216/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4115985411416779827&amp;postID=3073348313813490216' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4115985411416779827/posts/default/3073348313813490216'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4115985411416779827/posts/default/3073348313813490216'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kamalhanifmazaya.blogspot.com/2009/07/khusyuklah.html' title='KHUSYUKLAH'/><author><name>Dwindria Dini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18295441898622784580</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://3.bp.blogspot.com/-m-iDwN9fx6M/Td5a4DaOYRI/AAAAAAAAAIQ/sw3iXbfUpGU/s220/h%2B0799.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_M43PeUrp_Xc/SmadAQXwMRI/AAAAAAAAAGg/cNPXM2UH0vI/s72-c/Allah.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4115985411416779827.post-6540771103695171541</id><published>2009-07-21T02:10:00.001-07:00</published><updated>2009-07-21T02:20:12.668-07:00</updated><title type='text'>To my son: I am sorrily sorry</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_M43PeUrp_Xc/SmWH3YXvYDI/AAAAAAAAAGY/qqVPo57U1DU/s1600-h/DSCN01888.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_M43PeUrp_Xc/SmWH3YXvYDI/AAAAAAAAAGY/qqVPo57U1DU/s200/DSCN01888.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5360840316959023154" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Maafkan ibu yang lahir lebih dulu darimu.&lt;br /&gt;Maafkan ibu yang lebih tinggi dari mu.&lt;br /&gt;Maafkan ibu yang membuatmu kerap mendongakkan kepala bila harus berkata.&lt;br /&gt;Maafkan ibu dengan rundukkan yang kurang rendah merendah mendekati wajahmu.&lt;br /&gt;Maafkan ibu yang kadang tak mengerti inginmu.&lt;br /&gt;Maafkan ibu yang sering tak mengerti bahasamu yang indah. Mungkin adalah bahasa terindah di dunia.&lt;br /&gt;Maafkan ibu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Percayalah ibu lahir dan tumbuh lebih dulu untuk menjadi benteng pertahananmu.&lt;br /&gt;Percayalah di setiap kali kau mendongak, ibu seperti ingin duduk menyejajarkan wajah ibu dengan wajahmu&lt;br /&gt;Percayalah ibu selalu berusaha mengerti maksudmu walau terkadang gagal.&lt;br /&gt;Percayalah ibu sedang mempelajari terus bahasa yang keluar dari otak cerdasmu. Tidak cukup pintar ibumu ini namun akan terus belajar, nak!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4115985411416779827-6540771103695171541?l=kamalhanifmazaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kamalhanifmazaya.blogspot.com/feeds/6540771103695171541/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4115985411416779827&amp;postID=6540771103695171541' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4115985411416779827/posts/default/6540771103695171541'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4115985411416779827/posts/default/6540771103695171541'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kamalhanifmazaya.blogspot.com/2009/07/to-my-son-i-am-sorrily-sorry.html' title='To my son: I am sorrily sorry'/><author><name>Dwindria Dini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18295441898622784580</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://3.bp.blogspot.com/-m-iDwN9fx6M/Td5a4DaOYRI/AAAAAAAAAIQ/sw3iXbfUpGU/s220/h%2B0799.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_M43PeUrp_Xc/SmWH3YXvYDI/AAAAAAAAAGY/qqVPo57U1DU/s72-c/DSCN01888.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4115985411416779827.post-2510877984328033263</id><published>2009-07-21T01:44:00.000-07:00</published><updated>2009-07-21T01:51:53.806-07:00</updated><title type='text'>It is amazing how time can change u</title><content type='html'>Baru-baru ini aku kedatangan seorang teman lama. Teman semasa SMP dulu. Untuk orang se-ekspresif aku, bertemu teman lama selalu mengasyikkan. Ketawa, bercerita, dan berbagi suka. Yah aku rasa pertemuan itu berlangsung seperti pertemuan antara teman lama yang berlangsung di seluruh penjuru dunia. Menarik dan standart. Tidak ada yang baru. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang menarik justru pikiranku setelah rumah kembali sepi. Betapa hebatnya apa yang waktu bisa lakukan terhadap fisikmu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bertemu Indra Novita (begitu namanya), aku selalu ingat bahwa dia adalah gadis dengan tendangan terhebat di klub taekwondo kami dulu. Dan lihatlah dia sekarang. Mungkin menendang saja sudah tak bisa. Lemak-lemak tubuh menguasai hampir 80% tubuhnya:)). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat Indra mengingatkanku dengan pertemuan-pertemuan dengan sosok-sosok lain yang datangnya dari masa lalu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bergeser ke seorang saudara. Aku mengingatnya sebagai seorang yang dulu kurus tanpa daging. Tapi lihat saja dia sekarang setelah menikah. Perut mencuat ke depan, yang apabila berjalan ke depan, berbalap-balapan dengan laju kakinya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang teman juga berubah seperti ikan paus berpakaian manusia. Seingatku dulu dia adalah kupu-kupu mungil yang ringkih..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beralih ke orang-orang terdekatku, mama dan papaku sendiri! Melihat mereka di album tua yang penuh foto-foto hitam putih membuat bingung otak. Nyaris tak ku kenal. Siapa ini gadis cantik berambut bob berbody tinggi menjulang dengan betis jenjang ala Kate Moss. Siapa itu pria kurus nan tampan yang dandy disampingnya, memakai kemeja dimasukkan rapat-rapat ke  dalam celana panjang cutbrai yang gaya?? Tersenyum seolah dilahirkan untuk saling bersama..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun lihatlah mereka berdua sekarang. Tak usahlah aku mendefinisikan badan mereka sekarang. Malah bikin dosa:D Mama selalu berseloroh bahwa ini a.k.u! ya AKU yang membuat dia jadi ”meledak” tak terkendali. Katanya dulu aku adalah bayi raksasa yang selalu minta jatah ASI gila-gilaan, yang membuat mama semakin lapar dan tak berhenti mengunyah makanan. Demi melimpahnya ASI untukku! :D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Hmmm sudah jelas kan apa yang aku maksud dengan judul tulisan ini. It is amazing how time can change u so fast! From the wellknown to the unknown!:)))&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4115985411416779827-2510877984328033263?l=kamalhanifmazaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kamalhanifmazaya.blogspot.com/feeds/2510877984328033263/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4115985411416779827&amp;postID=2510877984328033263' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4115985411416779827/posts/default/2510877984328033263'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4115985411416779827/posts/default/2510877984328033263'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kamalhanifmazaya.blogspot.com/2009/07/it-is-amazing-how-time-can-change-u.html' title='It is amazing how time can change u'/><author><name>Dwindria Dini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18295441898622784580</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://3.bp.blogspot.com/-m-iDwN9fx6M/Td5a4DaOYRI/AAAAAAAAAIQ/sw3iXbfUpGU/s220/h%2B0799.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4115985411416779827.post-9192233230881583036</id><published>2009-07-12T08:07:00.000-07:00</published><updated>2009-07-12T08:26:26.981-07:00</updated><title type='text'>Mama Papakuuuuuuuuuuuu yang aku sayang!!</title><content type='html'>Tiada habis kata merangkai cerita tentang mereka. &lt;br /&gt;Dua orang yang membuat lahir di dunia.&lt;br /&gt;Tiada habis mengingat apa yang telah mereka perbuat. &lt;br /&gt;Ribuan kata terlontar. Ribuan nasihat. Laku. &lt;br /&gt;Ribuan kalimat sayang. Sentuhan. Pelukan. &lt;br /&gt;Hanya untukku.&lt;br /&gt;Mengenang mereka selalu membuat haru. &lt;br /&gt;Berdoa untuk mereka selalu penuh harap. &lt;br /&gt;Penuh cemas. &lt;br /&gt;Kepada Ia yang Maha mengabulkan doa. &lt;br /&gt;Sangat takut ada yang kurang. Kurang beradab hingga doa tak didengar. &lt;br /&gt;Takut sekali Allah memalingkan wajah. &lt;br /&gt;Oh Allah,&lt;br /&gt;aku menyayang dua orang ciptaanmu itu. &lt;br /&gt;Mengingat mereka selalu membuat air mata mengalir. &lt;br /&gt;Oh Allah, &lt;br /&gt;perkenankan doa-doaku, yang kurajut di setiap sholatku.&lt;br /&gt;Ringankan azab kuburnya kelak. Masukkan langsung ke surgaMu yang Maha Indah itu. &lt;br /&gt;Oh Allah..apa yang Engkau pinta dariku untuk terkabulnya doa-doaku?&lt;br /&gt;Allah Engkau Maha Baik. &lt;br /&gt;Sayangilah mereka selalu. Kini dan nanti..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4115985411416779827-9192233230881583036?l=kamalhanifmazaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kamalhanifmazaya.blogspot.com/feeds/9192233230881583036/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4115985411416779827&amp;postID=9192233230881583036' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4115985411416779827/posts/default/9192233230881583036'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4115985411416779827/posts/default/9192233230881583036'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kamalhanifmazaya.blogspot.com/2009/07/mama-papakuuuuuuuuuuuu-yang-aku-sayang.html' title='Mama Papakuuuuuuuuuuuu yang aku sayang!!'/><author><name>Dwindria Dini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18295441898622784580</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://3.bp.blogspot.com/-m-iDwN9fx6M/Td5a4DaOYRI/AAAAAAAAAIQ/sw3iXbfUpGU/s220/h%2B0799.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4115985411416779827.post-3546300028575178115</id><published>2009-07-12T07:53:00.000-07:00</published><updated>2009-07-12T07:54:26.014-07:00</updated><title type='text'>Meniti Pelangi</title><content type='html'>By Andalusi Apsari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Andai aku berbahagia pada hari ini&lt;br /&gt;aku akan berjalan meniti pelangi bersamamu&lt;br /&gt;kuhitung detik dengan detak jantungku&lt;br /&gt;kusapa hangat dengan ragaku&lt;br /&gt;kuselimuti dengan sukmaku&lt;br /&gt;berjalan meniti pelangi &lt;br /&gt;sebuah asa yang tertunda&lt;br /&gt;semoga dikabulkan....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat ulang tahun, sahabat!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4115985411416779827-3546300028575178115?l=kamalhanifmazaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kamalhanifmazaya.blogspot.com/feeds/3546300028575178115/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4115985411416779827&amp;postID=3546300028575178115' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4115985411416779827/posts/default/3546300028575178115'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4115985411416779827/posts/default/3546300028575178115'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kamalhanifmazaya.blogspot.com/2009/07/meniti-pelangi.html' title='Meniti Pelangi'/><author><name>Dwindria Dini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18295441898622784580</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://3.bp.blogspot.com/-m-iDwN9fx6M/Td5a4DaOYRI/AAAAAAAAAIQ/sw3iXbfUpGU/s220/h%2B0799.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4115985411416779827.post-8567820387370849812</id><published>2009-07-12T07:40:00.000-07:00</published><updated>2009-07-12T07:52:45.756-07:00</updated><title type='text'>Open House Sekolah</title><content type='html'>Duduk bersaf-saf  mereka mengakrabi  hangatnya sajadah panjang yang tergelar. Mesjid Jabalussalam menyapa hangat wajah-wajah teduh, sehangat senyuman para guru di pagi itu. Hari ini open house sekolah. Harapan bertemu harapan..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4115985411416779827-8567820387370849812?l=kamalhanifmazaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kamalhanifmazaya.blogspot.com/feeds/8567820387370849812/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4115985411416779827&amp;postID=8567820387370849812' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4115985411416779827/posts/default/8567820387370849812'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4115985411416779827/posts/default/8567820387370849812'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kamalhanifmazaya.blogspot.com/2009/07/open-house-sekolah.html' title='Open House Sekolah'/><author><name>Dwindria Dini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18295441898622784580</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://3.bp.blogspot.com/-m-iDwN9fx6M/Td5a4DaOYRI/AAAAAAAAAIQ/sw3iXbfUpGU/s220/h%2B0799.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4115985411416779827.post-5232749764022410781</id><published>2009-07-10T12:11:00.000-07:00</published><updated>2009-07-10T12:25:55.593-07:00</updated><title type='text'>Anak kurang suka sayur</title><content type='html'>Dari sebuah mailist parenting.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Assalamu’alaikum semua …&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti telah saya perkenalkan, anak saya ada 3. Umur 9 thn, 8 thn, dan 4,5 thn. Ketiganya sehat-sehat. Meski yang  ke-2 terkadang mimisan, dan sudah saya periksakan ke dokter ternyata kurang makan sayur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun yang sekarang sering kepikiran adalah anak-anak saya kurang suka sayur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalaupun mau, itu yang beli dari warung atau KFC dan semacamnya. Dalam analisa saya, yang dari warung dan semacamnya, penyedap rasa/MSG nya kuat. Sementara saya agak resah dengan kadar MSG.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadang-kadang saya “terpaksa” member MSG [missal kaldu jadi, seperti royko] supaya mereka mau makan sayur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika di juice pun, anak-anak tak suka. Dicampur sama mie, juga dipilah. Dibuat salad, juga hanya sedikit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaiknya apa yang harus saya lakukan. Saya sering bingung, masalah makan ini. Apalagi selera ketiga anak saya ini berbeda. Anak pertama relative belum jelas ingin apa, kadang mau, kadang tidak. Anak ke-2 maunya yang ke-barat-an dan ber-aci, sedang anak ke-3 yang tradisional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hmm. Mohon saran saja …&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catatan: kalau sehabis mimisan, anak ke-2 mau makan sayur lagi [tapi paling sebentar 1-2 hari]. Karena dia juga dengar langsung dari dokter, jika dia mimisan karena kurang sayur. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nuhun&lt;br /&gt;Wassalam&lt;br /&gt;Rini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawab:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bunda boleh urun rembug ya...&lt;br /&gt;setahu saya, anak susah makan sayuran ini biasanya karena faktor kebiasaan dari kecil yang memang jarang diberikan sayuran pada anak (biasanya pada tahapan MPASI awal). Sayuran pada masa tahap MPASI awalnya bisa diberikand alam bentuk puree (bubur kental) atau juga dijadikan finger food (www.wholesomebabyfo od.com).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah gimana caranya untuk membiasakan anak-anak untuk makan sayuran?&lt;br /&gt;1. Cari tau mengapa anak-anak tidak mau makan sayuran (dengar dari perspektif anak)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Edukasi anak-anak. Berikan contoh pada anak bahwa makan sayuran itu sehat (bisa dengan cara orang tua memakan sayuran dengan ekspresi yang menyenangkan) . Juga terangkan bagaimana fungsi sayuran tersebut dalam metabolisme dalam tubuh ini.=== cara ini selalu saya lakukan pada anak saya, dan dulu pada keponakan-keponakan saya, alhamdulillah mereka jadi terbiasa makan sayuran sekarang ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Kreatif!. Berikan sayuran dalam bentuk yang lucu-lucu, bisa dibuatkan finger food ataupun dijadikan pelengkap dalam hidangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Homemade food. Buatlah kudapan dengan sayuran yang tersembunyi, bisa lumpia, risoles, sandwich, rosi sayuran sembunyi dll. (yang ini butuh kreativitas dari bundanya--- bisa cari buku resep kudapan sayuran sehat, atau bisa juga browsing resep).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Konsisten. Jangan pernah bosan untuk menghidangkan sayuran di rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Kebersamaan. Libatkan anak-anak dalam menyipkan bahan makanan di rumah, sembari edukasi juga tentunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah... kalo untuk MSG, hehehe... jujur aja sebelum punya anak saya kalo masak selalu menggunakan MSG karena emang bikin enak makanannya (alias gurih).Tapi setelah saya baca kerugiannya, makanya saya beralih untuk gurih-gurih makanan ini menggunakan MSG alami yaitu goreng bawang putih dan bawang merah sampai menjadi bawang goreng yang garing, setelah tiris minyaknya baru di grinder (di ulek juga bisa), dan masukkan ke wadah tertutup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah untuk gurih-gurih yang alami lainnya, saya biasanya menggunakan kaldu dari daging/ikan/ sayuran. Toh bikin kaldu ini bisa sekali bikin dan untuk stok beberapa hari, jadi nggak setiap masak mesti bikin kaldu terus. Tapi kalo emang ada tenaga dan waktu yang longgar, memang sebaiknya kaldu yang fresh itu jauh lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;untuk mimisan, berikut saya copas:&lt;br /&gt;--------quote: http://www.sehatgro up.web.id/ guidelines/ isiGuide. asp?guideID= 19&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Epistaksis (mimisan) pada anak-anak umumnya berasal dari little’s area/pleksus kiesselbach (gambar 3) yang berada pada dinding depan dari septum hidung.  &lt;br /&gt;Dua faktor yang paling penting dari epistaksis pada anak-anak adalah :&lt;br /&gt;    * Trauma minor : mengorek hidung, menggaruk, bersin, batuk atau mengedan&lt;br /&gt;    * Mukosa hidung yang rapuh : terdapat infeksi saluran napas atas, pengeringan mukosa, penggunaan steroid inhalasi melalui hidung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyebab epistaksis lainnya adalah adanya benda asing di dalam rongga hidung, polip hidung, kelainan darah, kelainan pembuluh darah dan tumor pada daerah nasofaring.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Epistaksis berulang atau seringkali terjadi epistaksis&lt;br /&gt;    * Riwayat sebelumnya dimana seringkali berdarah setelah tindakan bedah (cabut gigi, sirkumsisi-sunat)&lt;br /&gt;    * Riwayat keluarga dengan perdarahan, epistaksis berulang, menstruasi berlebihan&lt;br /&gt;    * Penggunaan obat-obatan, contoh obat semprot hidung, obat-obatan hidung, NSAIDS (non steroidal anti inflammatory drugs)  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;untuk lengkapnya, bisa dilihat di:&lt;br /&gt;http://www.rch. org.au/clinicalg uide/cpg. cfm?doc_id= 9749&lt;br /&gt;http://www.aafp. org/afp/20050115 /305.html&lt;br /&gt;http://www.emedicin e.com/emerg/ topic806. htm&lt;br /&gt;---------unquote&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;maaf jika kurang berkenan,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-eni-&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4115985411416779827-5232749764022410781?l=kamalhanifmazaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kamalhanifmazaya.blogspot.com/feeds/5232749764022410781/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4115985411416779827&amp;postID=5232749764022410781' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4115985411416779827/posts/default/5232749764022410781'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4115985411416779827/posts/default/5232749764022410781'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kamalhanifmazaya.blogspot.com/2009/07/anak-kurang-suka-sayur.html' title='Anak kurang suka sayur'/><author><name>Dwindria Dini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18295441898622784580</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://3.bp.blogspot.com/-m-iDwN9fx6M/Td5a4DaOYRI/AAAAAAAAAIQ/sw3iXbfUpGU/s220/h%2B0799.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4115985411416779827.post-434522512061521521</id><published>2009-07-04T06:50:00.000-07:00</published><updated>2009-07-04T07:22:30.159-07:00</updated><title type='text'>Menyikapi FB (dari kacamata yang menarik)</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_M43PeUrp_Xc/Sk9lSBMxvKI/AAAAAAAAAEo/oKu6xDhqk10/s1600-h/fb.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 136px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_M43PeUrp_Xc/Sk9lSBMxvKI/AAAAAAAAAEo/oKu6xDhqk10/s200/fb.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5354609842200886434" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Allah swt dibanyak ayat didalam Al Qur’an telah membongkar berbagai kelakuan menyimpang yang dilakukan oleh orang-orang Yahudi, baik penyimpangan mereka terhadap risalah yang dibawa oleh Musa as maupun terhadap nilai-nilai kemanusiaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka adalah contoh orang-orang zhalim dan kufur akan segala nikmat yang telah Allah berikan kepada mereka, karena kezhaliman dan kekufurannya itulah mereka banyak membunuh orang-orang yang beriman, memakan harta dengan cara yang batil, sombong dengan menganggap bahwa diri mereka adalah anak-anak dan kekasih Allah, mengingkari janji, tidak sabar dengan cobaan dan penderitaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun demikian Allah swt memerintahkan kaum muslimin untuk bisa berlaku adil didalam kebenciannya. Keadilan adalah ciri seorang muslim yang harus diberikan baik kepada kawan maupun lawan, orang dekat maupun orang jauh. Firman Allah swt&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya : “Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk Berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa.” (QS. Al MAidah : 8)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al Qurthubi mengatakan,”Janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap suatu kaum menjadikan kamu meninggalkan keadilan dan mengedepankan permusuhan dari kebenaran. Ini adalah dalil untuk menerapkan hukum permusuhan yang sebenarnya dan juga dalil untuk menerapkan hukum musuh terhadap permusuhannya kepada Allah dan menerapkan kesaksiannya terhadap mereka karena Allah swt memerintahkan berbuat adil walaupun dia membencinya. .” (Al Jami’i li Ahkamil Qur’an juz VI hal 477)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang kita harus hati-hati dan Rasulullah juga tidak mungkin melakukan tindakan tanpa alasan. Pada kenyataannya Rasulullah pun pernah berbisnis dengan orang Yahudi. &lt;br /&gt;Sebenarnya alasan utama yang membuat facebook harus kita sikapi dengan hati-hati adalah kekhawatiran facebook digunakan untuk membiayai perang israel membunuh orang-orang palestina. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada yang mengatakan, khusus website layanan ini tidak usah bayar alias gratis.  Secara logika: Facebook tak akan mendapat keuntungan apapun bila kita aktif sebagai anggota di sana. Sebab tak ada biaya yang kita keluarkan untuk mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hampir semua webiste seperti Facebook, Multiply, Blogger.com dst, mendapat penghasilan dari iklan. Sistem pembayarannya umumnya adalah per klik. Misalnya:&lt;br /&gt;Saya memasang iklan di Facebook. Untuk itu, saya membayar $ 0.5 jika ada satu pengunjung yang mengklik iklan saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian, Facebook baru akan mendapat penghasilan dari kita, bila kita mengklik iklan yang muncul di website mereka. Karena itu, selama kita tidak mengklik iklan di Facebook, maka kita tak perlu khawatir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada juga yang mengemukakan ini daripada memboikot facebook:&lt;br /&gt;1). Ajak teman sebanyak2 join facebook&lt;br /&gt;2). JANGAN SEKALI2 BERIKLAN DAN KLIK IKLAN DI FACEBOOK. Di sinilah mereka mendapat duit.&lt;br /&gt;3). Upload foto sebanyak2nya, supaya space hardisk mereka habis, sehingga&lt;br /&gt;harus beli harddisk lagi.&lt;br /&gt;4). Akses foto sesering mungkin, sehingga server farm mereka kepenuhan,&lt;br /&gt;sehingga mereka harus beli server lagi.&lt;br /&gt;5). Gunakan facebook untuk promosi anti Israel. Belakangan ini, Israel lagi&lt;br /&gt;bingung Facebook yang asalnya menjadi senjata mereka untuk menyembarkan&lt;br /&gt;ke-Israel-an mereka, berubah menjadi corong solidaritas Palestina. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Intinya adalah bagaimana meminimasi pendapatan FaceBook dan memaksimalkan&lt;br /&gt;cost operasionalnya. Soalnya ada kita ataupun enggak kita di facebook,&lt;br /&gt;facebook akan tetap ada dan menjaring orang2 muslim lain di dunia selain&lt;br /&gt;kita. Gunakan saja senjata mereka terhadap mereka sendiri.&lt;br /&gt;Tapi kalo tak mau 'mengkadali' facebook, artinya justru menggunakan untuk mengerjai mereka sendiri, maka pilihan lain adalah lari dari facebook. Nah untuk lari, ada tuh solusinya, mungkin bisa uji coba untuk hijrah: http://muxlim. com/ ini semacam jejarin facebook untuk kalangan muslim. &lt;br /&gt;Bagaimana? mau 'ngadalin' facebook atau lari dari facebook teman-teman?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;By. Ihsan Baihaqi Ibnu Bukhori (PSPA Auladi Parenting School Bandung)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4115985411416779827-434522512061521521?l=kamalhanifmazaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kamalhanifmazaya.blogspot.com/feeds/434522512061521521/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4115985411416779827&amp;postID=434522512061521521' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4115985411416779827/posts/default/434522512061521521'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4115985411416779827/posts/default/434522512061521521'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kamalhanifmazaya.blogspot.com/2009/07/menyikapi-fb-dari-kacamata-yang-menarik.html' title='Menyikapi FB (dari kacamata yang menarik)'/><author><name>Dwindria Dini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18295441898622784580</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://3.bp.blogspot.com/-m-iDwN9fx6M/Td5a4DaOYRI/AAAAAAAAAIQ/sw3iXbfUpGU/s220/h%2B0799.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_M43PeUrp_Xc/Sk9lSBMxvKI/AAAAAAAAAEo/oKu6xDhqk10/s72-c/fb.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4115985411416779827.post-9019128097096056131</id><published>2009-07-04T03:41:00.000-07:00</published><updated>2009-07-05T09:28:09.525-07:00</updated><title type='text'>Apabila seorang muslim sedang sakit</title><content type='html'>Diriwayatkan dari Abdullah r.a.: Aku mengunjungi Rasulullah SAW pada saat sakitnya telah sedemikian parah dan sengsara karena demam tinggi. Aku berkata, "Engkau demam karena engkau akan memperoleh pahala ganda untuknya bukan?" Nabi bersabda,----&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya. Karena tak seorang Muslim pun yang sakit kecuali bahwa Allah akan menggugurkan sebagian dosa-dosanya sebagaimana gugurnya dedaunan dari pohonnya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(dan yg lain):&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Keletihan (karena kerja keras),penyakit,kesedihan,kepiluan,luka dan musibah, dan ia menerimanya dengan penuh kesabaran, adalah kiffarah Allah yang menghapuskan sebagian dari dosa-dosanya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4115985411416779827-9019128097096056131?l=kamalhanifmazaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kamalhanifmazaya.blogspot.com/feeds/9019128097096056131/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4115985411416779827&amp;postID=9019128097096056131' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4115985411416779827/posts/default/9019128097096056131'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4115985411416779827/posts/default/9019128097096056131'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kamalhanifmazaya.blogspot.com/2009/07/apalagi-seorang-muslim-sedang-sakit.html' title='Apabila seorang muslim sedang sakit'/><author><name>Dwindria Dini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18295441898622784580</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://3.bp.blogspot.com/-m-iDwN9fx6M/Td5a4DaOYRI/AAAAAAAAAIQ/sw3iXbfUpGU/s220/h%2B0799.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4115985411416779827.post-8809335533294595158</id><published>2009-07-04T03:13:00.000-07:00</published><updated>2009-07-04T03:38:51.322-07:00</updated><title type='text'>Pekerjaan Rumah (ku)</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_M43PeUrp_Xc/Sk8w-j6xKMI/AAAAAAAAAEg/2snnPTyuz34/s1600-h/angry-brooding.bmp"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 196px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_M43PeUrp_Xc/Sk8w-j6xKMI/AAAAAAAAAEg/2snnPTyuz34/s200/angry-brooding.bmp" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5354552333318564034" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a.: Rasulullah SAW pernah bersabda, "Orang yang kuat bukanlah orang yang dapat mengalahkan orang lain dengan kekuatannya tetapi orang yang mampu mengendalikan kemarahannya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diriwayatkan dari Abu hurairah r.a.: Seorang lelaki berkata kepada Nabi SAW.,"Nasihati aku. "Nabi Saw bersabda, "Jangan mudah marah." Orang itu berkata lagi lagi beberapa kali dan Nabi Saw bersabda,"Jangan mudah marah."&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4115985411416779827-8809335533294595158?l=kamalhanifmazaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kamalhanifmazaya.blogspot.com/feeds/8809335533294595158/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4115985411416779827&amp;postID=8809335533294595158' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4115985411416779827/posts/default/8809335533294595158'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4115985411416779827/posts/default/8809335533294595158'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kamalhanifmazaya.blogspot.com/2009/07/pekerjaan-rumah-ku.html' title='Pekerjaan Rumah (ku)'/><author><name>Dwindria Dini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18295441898622784580</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://3.bp.blogspot.com/-m-iDwN9fx6M/Td5a4DaOYRI/AAAAAAAAAIQ/sw3iXbfUpGU/s220/h%2B0799.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_M43PeUrp_Xc/Sk8w-j6xKMI/AAAAAAAAAEg/2snnPTyuz34/s72-c/angry-brooding.bmp' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4115985411416779827.post-3051295254087767760</id><published>2009-07-02T21:55:00.000-07:00</published><updated>2009-07-02T22:01:20.042-07:00</updated><title type='text'>A Friend in Alphabet (Thx 4 being my friend)</title><content type='html'>(A)ccepts you as you are &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(B)elieves in "you" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(C)alls you just to say "HI" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(D)oesn't give up ! ! on you &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(E)nvisions the whole of you (even the unfinished parts)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(F)orgives your mistakes &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(G)ives unconditionally &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(H)elps you &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(I)nvites you over &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(J)ust "be" with you &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(K)eeps you close at heart &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(L)oves you for who you are &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(M)akes a difference in your life &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(N)ever Judges &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(O)ffer support &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(P)icks you up &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Q)uiets your fears &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(R)aises your spirits &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(S)ays nice things about you &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(T)ells you the truth when you need to hear it &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(U)nderstands you &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(V)alues you &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(W)alks beside you &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(X)-plains thing you don't understand &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Y)ells when you won't listen and &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Z)aps you back to reality&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4115985411416779827-3051295254087767760?l=kamalhanifmazaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kamalhanifmazaya.blogspot.com/feeds/3051295254087767760/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4115985411416779827&amp;postID=3051295254087767760' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4115985411416779827/posts/default/3051295254087767760'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4115985411416779827/posts/default/3051295254087767760'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kamalhanifmazaya.blogspot.com/2009/07/friend-in-alphabet-thx-4-being-my.html' title='A Friend in Alphabet (Thx 4 being my friend)'/><author><name>Dwindria Dini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18295441898622784580</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://3.bp.blogspot.com/-m-iDwN9fx6M/Td5a4DaOYRI/AAAAAAAAAIQ/sw3iXbfUpGU/s220/h%2B0799.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4115985411416779827.post-8517342863513600042</id><published>2009-07-02T20:55:00.000-07:00</published><updated>2009-07-02T21:08:25.478-07:00</updated><title type='text'>Yesss!!!Akhirnyaa</title><content type='html'>Hingar bingar meninggalnya king of pop di Amerika,&lt;br /&gt;Tertangkapnya Krishna Mukti dengan uang ratusan juta di tabungannya,&lt;br /&gt;Terjebaknya Pasha dan Alisha kencan berdua,&lt;br /&gt;Pemilihan capres dan cawapres di televisi, rame debat terbukanya,&lt;br /&gt;Carutmarut berita dan media,&lt;br /&gt;Memberitakan sampah-sampah dunia,&lt;br /&gt;Semua terasa nggak berarti tertutup bahagiaa,&lt;br /&gt;Aku akhirnyaaa...&lt;br /&gt;Berhasil merubah template lama,&lt;br /&gt;Menjadi template lumayan gaya,&lt;br /&gt;Yang kudapat dari tips di dunia maya!&lt;br /&gt;:))) senengnyaaa..&lt;br /&gt;A.k.h.i.r.n.y.aaaaaaaaaaa &lt;br /&gt;Blogku jadi lumayan bagus dikit laaa&lt;br /&gt;Maksa!&lt;br /&gt;Biarin aja! :)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4115985411416779827-8517342863513600042?l=kamalhanifmazaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kamalhanifmazaya.blogspot.com/feeds/8517342863513600042/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4115985411416779827&amp;postID=8517342863513600042' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4115985411416779827/posts/default/8517342863513600042'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4115985411416779827/posts/default/8517342863513600042'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kamalhanifmazaya.blogspot.com/2009/07/yesssakhirnyaa.html' title='Yesss!!!Akhirnyaa'/><author><name>Dwindria Dini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18295441898622784580</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://3.bp.blogspot.com/-m-iDwN9fx6M/Td5a4DaOYRI/AAAAAAAAAIQ/sw3iXbfUpGU/s220/h%2B0799.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4115985411416779827.post-1004817779245191107</id><published>2009-06-28T06:26:00.000-07:00</published><updated>2009-06-28T06:27:31.654-07:00</updated><title type='text'>Nasib Laptopku</title><content type='html'>Aku adalah sebuah laptop. Pasrah dipangku seorang yang eksploitatif. Semena-mena menatap layarku, brutal menekan keypadku. Menumpahkan tulisan-tulisan tak bermutu yang sebau muntahan asam lambung orang sakit. Ia kira ia berbakat. Panggil seseorang berteriak di depan mukanya please.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi aku cuma sebuah laptop. Bukan pemegang kendali. Aku pasrah dengan bokong yang kian panas. Namun pemegang kendali belum puas. Aku pasrah ditelan ide-ide semrawut yang tumpah ruah di atas kertas putih virtual.  Panggil seseorang akhiri saja penderitaanku. Mungkin dengan mematikan arus listriknya? Please?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4115985411416779827-1004817779245191107?l=kamalhanifmazaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kamalhanifmazaya.blogspot.com/feeds/1004817779245191107/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4115985411416779827&amp;postID=1004817779245191107' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4115985411416779827/posts/default/1004817779245191107'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4115985411416779827/posts/default/1004817779245191107'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kamalhanifmazaya.blogspot.com/2009/06/nasib-laptopku_28.html' title='Nasib Laptopku'/><author><name>Dwindria Dini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18295441898622784580</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://3.bp.blogspot.com/-m-iDwN9fx6M/Td5a4DaOYRI/AAAAAAAAAIQ/sw3iXbfUpGU/s220/h%2B0799.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4115985411416779827.post-8760091896302685243</id><published>2009-06-28T05:58:00.000-07:00</published><updated>2009-06-28T06:00:17.846-07:00</updated><title type='text'>Puisi tentang buruh angkat Pasar Baru langgananku</title><content type='html'>Bertelanjang kaki menawarkan sekelumit tenaga ala kadarnya kami berjalan. Menyeruak ke dalam pasar mencari sosok-sosok bersahabat. Yang tak kan mengumpat bila kami datangi, tak kan mendengus menampar harga diri. Kaki kami menapak bersahabat dengan tanah pasar yang lusuh. Jari-jari berubah warna tak mampu kami selimuti bahkan dengan sandal paling murah sekalipun. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami mengulur tangan pada plastik-plastik berisi ikan, sayuran, tempe, tahu. Menawarkan energi masa kecil kami untuk mengangkat. Kami mulia. Kami bukan peminta-minta. Kami buruh angkut pasar yang terhormat. Kami mulia, semulia angan-angan sekolah yang makin jauh tertiup angin.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4115985411416779827-8760091896302685243?l=kamalhanifmazaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kamalhanifmazaya.blogspot.com/feeds/8760091896302685243/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4115985411416779827&amp;postID=8760091896302685243' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4115985411416779827/posts/default/8760091896302685243'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4115985411416779827/posts/default/8760091896302685243'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kamalhanifmazaya.blogspot.com/2009/06/puisi-tentang-buruh-angkat-pasar-baru.html' title='Puisi tentang buruh angkat Pasar Baru langgananku'/><author><name>Dwindria Dini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18295441898622784580</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://3.bp.blogspot.com/-m-iDwN9fx6M/Td5a4DaOYRI/AAAAAAAAAIQ/sw3iXbfUpGU/s220/h%2B0799.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4115985411416779827.post-4399110065427635241</id><published>2009-06-27T16:13:00.000-07:00</published><updated>2009-06-27T16:20:02.187-07:00</updated><title type='text'>28 between wishes and challenge</title><content type='html'>Bangun tidur dalam keadaan in a very sensitive thought and mind. Merasa sudah sangat tua dan renta. Sudah berani berjalan di muka bumi selama 28 tahun tapi belum menyumbang apa-apa untuk bumi. Sudah dibentuk sang pencipta menjadi seorang istri dan ibu, tapi belum bisa berfungsi maksimal. Sudah dititipi seorang anak yang lucu dan sehat tapi masih sering menyakiti hatinya. Sudah dipasangkan dengan seorang pria yang sabar tapi masih sering menuntut banyak. Sudah dianugrahi Islam sebagai agama, namun belum menyelam ke dalamnya dengan kaffah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hmmm duapuluhdelapan sekilas menjadi beban dan tantangan, namun pantas disyukuri. Hari ini masih diberi nafas. Untuk meneruskan hobi menulis dan membaca sebanyak-banyaknya buku ! Masih diberi kesempatan untuk bertemu orang-orang sholeh dan menjangkau sedalam-dalamnya ilmu. Masih diberi kesempatan menabung amal, beribadah dengan -mendekati sempurna. Diberi kesempatan untuk mencium tangan orang tua sepuas-puasnya. Memeluk seerat-eratnya keluarga kecilku. Menanamkan sebanyak-banyaknya ilmu ke buah hati. Menjemput hidayah bersama pasangan hidup. Semoga barokah di sisa usiaku. Semoga manfaat di sisa hidupku. Semoga petunjuk dan hidayah Allah selalu menyertai aku. Aminn ya Robb.&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4115985411416779827-4399110065427635241?l=kamalhanifmazaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kamalhanifmazaya.blogspot.com/feeds/4399110065427635241/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4115985411416779827&amp;postID=4399110065427635241' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4115985411416779827/posts/default/4399110065427635241'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4115985411416779827/posts/default/4399110065427635241'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kamalhanifmazaya.blogspot.com/2009/06/28-between-wishes-and-challenge.html' title='28 between wishes and challenge'/><author><name>Dwindria Dini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18295441898622784580</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://3.bp.blogspot.com/-m-iDwN9fx6M/Td5a4DaOYRI/AAAAAAAAAIQ/sw3iXbfUpGU/s220/h%2B0799.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4115985411416779827.post-1079436233665639870</id><published>2009-06-16T13:08:00.000-07:00</published><updated>2009-06-16T13:12:37.402-07:00</updated><title type='text'>Materi Insersi 2 Abah Ihsan Baihaqi</title><content type='html'>Kita, Bukan Malaikat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah, Ibu…..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketahuilah, menjadi orangtua terbaik untuk anak-anak kita &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bukanlah berarti kita diharapkan menjadi orangtua 'malaikat' &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;yang tak boleh kecewa, sedih, capek, pusing menghadapi anak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perasaan-perasaan negatif pada anak itu wajar, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bagaimana menyalurkannya hingga tak sampai menyakiti anak &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;itu yang menjadi fokus perhatian. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya, ayah ibu, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sebenarnya kita masih tetap boleh sedih, kecewa pada anak, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tetapi kita sama sekali tak berhak untuk melukai &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan menyakiti anak-anak kita. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketahuilah, melotot, mengancam, membentak &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dapat membuat hati anak terluka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apalagi, mencubit dan memukul tubuhnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tubuhnya bias kesakitan, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tapi yang lebih sakit sebenarnya apa yang ada dalam tubuhnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah, Ibu…..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena kita bukan orangtua malaikat, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;maka yakinlah anak kita pun bukan anak malaikat &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;yang langsung terampil berbuat kebaikan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka tengah belajar ayah, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mereka masih berproses Ibu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti belajar bersepeda, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kadang mereka terjatuh, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kadang mereka mengerang kesakitan ketika terjatuh. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian juga dengan perilaku anak-anak kita, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mereka bereksplorasi, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mereka berproses, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mereka mengayuh kehidupan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;untuk meraih kebaikan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan menjadi manusa yang berperilaku baik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika mereka terjatuh saat belajar berperilaku, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sebagian kita lalu memvonisnya sebagai anak nakal, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;padahal sebenarnya mereka belum terampil berbuat kebaikan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika Ayah Ibu membimbing kebelumterampilan perbuatan baik anak &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dengan cara yang baik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Insya Allah kebelumterampilan berbuat baik mereka &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;akan terus tergerus dari kehidupan mereka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi  Ayah, Ibu, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jika kita menghadapi ketidakterampilan ini &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dengan tekanan, ancaman, bentakan, cubitan, pelototan, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mereka akan semakin terpuruk ke arah keburukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah Ibu….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yakinlah, ketika seorang anak emosinya kepanasan: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;nangis, marah yang terekspresikan dalam bentuk &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;yang mungkin dapat membuat orangtua jengkel, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;siramlah ia dengan kesejukan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyiram kayu yang terbakar dengan minyak panas &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hanya membuat ia makin terbakar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah, Ibu…..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yakinilah, sifat-sifat negatif anak &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hanyalah bagian 'eksplorasi' untuk mencari cahaya kehidupan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jika kita memahaminya sebagai sebuah bagian proses kehidupan, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;insya Allah anak-anak kita akan akan menebar cahaya untuk kehidupan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu ayah, ibu…, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jika kadang amarah dengan kejahilian memperlakukan anak &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mampir lagi dalam hidup kita, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kamus yang benar adalah 'inila uji ketulusan' &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bukan kegagalan, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;terus belajar tentang kehidupan, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bukan tak berhasil dalam kehidupan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belajar, memburu ilmu, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;adalah ikhtiar yang kita tuju, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;karena sebagian kita ketika menikah &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tidak disiapkan jadi orangtua. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, ayah ibu, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mari kita terus belajar, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;meskipun telah jadi orangtua: belajar….jadi orangtua. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Andaikan keluarga kita kuat, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;insya Allah anak-anak kita memiliki ketahanan mental &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;terhadap lingkungan yang gawat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ihsan Baihaqi Ibnu Bukhari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Master Trainer Sekolah Orangtua PSPA &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;inspirasipspa@ yahoo.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4115985411416779827-1079436233665639870?l=kamalhanifmazaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kamalhanifmazaya.blogspot.com/feeds/1079436233665639870/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4115985411416779827&amp;postID=1079436233665639870' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4115985411416779827/posts/default/1079436233665639870'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4115985411416779827/posts/default/1079436233665639870'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kamalhanifmazaya.blogspot.com/2009/06/materi-insersi-2-abah-ihsan-baihaqi.html' title='Materi Insersi 2 Abah Ihsan Baihaqi'/><author><name>Dwindria Dini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18295441898622784580</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://3.bp.blogspot.com/-m-iDwN9fx6M/Td5a4DaOYRI/AAAAAAAAAIQ/sw3iXbfUpGU/s220/h%2B0799.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4115985411416779827.post-1589176111267103863</id><published>2009-06-16T13:03:00.000-07:00</published><updated>2009-06-16T13:08:32.816-07:00</updated><title type='text'>Materi Insersi 1 dari abah Ihsan Baihaqi</title><content type='html'>Fitrah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah, Ibu…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap anak yang diturunkan ke dunia &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lahir dalam keadaan fitrah bukan? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kullu mauluudin yuladu alal fitrah.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Faawabahu.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap anak lahir dengan fitrah, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bergantung orangtuanya bagaimana ia dibentuk. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena anak lahir dengan fitrah, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bukankah berarti tak satupun anak ketika lahir &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;berniat menghancurkan masa depannya? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak ada satupun bayi ketika lahir berniat di kepalanya &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ah jika besar nanti aku mau kena narkoba” ; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ah jika besar nanti aku akan hobi tawuran atau kebut-kebutan”. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau pernahkah ia berkata &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“jika besar nanti aku akan mencuri uang orangtua.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ah jika  besar nanti aku mau membangkang pada ayah dan ibu”. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adakah anak yang berniat begitu Ayah? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukankah berarti setiap anak yang diturunkan Allah ke dunia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Justru pada awalnya cenderung pada kebaikan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi, mengapa, sebagian anak-anak ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang lahir cantik, rupawan, lucu dan menggemaskan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah ia beranjak remaja dan dewasa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Justru menjadi beban keluarga &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan menjadi masalah untuk lingkungannya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada apa ini…….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah, Ibu….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena anak lahir dengan fitrah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian masalah anak, justru orangtualah penyebabnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Periksalah ternyata sebagian anak justru dijatuhkan harga dirinya &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;di rumah, bukan di luar rumah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian kita mungkin pernah memukul tubuhnya, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;seolah tubuh anak adalah barang pelampiasan amarah kita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sebagian kita mungkin pernah menampar pipinya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;seolah ia tempat empuk bagi telapak tangan kita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sebagian kita mungkin pernah membentaknya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sambil berteriak dalam hati: akulah yang bekuasa atas dirimu!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau mungkin… kita tak pernah melakukan semua itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi tahukah ayah ibu, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian anak memang tak pernah dipukul&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak pernah dicubit, tak pernah dibentak, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi jarang sekali anak yang lolos untuk tidak disalahkan orangtua&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mulai dari buka mata di pagi hari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai kembali menutup mata di sore hari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah, Ibu….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena sebagian anak jatuh harga dirinya di rumah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa kita sadari, ada sebagian anak yang tak betah &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berada di samping orangtua &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Panas hatinya &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jika mendengar ‘ceramah-ceramah’ orangtuanya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan overdosis nasihat yang ia terima&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lalu kapan kita mendengarkan anak, ayah, ibu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika seorang kakak hendak mengambil mainan miliknya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang diambil adiknya, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita… dengan kekuatan kehakiman yang kita miliki &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan gagah berkata: kakak…. Ngalah dong sama adik!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lihatlah pertunjukkan ini ayah…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lihatlah ketidakadilan ternyata di mulai dari rumah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lihatlah… kebenaran ternyata ditentukan oleh faktor usia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu kita berdalil “adik nya kan masih kecil…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hati si kakak berkata &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“sampai kapan adik akan dibela?” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kapankah aku meminta lebih dulu dilahirkan ke dunia?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“sungguh tak enak jadi seorang kakak”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena ketidakadilan di mulai dari rumah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tempat lain, sebagian adik pun berkata hal yang sama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“sungguh aku pun tak suka jadi seorang adik”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ketika ayah dan ibu tak ada aku sering dikerjai kakak semuanya”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah ibu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena sebagian anak dijatuhkan harga dirinya di rumah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian anak akhirnya tak betah berada di rumah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rumah baginya hanyalah tempat tidur sementara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia lalu mencari harga diri, berkelana mencari surga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mencari orang-orang yang akan menghargai dirinya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahh… ternyata teman-teman ganknya bisa menghargainya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu dalam hati ia berkata&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hm… ternyata aku dihargai jika aku pamer perkasa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku ternyata perkasa jika menghisap ganja&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku gembira jika bisa menyusahkan siapa saja…..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah itu yang ingin kita inginkan  ayah, ibu? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika tidak, hormatilah jiwa anak-anak kita           &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan sekadar uang, jajanan, mainan dan sekolah mahal semata&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu semua penting&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi perkataan dan perlakuan penuh cinta dari Anda&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalah warisan terindah untuk masa depan mereka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ihsan Baihaqi Ibnu Bukhari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Master Trainer Sekolah Orangtua PSPA &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;inspirasipspa@ yahoo.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4115985411416779827-1589176111267103863?l=kamalhanifmazaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kamalhanifmazaya.blogspot.com/feeds/1589176111267103863/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4115985411416779827&amp;postID=1589176111267103863' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4115985411416779827/posts/default/1589176111267103863'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4115985411416779827/posts/default/1589176111267103863'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kamalhanifmazaya.blogspot.com/2009/06/materi-insersi-1-dari-abah-ihsan.html' title='Materi Insersi 1 dari abah Ihsan Baihaqi'/><author><name>Dwindria Dini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18295441898622784580</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://3.bp.blogspot.com/-m-iDwN9fx6M/Td5a4DaOYRI/AAAAAAAAAIQ/sw3iXbfUpGU/s220/h%2B0799.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4115985411416779827.post-4424441164728011218</id><published>2009-06-13T02:07:00.000-07:00</published><updated>2009-06-13T02:12:49.647-07:00</updated><title type='text'>Blogku yang sederhana</title><content type='html'>Blog ini seperti sebuah rumah. Kalo ditinggali, suasana akan jadi hidup dan biasanya tikus akan jarang beredar. Tapi kalo jarang ditengok, dia akan berdebu dan banyak hantunya. Sesekali aku mampir dan menuliskan sesuatu yang nggak penting dan nggak mutu, just to keep it alive. Today i drop by to say hi to my lil house. Hi, how do u do, sorry for not stopping by for such a long time. Do not mean to do that. It's just sometimes my brain doesn't work as it supposed to be.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4115985411416779827-4424441164728011218?l=kamalhanifmazaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kamalhanifmazaya.blogspot.com/feeds/4424441164728011218/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4115985411416779827&amp;postID=4424441164728011218' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4115985411416779827/posts/default/4424441164728011218'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4115985411416779827/posts/default/4424441164728011218'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kamalhanifmazaya.blogspot.com/2009/06/blogku-yang-sederhana.html' title='Blogku yang sederhana'/><author><name>Dwindria Dini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18295441898622784580</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://3.bp.blogspot.com/-m-iDwN9fx6M/Td5a4DaOYRI/AAAAAAAAAIQ/sw3iXbfUpGU/s220/h%2B0799.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4115985411416779827.post-5280774982852789463</id><published>2009-06-13T01:46:00.000-07:00</published><updated>2009-06-13T02:05:30.775-07:00</updated><title type='text'>Spontaneously written</title><content type='html'>Bulan Juni tahun ini umurku akan menjadi duapuluh delapan tahun. Aku merasa sangat tak berdaya. Terutama karena aku merasa tidak maksimal menjalankan peranku sebagai seorang manusia yang berjalan di bumi. Dalam jangka waktu duapuluh delapan tahun, apa yang sudah aku perbuat untuk society. Tidak ada. Seharusnya aku bisa lebih bermanfaat dengan waktuku yang sangat longgar. Seharusnya aku bisa. Tapi kemalasan, kekurang kuatan niat, keterperangkapan diriku dalam hijab pikiran membuatku tidak mau bangkit dan bergerak. Padahal muslim yang paling baik adalah muslim yang paling banyak manfaatnya untuk umat. Dan muslim yang baik harus dinamis dan tidak statis. Muslim yang baik adalah muslim yang menghasilkan. Allah senang mereka yang meletakkan tangannya di atas, bukan di bawah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku terlalu terbuai dalam zona kemapanan. Dengan tidak bergerak pun aku sudah dikelilingi kenikmatan dan kemudahan. Jadi buat apa mencari. Ilmuku terkurung. Tak berkembang. Otak kanan dan otak kiriku serasa lumpuh. Kurang dioptimalkan. Aku merasa sangat stagnan, sangat jalan di tempat. Yang aku butuhkan adalah pencerahan. Dan pencerahan pun harus dijemput. Dia tidak datang sendiri. Rabb ku. Zat yang Maha Sempurna. Maha memberi petunjuk. Aku sedang memperbaiki diri sedikit demi sedikit. Mencuri perhatianMu dengan hal-hal yang Kau suka. Dengan itu aku mengharap hidayah dan petunjuk. Apa yang harus kulakukan di umurku yang sudah renta ini..Apakah menurutMu aku sudah cukup bermanfaat untuk suamiku, untuk anakku, untuk keluargaku dan untuk lingkungan. Apakah aku sudah bermanfaat untuk masyarakat? Apa yang sudah aku beri?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4115985411416779827-5280774982852789463?l=kamalhanifmazaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kamalhanifmazaya.blogspot.com/feeds/5280774982852789463/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4115985411416779827&amp;postID=5280774982852789463' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4115985411416779827/posts/default/5280774982852789463'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4115985411416779827/posts/default/5280774982852789463'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kamalhanifmazaya.blogspot.com/2009/06/spontaneously-written.html' title='Spontaneously written'/><author><name>Dwindria Dini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18295441898622784580</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://3.bp.blogspot.com/-m-iDwN9fx6M/Td5a4DaOYRI/AAAAAAAAAIQ/sw3iXbfUpGU/s220/h%2B0799.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4115985411416779827.post-3350768924291067294</id><published>2009-06-13T01:39:00.000-07:00</published><updated>2009-06-13T01:42:28.037-07:00</updated><title type='text'>Where have I been</title><content type='html'>Kemana perginya ide-ide yang biasanya berloncatan di otakku seperti butiran jagung yang meledak-ledak masak kemudian menjadi popcorn? Kemana perginya keinginan menulisku yang langsung membuncah ingin keluar ketika melihat kertas putih yang kosong. Kemana larinya kalimat-kalimat itu yang berbaris rapi menunggu dengan tak sabar ingin muntah dari otakku. Oh, bagaimana ini. Otakku jadi berubah. Sel-sel di dalamnya tidak lagi cenderung untuk menulis. Aku takuuuuuuttt…&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4115985411416779827-3350768924291067294?l=kamalhanifmazaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kamalhanifmazaya.blogspot.com/feeds/3350768924291067294/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4115985411416779827&amp;postID=3350768924291067294' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4115985411416779827/posts/default/3350768924291067294'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4115985411416779827/posts/default/3350768924291067294'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kamalhanifmazaya.blogspot.com/2009/06/where-have-i-been.html' title='Where have I been'/><author><name>Dwindria Dini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18295441898622784580</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://3.bp.blogspot.com/-m-iDwN9fx6M/Td5a4DaOYRI/AAAAAAAAAIQ/sw3iXbfUpGU/s220/h%2B0799.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4115985411416779827.post-3318152585431865539</id><published>2009-05-01T15:00:00.000-07:00</published><updated>2009-05-01T15:04:35.821-07:00</updated><title type='text'>Ketika anak "pergi"</title><content type='html'>Ada yang pernah menyaksikan seorang ibu yang menangis pada waktu akad nikah? ketika anak laki-lakinya mengucapkan ijab kabul? Waktu masih sekolah, ketika sering diminta untuk menemani mama ke sebuah resepsi pernikahan, yang seperti itu sering kali saya tertawakan. “Ya ampun segitunya banget sih tu Ibu, anak nikah ya udah ikhlasin aja!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika kakak laki-laki saya menikah, saya juga menyaksikan mama menangis tersedu-sedu di tengah-tengah perhelatan, dan itu sedikit membuat saya heran. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beranjak dewasa, giliran saya yang bersanding dengan seorang pria sabar yang digariskan Allah menjadi jodoh saya. Ketika sedang mengucap ijab Kabul, terdengar suara isakan lumayan keras dari arah belakang. Ternyata yang menangis adalah ibu mertua saya.  Waktu itu isakannya lumayan memilukan. Saya melihat bapak mertua saya kemudian memegang pundaknya sambil menyodorkan tisu. Di sebelah kanan, saya melihat mama sudah hanyut dalam tangisan tanpa suara. Papa, matanya berkaca-kaca. Malah lebih emosional. Badannya bergetar menahan tangis yang tak keluar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai sejauh itu saya masih gagal menyelami perasaan mereka yang berlinangan air mata ketika menikahkan anaknya. Saya mengerti tapi untuk menyelami, belum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, ketika saya sudah menjadi a hundred percent stay home mom, mengasuh pria kecil yang menakjubkan ini, dari bayi hingga sekarang di tiga tahun umurnya, saya menjadi mulai bisa mengerti rasa sedih “mereka-mereka” itu. Malah kadang, membayangkan masa itu akan tiba, (termasuk sekarang, ketika membuat tulisan ini) mata ini sudah berkaca-kaca. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya masih punya waktu sekitar –jika Allah berkehendak, 20 tahunan (?) untuk menata hati ini dan menjadi seorang ibu yang dengan ikhlas bisa menyaksikan anaknya “pergi”. Waktu untuk menumpuk kekuatan dan menyerahkannya dengan rela kepada seorang perempuan sholehah (amin).&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4115985411416779827-3318152585431865539?l=kamalhanifmazaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kamalhanifmazaya.blogspot.com/feeds/3318152585431865539/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4115985411416779827&amp;postID=3318152585431865539' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4115985411416779827/posts/default/3318152585431865539'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4115985411416779827/posts/default/3318152585431865539'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kamalhanifmazaya.blogspot.com/2009/05/ketika-anak-pergi.html' title='Ketika anak &quot;pergi&quot;'/><author><name>Dwindria Dini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18295441898622784580</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://3.bp.blogspot.com/-m-iDwN9fx6M/Td5a4DaOYRI/AAAAAAAAAIQ/sw3iXbfUpGU/s220/h%2B0799.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4115985411416779827.post-6282286732338461092</id><published>2009-04-28T01:48:00.000-07:00</published><updated>2009-04-28T01:51:11.054-07:00</updated><title type='text'>A Gift</title><content type='html'>Hari ini aku bahagia sekali. Mendapat hadiah dari guru-guru sekolah. Hadiahnya berupa mug yang lucu dengan gambarku dan Kamal di salah satu sisinya. Bagiku itu bukanlah sekedar mug kaca yang kecil dan murah. Bagiku itu adalah hadiah yang berharga. Yang datang dari seorang “kekasih”. Bagiku itu seperti cinta yang berbalas. Kalian tahu? Serasa berbunga-bunga bukan jika cinta kita dibalas?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama ini aku merasa sangat sayang pada sekolahku itu. Sayang karena di sanalah pada setiap dua minggu sekali, tiga jam sehari, aku percayakan anakku memperoleh ilmu yang bermanfaat. Ilmu akhirat untuk bekalnya dewasa kelak. Ilmu-ilmu yang bahkan tak dapat ditukar dengan kemewahan dunia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan hari ini aku merasa sayangku dibalas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terima kasih banyak sekolah para calon khalifah… Only Allah knows how I feel about you:)) Semoga Allah Yang Maha Pengasih selalu menyertai perjalananmu hingga ujung zaman. Amin..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4115985411416779827-6282286732338461092?l=kamalhanifmazaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kamalhanifmazaya.blogspot.com/feeds/6282286732338461092/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4115985411416779827&amp;postID=6282286732338461092' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4115985411416779827/posts/default/6282286732338461092'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4115985411416779827/posts/default/6282286732338461092'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kamalhanifmazaya.blogspot.com/2009/04/gift.html' title='A Gift'/><author><name>Dwindria Dini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18295441898622784580</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://3.bp.blogspot.com/-m-iDwN9fx6M/Td5a4DaOYRI/AAAAAAAAAIQ/sw3iXbfUpGU/s220/h%2B0799.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4115985411416779827.post-8383674742435758122</id><published>2009-04-15T18:01:00.000-07:00</published><updated>2009-04-15T18:04:26.066-07:00</updated><title type='text'>A breathtaking prayer</title><content type='html'>Pada tanggal 12 April 2009 anak laki-lakiku yang berumur 3 tahun kurang 2 hari berdoa. Waktu itu kami duduk bersila bertiga sehabis menunaikan ibadah sholat magrib bersama. Hari itu giliran dia memimpin doa. Dengan pronounsiasi yang belum jelas dia berdoa: “Bismillahirrohmanirrohim, Ya Allah mudah-mudahan anaknya jadi anak sholeh, ibunya jadi anak sholeh, bapaknya jadi anak sholeh. Amin ya Robbal Alamin..takbir Allahu Akbar Allahu Akbar Allahu Akbar!!!”&lt;br /&gt;Doa yang sangat dalam datang dari jiwa seorang anak yang kurang dari 3 tahun hidup di dunia..apalah yang kita inginkan selain menjadi manusia sholeh? Hmm ya anakku Ibu dan Bapak sedang menuju ke sana. Terus doakan kami ya Nak..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4115985411416779827-8383674742435758122?l=kamalhanifmazaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kamalhanifmazaya.blogspot.com/feeds/8383674742435758122/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4115985411416779827&amp;postID=8383674742435758122' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4115985411416779827/posts/default/8383674742435758122'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4115985411416779827/posts/default/8383674742435758122'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kamalhanifmazaya.blogspot.com/2009/04/breathtaking-prayer.html' title='A breathtaking prayer'/><author><name>Dwindria Dini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18295441898622784580</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://3.bp.blogspot.com/-m-iDwN9fx6M/Td5a4DaOYRI/AAAAAAAAAIQ/sw3iXbfUpGU/s220/h%2B0799.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4115985411416779827.post-2495037966711037332</id><published>2009-04-10T19:45:00.000-07:00</published><updated>2009-04-10T19:46:16.444-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>Bila pergi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biarlah Allah yang mengembalikannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila hilang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biarlah Allah yang menemukannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila sedih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biarlah Allah yang menghiburnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila takut&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biarlah Allah yang menemani&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketahuilah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masaku berusia sama dengan jalan juang ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketahuilah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masaku bersama PelukanNya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tenangku tetap bersamaNya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Damaiku tetap disampingNya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu pilihanku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabar menjadi Obatnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ikhlas menjadi penenangnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diam menjadi bingkainya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jum'at tetap spesial&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hujan jadi khusus&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam do'a dan mata air yang belajar berhenti&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Taken from Facebook Mbak Rini Diana)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4115985411416779827-2495037966711037332?l=kamalhanifmazaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kamalhanifmazaya.blogspot.com/feeds/2495037966711037332/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4115985411416779827&amp;postID=2495037966711037332' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4115985411416779827/posts/default/2495037966711037332'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4115985411416779827/posts/default/2495037966711037332'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kamalhanifmazaya.blogspot.com/2009/04/bila-pergi-biarlah-allah-yang.html' title=''/><author><name>Dwindria Dini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18295441898622784580</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://3.bp.blogspot.com/-m-iDwN9fx6M/Td5a4DaOYRI/AAAAAAAAAIQ/sw3iXbfUpGU/s220/h%2B0799.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4115985411416779827.post-3441925833209221995</id><published>2009-04-10T19:05:00.000-07:00</published><updated>2009-04-10T19:11:34.087-07:00</updated><title type='text'>Tentang datang ke majelis-majelis ilmu</title><content type='html'>"Hadist RASUL saw ( berkata kpd Abu Dhar) : Duduk bersama orang berilmu/ Alim sesa'at (sejam),lebih baik dari pada 1000 malam,yg pada setiap malamnya dilaksanakan 1000 solat, dan lebih baik dari 1000 kali peperangan unt ALLAH, atau lebih baik dari pada20.000 kali membaca habis AL QUR'AN, atau lebih baik dari pada beribadah sepanjang tahun di mana berpuasa pada siang harinya dan bangun beribadah sepanjang malamnya. Bila seseorang meninggalkan rumahnya dg NIAT menuntut ILMU pengetahuan, bagi setiap LANGKAH nya yg diambilnya, ALLAH akan menganugerahi kpd nya PAHALA bagi seorang NABI, dan pahala yg setara dg pahala 1000 SYUHADA BADR. Dan atas setiap patah kata yg DIDENGAR atau DITULIS nya, suatu kota akan disediakan baginya, di SURGA.."( Abu Dhar r.a)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4115985411416779827-3441925833209221995?l=kamalhanifmazaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kamalhanifmazaya.blogspot.com/feeds/3441925833209221995/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4115985411416779827&amp;postID=3441925833209221995' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4115985411416779827/posts/default/3441925833209221995'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4115985411416779827/posts/default/3441925833209221995'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kamalhanifmazaya.blogspot.com/2009/04/tentang-datang-ke-majelis-majelis-ilmu.html' title='Tentang datang ke majelis-majelis ilmu'/><author><name>Dwindria Dini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18295441898622784580</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://3.bp.blogspot.com/-m-iDwN9fx6M/Td5a4DaOYRI/AAAAAAAAAIQ/sw3iXbfUpGU/s220/h%2B0799.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4115985411416779827.post-7251182709810186907</id><published>2009-04-06T02:31:00.000-07:00</published><updated>2009-04-06T02:36:59.161-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_M43PeUrp_Xc/SdnNL0s1gII/AAAAAAAAAD0/GXItADx0pfs/s1600-h/811584-xxs.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5321510037723906178" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 107px; CURSOR: hand; HEIGHT: 110px" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_M43PeUrp_Xc/SdnNL0s1gII/AAAAAAAAAD0/GXItADx0pfs/s200/811584-xxs.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ada yang kangen menerima surat dari pak pos? ada yang kangen gimana rasanya (tepatnya sensasinya) menantikan pak pos yang nganter surat cinta kita dari balik pagar? Atau ada yang kangen dengan kartu pos yang dikirim oleh sahabat dari jauh. Kartu lebaran yang ada gambar ketupatnya warna hijau? Atau kuning? Ada yang kangen semua itu? Kalo ada, ayo temani saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sedang kangen melambatkan waktu. Waktu di abad 21 menjadi sangat cepat. Padahal rotasi bumi tetap-tetap saja. Lihat saja di sekitar kita. Kita sekarang hidup di abad dimana kita bisa tahu seseorang yang ada di belahan dunia lain dan mendadak lagi, bisa “In a Relationship”dengannya. Internet, friendster, facebook, blackberry.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita bisa tahu si A habis makan soto ayam dengan hanya membaca status nya di komputer. Hebat. Saya jadi ingat rumus fisika di Smu dulu pas masih muda. Ada tiga barometer: kecepatan, jarak dan waktu, Kecepatan adalah jarak dibagi waktu. a sama dengan s per t. Sekarang kecepatan, jarak dan waktu jadi bersahabat. Jadi sangat dekat. Nggak perlu dipisahkan tanda “sama dengan” lagi, karena mereka hidup rukun dan damai. Bergandeng tangan persis seperti iklan-iklan KB jaman dulu yang ditempel di dinding-dinding Posyandu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melelahkan sekali diperbudak waktu. Tiba-tiba jadi kangen dengan keterlambatan. Pernah satu kali sedang makan nasi goreng yang nikmat, sampai akhirnya ada sms masuk dengan berita duka dari ujung pulau. Rasa nasi goreng langsung lenyap tak berbekas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernah juga (hmm tepatnya sih sering) asyik ngobrol dengan suami,tiba-tiba bunyi dering blackberry messenger menyela kami, dan itu lebih penting untuk dilihat ketimbang harus melanjutkan obrolan kami. Ketika si suami ini menanyakan sampai dimana kami tadi, mood untuk ngobrol sudah terbang entah kemana. Nah dalam kasus ini, waktu berkolerasi dengan uang. Uangnya sapa? Uangnya bule. Bule sapa? Bule-bule berdasi penjarah minyak bumi kita. “Hey time is money, hand them a blackberry, so they can response our mail quickly!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tepat sekali kalau saya mengistilahkan ini sebagai perbudakan. Slavery. Bahkan email pun harus dibawa pulang dan dikantongi. Saya nggak bisa membayangkan bagaimana kalau tuntutan dan tekanan pekerjaan sudah sedahsyat ini, dan email belum ditemukan. Bisa hancur semua perusahaan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal kita perlu slowing down. Istilahnya delay. Rehat sejenak. Tepat seperti lirik lagu PADI, hidup tak mesti terus berlari. Bisa jadi dengan hidup yang berkecepatan normal (bukan terlalu lambat atau terlalu cepat) hidup bisa lebih easier..who knows.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi yah kembali lagi ke kesimpulan yang menabrak dinding, tanpa bisa disanggah, mari kita kembalikan kepemilikan waktu kepada Yang Maha Mengatur.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4115985411416779827-7251182709810186907?l=kamalhanifmazaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kamalhanifmazaya.blogspot.com/feeds/7251182709810186907/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4115985411416779827&amp;postID=7251182709810186907' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4115985411416779827/posts/default/7251182709810186907'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4115985411416779827/posts/default/7251182709810186907'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kamalhanifmazaya.blogspot.com/2009/04/ada-yang-kangen-menerima-surat-dari-pak.html' title=''/><author><name>Dwindria Dini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18295441898622784580</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://3.bp.blogspot.com/-m-iDwN9fx6M/Td5a4DaOYRI/AAAAAAAAAIQ/sw3iXbfUpGU/s220/h%2B0799.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_M43PeUrp_Xc/SdnNL0s1gII/AAAAAAAAAD0/GXItADx0pfs/s72-c/811584-xxs.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4115985411416779827.post-7886832976807863227</id><published>2009-03-31T22:52:00.000-07:00</published><updated>2009-03-31T22:55:44.641-07:00</updated><title type='text'>Happy for my sister</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_M43PeUrp_Xc/SdMBz4HugZI/AAAAAAAAADk/6A9bNtWTk4s/s1600-h/DSCN02066.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5319597575604437394" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 206px; CURSOR: hand; HEIGHT: 320px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_M43PeUrp_Xc/SdMBz4HugZI/AAAAAAAAADk/6A9bNtWTk4s/s320/DSCN02066.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ffff66;"&gt;Hari ini, menit ini aku bahagia untuk seorang saudara.&lt;br /&gt;Perjalanannya yang panjang dan berliku untuk menjemput jodoh hampir berakhir. Seorang pria setuju untuk melangkah ke jalan yang serius,&lt;br /&gt;ya, jalan menuju pernikahan.&lt;br /&gt;Menikah untuk menyempurnakan setengah ibadah.&lt;br /&gt;I am happy for you, Anis&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4115985411416779827-7886832976807863227?l=kamalhanifmazaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kamalhanifmazaya.blogspot.com/feeds/7886832976807863227/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4115985411416779827&amp;postID=7886832976807863227' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4115985411416779827/posts/default/7886832976807863227'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4115985411416779827/posts/default/7886832976807863227'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kamalhanifmazaya.blogspot.com/2009/03/happy-for-my-sister.html' title='Happy for my sister'/><author><name>Dwindria Dini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18295441898622784580</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://3.bp.blogspot.com/-m-iDwN9fx6M/Td5a4DaOYRI/AAAAAAAAAIQ/sw3iXbfUpGU/s220/h%2B0799.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_M43PeUrp_Xc/SdMBz4HugZI/AAAAAAAAADk/6A9bNtWTk4s/s72-c/DSCN02066.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4115985411416779827.post-7665218393446930090</id><published>2009-03-30T00:00:00.000-07:00</published><updated>2009-03-30T00:09:55.835-07:00</updated><title type='text'>Mengeluh lagi</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_M43PeUrp_Xc/SdBwIij5DJI/AAAAAAAAADc/qINx2f2CsW4/s1600-h/al-quran.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5318874451943165074" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 200px; CURSOR: hand; HEIGHT: 250px" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_M43PeUrp_Xc/SdBwIij5DJI/AAAAAAAAADc/qINx2f2CsW4/s400/al-quran.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;Kita selalu bertanya dan Quran sudah menjawabnya: &lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;Kita bertanya : Kenapa aku diuji ? &lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;Quran menjawab:&lt;br /&gt;“Apakah manusia itu dibiarkan saja mengatakan , “Kami telah beriman, sedangkan mereka tidak diuji ? dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar, dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang berdusta ." (Surah al- Ankabut, ayat 2-3) &lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kita bertanya : Kenapa aku tidak dapat apa yang aku idam-idamkan ? &lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;Quran menjawab:&lt;br /&gt;“Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi pula kamu menyukai sesuatau, padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui.” (Surah al-Baqarah, ayat 216)&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;Kita bertanya : Kenapa ujian seberat ini ?&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;Quran menjawab:&lt;br /&gt;“Allah tidak membebani seseorang itu melainkan sesuai dengan kesanggupannya.” (Surah al-Baqarah, ayat 286) &lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;Kita bertanya : Kenapa mesti frustasi ?&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;Quran menjawab:&lt;br /&gt;“Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah pula kamu bersedih hati,padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi darjatnya, jika kamu orang-orang yang beriman." (Surah al-Imran, ayat 139) &lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kita bertanya : Bagaimana harus aku menghadapinya ? &lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Quran menjawab:&lt;br /&gt;“Dan mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan jalan sabar dan mengerjakan sembahyang, dan sesungguhnya sembahyang itu amat berat kecuali bagi orang-orang yang khusyuk.” (Surah al-Baqarah ayat 45)&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;Kita bertanya : Kepada siapa aku berharap?&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;Quran menjawab:&lt;br /&gt;“Cukuplah Allah bagiku, tidak ada Tuhan selain daripadaNya.Hanya kepadaNya aku bertawakkal.” (Surah at-Taubah, ayat 129)&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;Kita bertanya: Apa yang aku dapat dari semua ujian ini?&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;Quran menjawab:&lt;br /&gt;“Sesungguhnya Allah telah membeli daripada orang-orang mukmin, diri dan harta mereka dengan memberikan syurga untuk mereka.” (Surah at-Taubah, ayat 111)&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;Kita berkata : Aku tak tahan!!! &lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;Quran menjawab:&lt;br /&gt;“. .dan janganlah kamu berputus asa daripada rahmat Allah.Sesungguhnya tiada berputus asa daripada rahmat Allah melainkan kaum yang kafir.” (Surah Yusuf, ayat 87)&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;Kita berkata: Sampai bila aku merana begini ? &lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;Quran menjawab:&lt;br /&gt;“Kerana sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.” (Surah al-Insyirah, ayat 5-6) &lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4115985411416779827-7665218393446930090?l=kamalhanifmazaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kamalhanifmazaya.blogspot.com/feeds/7665218393446930090/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4115985411416779827&amp;postID=7665218393446930090' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4115985411416779827/posts/default/7665218393446930090'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4115985411416779827/posts/default/7665218393446930090'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kamalhanifmazaya.blogspot.com/2009/03/mengeluh-lagi.html' title='Mengeluh lagi'/><author><name>Dwindria Dini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18295441898622784580</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://3.bp.blogspot.com/-m-iDwN9fx6M/Td5a4DaOYRI/AAAAAAAAAIQ/sw3iXbfUpGU/s220/h%2B0799.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_M43PeUrp_Xc/SdBwIij5DJI/AAAAAAAAADc/qINx2f2CsW4/s72-c/al-quran.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4115985411416779827.post-9082584886330302555</id><published>2009-03-26T21:31:00.000-07:00</published><updated>2009-03-26T21:47:23.082-07:00</updated><title type='text'>Kuliner Balikpapan, in a glance</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Kalau dicermati, kuliner di Balikpapan banyak terkontaminasi cita rasa Jawa Timur dan Sulawesi. Di Balikpapan, makanan dari Jawa Tengah dan sekitarnya kurang mendapat tempat. Lihat saja, seperti soto! Lidah Balikpapan sudah kadung terpesona oleh soto Suroboyoan. Soto yang bercita rasa kuat dengan bumbu yang sangat loyal. Soto Kudus, soto Klaten dan yang sejenisnya, yang manis-manis jarang ada di sini. Sebut juga seperti rawon, gudeg, kurang mendominasi walaupun tetap tersedia di Balikpapan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makanan berbumbu kacang yang “banjir” juga berhamburan di sudut-sudut Balikpapan. Walaupun jarang ada yang punya warung, tapi makanan jenis gado-gado dan tahu tek-tek gampang anda temui kalau anda rajin ngider dari jam 16.00 sampai jam 20.00,bahkan sampai jam 22.00. Penjual gado-gado adalah wanita-wanita lanjut dengan gaya busana yang “gado-gado” juga. Very-very unfashionable!! Atasannya baju warna-warni, bawahan sewek batik yang sudah luntur warnanya. Mereka kebanyakan berasal dari pulau Madura. Penjual tahu tek-tek yang menghiasi pinggir-pinggir jalan Balikpapan juga kebanyakan warga Surabaya perantau. Walaupun penampilannya tidak meyakinkan, herannya, hasil racikannya selalu pas di lidah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bakso yang paling laris dan enak juga berasal dari Malang. Lagi-lagi Jawa Timur. Bakso yang letaknya di terminal BP ini malah berani buka hingga 24 jam. Citarasanya yang Jawa Timur-an membuat rumah makan ini ketika pertama kali buka, ramai pengunjung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pecel ayam? Pecel lele? Juga Jawa Timur-an. Tidak percaya? Rasakan saja sambelnya. Dua warung yang paling ramai, mengklaim bahwa sambel yang mereka buat adalah gaya Jawa Timur. Mereka adalah warung Mbak Nur di Dam, dan warung 84 di Kantor Pos. Sambelnya kalau anda pernah merasakan…hmm..maknyus sampai ke ubun-ubun! Maka semua sajian pecel, baik ayam, bebek, lele, kalau tanpa sambel,jangan dibeli!! Useless!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, kalo nasi goreng, masih mengundang perdebatan. Saya berpendapat, nasi goreng paling enak ada di sekitar PUSKIB dekat Primagama. Tapi beberapa orang menyangkal. Ada yang berpendapat nasgor di Ayam Goreng Sulawesi paling enak sedunia. Dua nasgor ini sama enaknya in a way that nobody knows. Only you and your tongue know it. :)))&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nasi campur?? 2 warung ternama yang menjual nasi campur dan nasi pecel paling OK berasal dari Jawa Timur. Mereka adalah Warung Tulungagung dan warung Nganjuk. Kalau anda pernah makan di warung Tulungagung, hmm.. anda akan ketagihan untuk ke sana lagi, sampai-sampai anda akan menduga mereka menyisipkan sejenis obat-obatan terlarang seperti sabu atau kokain dan sejenisnya!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja  tulisanku ini tidak bisa menjadi barometer. Ini hanya sekedar opini pribadi si penyuka makanan (^-^)v&lt;br /&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4115985411416779827-9082584886330302555?l=kamalhanifmazaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kamalhanifmazaya.blogspot.com/feeds/9082584886330302555/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4115985411416779827&amp;postID=9082584886330302555' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4115985411416779827/posts/default/9082584886330302555'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4115985411416779827/posts/default/9082584886330302555'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kamalhanifmazaya.blogspot.com/2009/03/kuliner-balikpapan-in-glance.html' title='Kuliner Balikpapan, in a glance'/><author><name>Dwindria Dini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18295441898622784580</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://3.bp.blogspot.com/-m-iDwN9fx6M/Td5a4DaOYRI/AAAAAAAAAIQ/sw3iXbfUpGU/s220/h%2B0799.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4115985411416779827.post-8364091633949007308</id><published>2009-03-22T15:38:00.000-07:00</published><updated>2009-03-22T15:50:45.104-07:00</updated><title type='text'>Gaji DPR RI</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_M43PeUrp_Xc/ScbADHM76OI/AAAAAAAAADU/NCNqof5Z-gA/s1600-h/DPR.bmp"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5316147569862895842" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 400px; CURSOR: hand; HEIGHT: 272px" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_M43PeUrp_Xc/ScbADHM76OI/AAAAAAAAADU/NCNqof5Z-gA/s400/DPR.bmp" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Rutin perbulan, rutin non perbulan dan sesekali. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Rutin perbulan meliputi :&lt;br /&gt;Gaji pokok : Rp 15.510.000&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Tunjangan listrik : Rp 5. 496.000&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Tunjangan Aspirasi : Rp 7.200.000&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Tunjangan kehormatan : Rp 3.150.000&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Tunjangan Komunikasi : Rp 12.000.000&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Tunjangan Pengawasan : Rp 2.100.000&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Total : Rp 46.100.000/bulan&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Total Pertahun : Rp 554.000.000&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Masing-masing anggota DPR mendapatkan gaji yang sama. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sedangkan penerimaan nonbulanan atau nonrutin. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dimulai dari penerimaan gaji ke-13 setiap bulan Juni.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Gaji ke-13 :Rp 16.400.000&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dana penyerapan ( reses) :Rp 31.500.000&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dalam satu tahun sidang ada empat kali reses jika di total selama pertahun totalnya sekitar Rp 118.000.000. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sementara penghasilan yang bersifat sewaktu-waktu yaitu:&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dana intensif pembahasan rencangan undang-undang dan honor melalui uji kelayakan dan kepatutan sebesar Rp 5.000.000/kegiatan&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dana kebijakan intensif legislative sebesar Rp 1.000.000/RUU&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Jika dihitung jumlah keseluruhan yang diterima anggota DPR dalam setahun mencapai hampir 1 milyar rupiah. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Data tahun 2006 jumlah pertahun dana yang diterima anggota DPR mencapai Rp 761.000.000, dan tahun 2007 mencapai Rp 787.100.000. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Woww.. pantas jika mereka mengejar kursi DPR, belum lagi dana pensiunan yang mereka dapatkan ketika tidak lagi menjabat.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sumber:&lt;a title="http://www.kabarinews.com" href="http://www.kabarinews.com/" target="_blank" rel="nofollow"&gt;http://www.kabarinews.com/&lt;/a&gt;&lt;a title="http://warnadunia.com/rahasia-kenapa-banyak-yang-ingin-jadi-anggota-dpr/" href="http://warnadunia.%20com/rahasia-%20kenapa...%20i-anggota-%20dpr/" target="_blank" rel="nofollow"&gt;http://warnadunia.%20com/rahasia-%20kenapa...%20i-anggota-%20dpr/&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;strong&gt;Enak ya, kerjanya sambil tiduran di rapat, tapi digaji gueeeede lagee...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SELAMAT MEMILIH WAKIL RAKYAT – 9 APRIL 2009 (PLEASE DO NOT MISS IT) JANGAN&lt;/strong&gt; &lt;strong&gt;SALAH PILIH&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4115985411416779827-8364091633949007308?l=kamalhanifmazaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kamalhanifmazaya.blogspot.com/feeds/8364091633949007308/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4115985411416779827&amp;postID=8364091633949007308' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4115985411416779827/posts/default/8364091633949007308'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4115985411416779827/posts/default/8364091633949007308'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kamalhanifmazaya.blogspot.com/2009/03/gaji-dpr-ri.html' title='Gaji DPR RI'/><author><name>Dwindria Dini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18295441898622784580</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://3.bp.blogspot.com/-m-iDwN9fx6M/Td5a4DaOYRI/AAAAAAAAAIQ/sw3iXbfUpGU/s220/h%2B0799.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_M43PeUrp_Xc/ScbADHM76OI/AAAAAAAAADU/NCNqof5Z-gA/s72-c/DPR.bmp' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4115985411416779827.post-2191884277934297597</id><published>2009-03-22T15:22:00.000-07:00</published><updated>2009-03-22T15:26:19.629-07:00</updated><title type='text'>I become a secret admirer</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Ada seorang wanita yang untukku mengagumkan. Berdekatan dengan dia, aku selalu merasa salah tingkah. Wanita ini memancarkan apa yang ia sebut dalam salah satu tausyiahnya sendiri sebagai –aura sholih. Ya no doubt, dia memilikinya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umurnya cuma 30 tahun. Bayangkan hanya beda 2 tahun dari aku, tapi masya Allah! Kuantitas dan kualitas ilmu kami bagai terbentang ratusan tahun saja:))) Ini yang dalam istilah catur, menskak mat hatiku. Membungkam semua kesombonganku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia pernah bercerita tentang betapa tak menentunya ketika ia dan suami berjalan di belakang seorang alim ulama besar, Yusuf Qardawi. Hmm dia tak tahu seperti itulah perasaanku berdekatan dengannya:)))) Rasanya aneh karena kami sama-sama wanita, dan aku merasakan perasaan ini. Kepadanya aku sering mencuri pandang. Ucapan-ucapannya yang penuh hikmah aku rekam. Nada-nada bicaranya kadang melemah, setengah berbisik, ketika menceritakan ayat-ayat cinta Allah. Belum lagi kalau dia sudah melantunkan ayat-ayat Quran itu!!....maka tak jarang aku tertunduk, mengusap air mata diam-diam. Entah mengapa, kekuatan lisannya seperti kadang menghujam ke dalam dada. Malu sekali ketika mendengarkan tausyiah kemudian menangis seperti itu!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Enam tahun menempuh pendidikan di Sudan, maka tak diragukan lagi kedalaman ilmu agamanya. Namun dari pancaran matanya tak terlihat ada kesombongan ketika dengan terpaksa menceritakan pengalamannya di Sudan dulu. Dia bersahaja. Dan sederhana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika muda dulu, aku ingat salah satu nasihat papa untukku. Kata beliau, aku jangan cepat kagum dengan orang. Hmmppffh nasihat ini sampai sekarang tidak benar-benar aku turuti. Perasaan kagum tak bisa disangkal. Jadi aku akan terus mengagumi orang-orang yang pantas untuk dikagumi.&lt;/span&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4115985411416779827-2191884277934297597?l=kamalhanifmazaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kamalhanifmazaya.blogspot.com/feeds/2191884277934297597/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4115985411416779827&amp;postID=2191884277934297597' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4115985411416779827/posts/default/2191884277934297597'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4115985411416779827/posts/default/2191884277934297597'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kamalhanifmazaya.blogspot.com/2009/03/i-become-secret-admirer.html' title='I become a secret admirer'/><author><name>Dwindria Dini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18295441898622784580</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://3.bp.blogspot.com/-m-iDwN9fx6M/Td5a4DaOYRI/AAAAAAAAAIQ/sw3iXbfUpGU/s220/h%2B0799.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4115985411416779827.post-595073732600412512</id><published>2009-03-18T18:37:00.000-07:00</published><updated>2009-03-18T19:02:31.955-07:00</updated><title type='text'>Ikut ini nggak bakal nyesel!!</title><content type='html'>Katanya, anak adalah anugerah.&lt;br /&gt;Tapi, mengapa tak sedikit orangtua yang kerepotan mengendalikan anak?&lt;br /&gt;Katanya, anak adalah anugerah.&lt;br /&gt;Tapi, mengapa sebagian ayah, justru melemparkan tanggung jawab perilaku anak hanya pada istrinya?&lt;br /&gt;Katanya, anak adalah anugerah.&lt;br /&gt;Tapi, mengapa sebagian ibu yang memilih membesarkan anak secara penuh, justru malah terlihat lelah dan stress menjalankannya?&lt;br /&gt;Katanya, anak adalah anugerah.&lt;br /&gt;Tapi, mengapa sebagian besar anak justru dijatuhkan harga dirinya di rumah?&lt;br /&gt;Dengan disalahkan setiap hari&lt;br /&gt;Dan dimarahi 3x sehari (atau sehari 3x?)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya, anak bisa patuh tanpa DITERIAKI&lt;br /&gt;senang berbuat baik tanpa DIMINTA&lt;br /&gt;Anak akan belajar tanpa DIPAKSA&lt;br /&gt;Anak dapat mandiri tanpa DIGURUI&lt;br /&gt;Anak punya ketahanan diri tanpa DIISOLASI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orangtua Biasa, Memberitahu;&lt;br /&gt;Orangtua Baik, Menjelaskan;&lt;br /&gt;Orangtua Bijak, Meneladani;&lt;br /&gt;Orangtua Cerdas, Menginspirasi&lt;br /&gt;(Ihsan Baihaqi Ibnu Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahukah Anda:&lt;br /&gt;Sebagian masalah anak, orangtua sendiri yang jadi penyebabnya?&lt;br /&gt;Anak malas belajar, tidak mandiri dan tidak patuh pada orangtua,&lt;br /&gt;Orangtua sendiri yang jadi penyebabnya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IkutiProgram Sekolah Orangtua PSPA&lt;br /&gt;Sebuah Program Terpadu tentang Pendidikan Anak untuk Memberdayakan Orangtua, Melejitkan Potensi Anak dan Membina Hubungan Berkualitas dengan Anak&lt;br /&gt;BersamaIhsan Baihaqi Ibnu Bukhari(National Master Trainer)&lt;br /&gt;dengan pengalaman training di 16 Kota, 9 Propinsi di Indonesia)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“I thought that this is just another variant of parenting product like everyone else offered by motivational consultant or EO folks to attract parents who put concern on their children. But, really, all bless to the almighty God who had lead me to the course, the event was sooo deeply touching my very heart as a dad. All material are so highly motivating, easily understood and really practical based. Sometime we forgot that children are not ours. They are both Allah bless and His mandate for us to look after before returning back to Him in a original condition.”&lt;br /&gt;Hamzahritchi, Bandung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Subhanallah, indah sekali hidup dengan anak kalau kita tahu ilmunya”&lt;br /&gt;Elly Faizah, Mojokerto&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Insya Allah saya berjanji di sini dan di hadapan Allah SWT saya akan jadi ayah yang shalih. Memberikan haq anak, sesuai perintah Allah &amp;amp; Rasul-Nya, sampai saya mati!”&lt;br /&gt;Ust. M. Ghazali, Ketua Ikatan Da’I Indonesia Wilayah Riau&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Saya akan benar-benar menyesal jika tidak datang ke acara ini.”&lt;br /&gt;Cheke Karai, Pelatih BKKBN, Makassar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Selama ini kita menyuruh anak belajar, padahal kita juga harus belajar. Program orangtua yang menyentuh &amp;amp; Empowering”&lt;br /&gt;Irfan Amalee, CEO Pelangi Mizan, penulis buku-buku anak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dulu saya menganggap anak ini beban, sekarang saya anak ini memang anugerah. Saya dan istri merasa mendapat hidayah melalui PSPA atas pendidikan orangtua terhadap anak-anak”&lt;br /&gt;Chairul, Karyawan Chevron Pacific Indonesia, Riau&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sistematis, lugas, lucu.. Dari awal hingga akhir tidak membosankan"&lt;br /&gt;Rodhiatul Hasanah Siregar, Psi. Dosen Psikologi Universitas Sumatera Utara, Medan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasakan Indahnya Jadi Orangtua! Jadilah 1 Diantara Ribuan orangyang telah rasakan manfaatnya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BANDUNG&lt;br /&gt;Sabtu-Minggu,7-8 Februari 2009&lt;br /&gt;Registrasi:KomiteSDIT LH(022) 7093.18940817.2710.11&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MAKASSAR&lt;br /&gt;Sabtu-Minggu,14-15 Februari 2009&lt;br /&gt;Registrasi:Kids-O &amp;amp; Rumah Sekolah Cendekia&lt;br /&gt;(0411) 5753.763&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DENPASAR&lt;br /&gt;Sabtu-Minggu,28 Februari &amp;amp; 1 Maret 2009&lt;br /&gt;Registrasi:Salimah Bali&lt;br /&gt;0852.3023.7139(0361) 786.1648&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KUTAI&lt;br /&gt;Sabtu-Minggu,7-8 Maret 2009&lt;br /&gt;Registrasi:SalimahKutai Kartanegara&lt;br /&gt;0811.582..1633&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;BALIKPAPAN&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Sabtu-Minggu,14-15 Maret 2009&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Registrasi:Muslimat hidayatullah Balikpapan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;0813.4657.7716&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DURI-RIAU&lt;br /&gt;Sabtu-Minggu,28-29 Maret 2009&lt;br /&gt;Registrasi:Himpaudi Duri &amp;amp;TK Putih Melati&lt;br /&gt;0813.7128..5292&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PEKANBARU&lt;br /&gt;Sabtu-Minggu,4-5 April 2009&lt;br /&gt;Registrasi:Rumah Sakit Ibu &amp;amp; Anak Zainab&lt;br /&gt;0812.7632.748&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JAMBI&lt;br /&gt;Sabtu-Minggu,9-10 Mei 2009&lt;br /&gt;Registrasi:J-Organizer&lt;br /&gt;(0741) 71417740815.4855.7799&lt;br /&gt;Sumber dari: Salimah Bali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua manusia akan rusak kecuali orang yang berilmu&lt;br /&gt;Orang yang berilmu pun akan rusak kecuali orang yang beramal&lt;br /&gt;Orang yang beramal pun akan rusak, kecuali orang yang ikhlas&lt;br /&gt;Imam Ghazali&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4115985411416779827-595073732600412512?l=kamalhanifmazaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kamalhanifmazaya.blogspot.com/feeds/595073732600412512/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4115985411416779827&amp;postID=595073732600412512' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4115985411416779827/posts/default/595073732600412512'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4115985411416779827/posts/default/595073732600412512'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kamalhanifmazaya.blogspot.com/2009/03/ikut-ini-nggak-bakal-nyesel.html' title='Ikut ini nggak bakal nyesel!!'/><author><name>Dwindria Dini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18295441898622784580</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://3.bp.blogspot.com/-m-iDwN9fx6M/Td5a4DaOYRI/AAAAAAAAAIQ/sw3iXbfUpGU/s220/h%2B0799.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4115985411416779827.post-3914216834395116239</id><published>2009-03-18T18:04:00.000-07:00</published><updated>2009-03-18T18:18:15.045-07:00</updated><title type='text'>Hadist Qudsi Indah (5)</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;strong&gt;"Pintu-pintu surga dibuka pada hari Senin dan Kamis, kemudian (dosa) setiap hamba yang tidak menyekutukan Allah diampuni, kecuali dosa orang-orang yang saling bermusuhan dengan saudara-seagamanya. Dikatakan kepada para malaikat 'Tangguhkanlah (pencatatan amal) kedua orang itu hingga berdamai. Tangguhkanlah (pencatatan amal) kedua orang itu hingga berdamai. Tangguhkanlah (pencatatan amal) kedua orang itu hingga mereka berdamai."&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;strong&gt;Jadi untuk orang-orang yang ngerasa pernah aku zalimi,aku minta maaf ya. Aku mau berdamai dengan kalian karena ...aduh..hadist ini..-nggak bisa ngomong deh :((&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4115985411416779827-3914216834395116239?l=kamalhanifmazaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kamalhanifmazaya.blogspot.com/feeds/3914216834395116239/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4115985411416779827&amp;postID=3914216834395116239' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4115985411416779827/posts/default/3914216834395116239'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4115985411416779827/posts/default/3914216834395116239'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kamalhanifmazaya.blogspot.com/2009/03/hadist-qudsi-indah-5.html' title='Hadist Qudsi Indah (5)'/><author><name>Dwindria Dini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18295441898622784580</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://3.bp.blogspot.com/-m-iDwN9fx6M/Td5a4DaOYRI/AAAAAAAAAIQ/sw3iXbfUpGU/s220/h%2B0799.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4115985411416779827.post-723285566301281056</id><published>2009-03-02T22:46:00.000-08:00</published><updated>2009-03-02T22:58:58.685-08:00</updated><title type='text'>Ibu-ibu Pedagang</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#66ffff;"&gt;&lt;span style="color:#ff99ff;"&gt;Aku menemukan ibu-ibu pedagang handal di Jabalussalam. Sembari menanti anaknya pulang, ibu-ibu pedagang tak sudi hanya duduk ngerumpi tak tentu arah. Ibu-ibu ini langsung mengeluarkan brosur produk dagangan, atau sekantong besar plastik berisi baju-baju atau apa saja yang akan dijual. Barang yang dijual bisa apa saja. Tas, baju, rok, celana, jilbab-jilbab, wadah-wadah plastik mahal bernama Tupperware:)) bahkan ada juga yang jualan buku. Wah-wah!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu-ibu jenis ini memuliakan dirinya dengan membangun kemandirian finansial. Mereka ini yang aku istilahkan juga sebagai “komunitas tangan di atas.” Sangat hebat. Segenap rasa salutku mengalir kepada mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Jangan salah, bahwa ibu pedagang datang dari rumah tangga yang mampu. Namun zona nyaman itu tidak membuai mereka. Dengan senyum merekah, dengan antusiasme tingkat tinggi, dengan semangat melebihi pejuang 45, mereka datang ke calon-calon konsumen, menawarkan apa saja yang bisa ditawarkan. Dahsyat sekali skillnya. Yang enggan membeli menjadi terbujuk. Yang memasang posisi jauh, menjadi mendekat. Alhasil, satu, dua barang laku. Yang beli ikut merayu yang tak beli. Akhirnya bertebaranlah para “impulsive buyer” akibat bujuk rayu sang ibu-ibu pedagang:))&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah, aku merasa kecil tiap kali berinteraksi dengan mereka. Para ibu rumah tangga yang berdaya guna. ‘Strong from home’ community! (not like me hmmppffhh)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rumah tangga Indonesia akan kuat kalau semua bermental pedagang seperti ini!! Bisa jadi bisnis rumah tangga seperti ini meraksasa, kemudian para suami bisa berhenti kerja dan menyokong usaha rumah tangga istri. Jadi tidak lagi menghamba kepada korporatokrasi asing seperti kebanyakan para bapak-bapak itu. Total kita tinggalkan, Chevron kita tinggalkan, Exxon Mobile kita tinggalkan! Baker kita tinggalkan, Halliburton, Slb, bla bla Hehehe ..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bravo ibu-ibu!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(A tribute to Mbak Erni, Mbak Tati, Ami, Mbak Nurul, Mbak Susi, Bu Mahmudah, Mbak Kris, Yanti, Bu Herman, dan ibu-ibu pedagang lain yang ada di hatiku)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4115985411416779827-723285566301281056?l=kamalhanifmazaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kamalhanifmazaya.blogspot.com/feeds/723285566301281056/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4115985411416779827&amp;postID=723285566301281056' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4115985411416779827/posts/default/723285566301281056'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4115985411416779827/posts/default/723285566301281056'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kamalhanifmazaya.blogspot.com/2009/03/ibu-ibu-pedagang.html' title='Ibu-ibu Pedagang'/><author><name>Dwindria Dini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18295441898622784580</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://3.bp.blogspot.com/-m-iDwN9fx6M/Td5a4DaOYRI/AAAAAAAAAIQ/sw3iXbfUpGU/s220/h%2B0799.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4115985411416779827.post-7409288216490748867</id><published>2009-03-02T00:53:00.000-08:00</published><updated>2009-03-02T00:56:21.091-08:00</updated><title type='text'>Hadist Qudsi Indah (4)</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="color:#ff9966;"&gt;&lt;strong&gt;...Siapakah yang pernah mengharapkan Aku untuk menghalau kesulitannya lalu Aku kecewakan?&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="color:#ff9966;"&gt;&lt;strong&gt;Siapakah yang pernah mengharapkan Aku karena dosa-dosanya yang besar, lalu Aku putuskan harapannya?&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="color:#ff9966;"&gt;&lt;strong&gt;Siapakah pula yang pernah mengetuk pintuKu lalu tidak Aku bukakan?..&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4115985411416779827-7409288216490748867?l=kamalhanifmazaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kamalhanifmazaya.blogspot.com/feeds/7409288216490748867/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4115985411416779827&amp;postID=7409288216490748867' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4115985411416779827/posts/default/7409288216490748867'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4115985411416779827/posts/default/7409288216490748867'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kamalhanifmazaya.blogspot.com/2009/03/hadist-qudsi-indah-4.html' title='Hadist Qudsi Indah (4)'/><author><name>Dwindria Dini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18295441898622784580</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://3.bp.blogspot.com/-m-iDwN9fx6M/Td5a4DaOYRI/AAAAAAAAAIQ/sw3iXbfUpGU/s220/h%2B0799.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4115985411416779827.post-4290888811808876651</id><published>2009-03-02T00:28:00.000-08:00</published><updated>2009-03-02T00:35:03.669-08:00</updated><title type='text'>Misteri ”Buku Lirik”</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_M43PeUrp_Xc/SauZ5W3QKtI/AAAAAAAAADM/lmUO2fN4ouQ/s1600-h/books.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5308505796455181010" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 216px; CURSOR: hand; HEIGHT: 216px" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_M43PeUrp_Xc/SauZ5W3QKtI/AAAAAAAAADM/lmUO2fN4ouQ/s320/books.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Setiap ke Gramedia, aku mengenal dua jenis buku. “Buku lirik” dan “buku beli”. Nah, ada yang menakjubkan tentang buku-buku yang tergolong dalam “buku lirik”. Yang disebut dengan “buku lirik” adalah buku yang statusnya hanya dilirik dan bukan dibeli. Buku jenis ini biasanya hanya sampai batas dipegang-pegang, ditimang-timang di tangan, di timbang-timbang, beli nggak ya, dan kebanyakan berakhir di rak tempat dimana ia semula teronggok. “Buku lirik” sebenarnya buku yang bagus, buku yang sesuai selera, namun terasa kurang……..apa ya…….not valuable enough to be bought ..:))). Untuk buku jenis ini, sayang mengeluarkan uang. Aku terasa kurang ingin membaca buku jenis ini. Bukan jenis buku yang… belum sampai rumah, sudah dibaca di mobil. Sudah dikupas dengan tergesa-gesa segel plastiknya..Tapi, buku jenis ini bagus-bagus lho. Jangan salah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau “buku beli” tidak perlu banyak deskripsi. Adalah jenis buku yang “love at a first sight” banget. Seperti terlahir untuk saling bertemu. Diciptakan untuk kubeli. Buku jenis ini, belum sampai rumah pasti sudah terkupas segel plastik tipisnya. Entah di depan rak melakukannya (ini kejahatan, jangan ditiru), atau di kendaraan pulang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, kembali lagi. Recently, aku menemukan sesuatu yang menurutku menakjubkan. Buku-buku lirik berdatangan ke arahku dengan cara yang tidak terduga-duga. Contohnya, di rumah seorang teman, buku x dipinjamkan kepadaku dengan mudahnya..Buku ini termasuk “buku lirik” yang bagus tapi mahal (mungkin karena itu cuma dilirik:)) Karena gratis, langsung kumasukkan tas. Alhamdulillah. Sedangkan “buku lirik” yang kedua, juga lama dilirik-lirik saja tanpa kunjung dibeli. Buku ini bagus, tapi mungkin pada hari itu, ada buku-buku lain yang dying to be read, jadi buku ini ternafikan:) Buku terakhir itu, seorang saudaraku yang baik memberinya. Alhamdulillah. Terima kasih Anis!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah, ini pasti bukan kebetulan. Tidak ada kan yang kebetulan terjadi. Semua sudah ada Yang Maha Menyutradarai. Sambil membaca “buku-buku lirik” itu, aku mencoba menemukan apa yang Ia ingin aku baca. Ternyata banyak hal. Insanely beautiful. Apalagi buku terakhir yang aku dapat dari saudaraku itu. Bagus sekali. Berlinangan air mata membaca buku ini. Kenapa buku ini harus jadi “buku lirik”!. It supposed to be “buku beli” from the very beginning! Ah, aku tau, I knew it! ini buku bagus. Ibu Asma Nadia, u inspires me in many way. Thank you God for connecting me with Asma Nadia’s books dengan jalan-jalan yang “ajaib”. &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4115985411416779827-4290888811808876651?l=kamalhanifmazaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kamalhanifmazaya.blogspot.com/feeds/4290888811808876651/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4115985411416779827&amp;postID=4290888811808876651' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4115985411416779827/posts/default/4290888811808876651'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4115985411416779827/posts/default/4290888811808876651'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kamalhanifmazaya.blogspot.com/2009/03/misteri-buku-lirik.html' title='Misteri ”Buku Lirik”'/><author><name>Dwindria Dini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18295441898622784580</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://3.bp.blogspot.com/-m-iDwN9fx6M/Td5a4DaOYRI/AAAAAAAAAIQ/sw3iXbfUpGU/s220/h%2B0799.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_M43PeUrp_Xc/SauZ5W3QKtI/AAAAAAAAADM/lmUO2fN4ouQ/s72-c/books.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4115985411416779827.post-3257209969799662059</id><published>2009-03-01T22:54:00.000-08:00</published><updated>2009-03-01T22:56:54.678-08:00</updated><title type='text'>Mengapa orang Yahudi banyak yang pintar</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Tanpa bermaksud untuk mendramatisasi tentang orang Israel dan atau orang Yahudi, saya ingin berbagi informasi yang saya peroleh dari membaca terjemahan H. Maaruf Bin Hj Abdul Kadir (guru besar berkebangsaan  Malaysia) dari Universitas Massachuset USA tentang penelitian yang dilakukan oleh DR.Stephen Carr Leon.   Penelitian DR Leon ini adalah tentang pengembangan kualitas hidup orang Israel atau orang Yahudi.&lt;br /&gt;Mengapa Orang Yahudi, rata-rata pintar ?   Studi yang dilakukan mendapatkan fakta-fakta sebagai berikut :&lt;br /&gt;Ternyata, bila seorang Yahudi Hamil, maka sang ibu segera saja meningkatkan aktivitasnya membaca, menyanyi dan bermain piano serta mendengarkan musik klasik.   Tidak itu saja, mereka juga segera memulai untuk mempelajari matematika lebih intensif dan juga membeli lebih banyak lagi buku tentang matematika.   mempelajarinya, dan bila ada yang tidak diketahui dengan baik, mereka tidak segan-segan untuk datang ke orang lain yang tahu matematika untuk mempelajarinya.   Semua itu dilakukannya untuk anaknya yang masih didalam kandungan.&lt;br /&gt;Setelah anak  lahir, bagi sang ibu yang menyususi bayi nya itu, mereka memilih lebih banyak makan kacang, korma dan susu.   Siang hari, makan roti dengan ikan yang tanpa kepala serta salad.   Daging ikan dianggap bagus untuk otak dan kepala ikan harus dihindari karena  mengandung zat kimia yang tidak baik untuk pertumbuhan otak si anak.   Disamping itu sang ibu diharuskan banyak makan minyak ikan (code oil lever).&lt;br /&gt;Menu diatur sedemikian rupa sehingga didominasi oleh ikan.   Bila ada daging, mereka tidak akan makan daging bersama-sama dengan ikan,karena mereka percaya dengan makan ikan dengan daging hasilnya tidak bagus untuk pertumbuhan.  Makan ikan seyogyanya hanya makan ikan saja, bila makan daging , hanya makan daging saja, tidak dicampur. Makan pun, mereka mendahulukan makan buah-buahan baru makan roti atau nasi.   Makan nasi dulu baru kemudian makan buah, dipercaya akan hanya membuat ngantuk dan malas berkerja.&lt;br /&gt;Yang istimewa lagi adalah : Di Isarel, merokok itu tabu !   Mereka memiliki hasil penelitian dari ahli peneliti tentang Genetika dan DNA yang meyakinkan bahwa nekotin akan merusak sel utama yang ada di otak manusia yang dampaknya tidak hanya kepada si perokok akan tetapi juga akan mempengaruhi “gen” atau keturunannya.  Pengaruh yang utama adalah dapat membuat orang dan keturunannya menjadi “bodoh” atau “dungu”.   Walaupun, kalau kita perhatikan , maka penghasil rokok terbesar di dunia ini adalah orang Yahudi !   Tetapi yang merokok , bukan orang Yahudi.&lt;br /&gt;Anak-anak, selalu  diprioritaskan untuk makan buah dulu baru makan nasi atau roti dan juga tidak boleh lupa untuk minum pil minyak ikan.   Mereka juga harus pandai bahasa , minimum 3 bahasa harus dikuasai nya yaitu Hebrew, Arab dan bahasa Inggris.   Anak-anak juga diwajibkan dan dilatih piano dan biola.   Dua instrument ini dipercaya dapat sangat efektif meningkatkan IQ mereka.   Irama musik terutama musik klasik dapat menstimulasi sel otak.   Sebagian besar dari musikus genius dunia adalah orang Yahudi. &lt;br /&gt;Satu dari 6 anak Yahudi, diajarkan matematik dengan konsep yang berkait langsung dengan bisnis dan perdagangan.   Ternyata salah satu syarat untuk lulus dari Perguruan Tinggi bagi yang Majoring nya Bisnis, adalah, dalam tahun terakhir, dalam satu kelompok mahasiswa (terdiri dari 10 orang), harus menjalankan perusahaan.   Mereka hanya dapat lulus setelah perusahaannya mendapat untung 1 juta US Dollar.   Itulah sebabnya, maka lebih dari 50 % perdagangan di dunia dikuasai oleh orang Yahudi.   Design “Levis” terakhir diciptakan oleh satu Universitas di Israel, fakultas “business and fashion“.&lt;br /&gt;Olah raga untuk anak-anak, diutamakan adalah Menembak, Memanah dan Lari.   Menembak dan Memanah, akan membentuk otak cemerlang yang mudah untuk “fokus” dalam berpikir !&lt;br /&gt;Di New York, ada pusat Yahudi yang mengembangkan berbagai kiat berbisnis kelas dunia.   Disini terdapat banyak sekali kegiatan yang mendalami segi-segi bisnis sampai kepada aspek-aspek yang mempengaruhinya.   Dalam arti mempelajari aspek bisnis yang berkaitan juga dengan budaya bangsa pangsa pasar mereka.  Pendalaman yang bergiat nyaris seperti laboratorium, “research and development” khusus perdagangan dan bisnis ini dibiayai oleh para konglomerat Yahudi.   Tidak mengherankan bila kemudian kita melihat keberhasilan orang Yahudi  seperti terlihat pada : Starbuck, Dell Computer, Cocacola, DKNY, Oracle. pusat film Hollywood, Levis dan Dunkin Donat.&lt;br /&gt;Khusus tentang rokok, negara yang mengikuti jejak Israel adalah Singapura.   Di Singapura para perokok diberlakukan sebagai warga negara kelas dua.  Semua yang berhubungan dengan perokok akan dipersulit oleh pemerintahnya.   Harga rokok 1 pak di Singapura adalah 7 US Dollar, bandingkan dengan di Indonesia yang hanya berharga  70 sen US Dollar.   Pemerintah Singapura menganut apa yang telah dilakukan oleh peneliti Israel , bahwa nekotin hanya akan menghasilkan generasai yang “Bodoh” dan “Dungu”.&lt;br /&gt;Percaya atau tidak, tentunya terserah kita semua.   Namun kenyataan yang ada terlihat bahwa memang banyak sekali orang yahudi yang pintar !   Tinggal, pertanyaannya adalah, apakah kepintarannya itu banyak manfaatnya bagi peningkatan kualitas hidup umat manusia secara keseluruhan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Jakarta 5 Februari 2009&lt;br /&gt;Chappy hakim&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;(Tulisannya dipajang di blog saya ya,mohon permisi...)&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4115985411416779827-3257209969799662059?l=kamalhanifmazaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kamalhanifmazaya.blogspot.com/feeds/3257209969799662059/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4115985411416779827&amp;postID=3257209969799662059' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4115985411416779827/posts/default/3257209969799662059'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4115985411416779827/posts/default/3257209969799662059'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kamalhanifmazaya.blogspot.com/2009/03/mengapa-orang-yahudi-banyak-yang-pintar.html' title='Mengapa orang Yahudi banyak yang pintar'/><author><name>Dwindria Dini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18295441898622784580</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://3.bp.blogspot.com/-m-iDwN9fx6M/Td5a4DaOYRI/AAAAAAAAAIQ/sw3iXbfUpGU/s220/h%2B0799.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4115985411416779827.post-2641380194894849873</id><published>2009-02-18T18:04:00.000-08:00</published><updated>2009-02-18T18:17:13.127-08:00</updated><title type='text'>Malu</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#6600cc;"&gt;&lt;strong&gt;Ah, begini ya rasanya jadi orang tua yang dipanggil menghadap guru karena ke"nakal"an anaknya. Rasanya malu juga. &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#6600cc;"&gt;&lt;strong&gt;"Kamal sekarang cenderung iseng", "sukanya dorong-dorong temen", "kalau temennya kurang terganggu, dorongannya malah diperkuat." &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#6600cc;"&gt;&lt;strong&gt;Haduh. Langsung saja mengeluarkan seribu satu kalimat pembelaan diri, eh bukan, pembelaan anak.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#6600cc;"&gt;&lt;strong&gt;"Oh, mungkin maksudnya ingin berteman pak", "sebenernya ni anak penyayang kok pak, cuma kadang kontrol dirinya belon ada", "kepingin memeluk tapi terlalu keras, kelihatannya jadi mencekik","kepingin berteman tapi temennya lagi nggak mood, jadi anaknya gemes..gitu kali pak ya..(dengan nada nggak yakin)."&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#6600cc;"&gt;&lt;strong&gt;Yah, tapi yang namanya pak Wawan emang pinter membesarkan hati orang-tua. "Yah..insya Allah akan tetap kita awasi bu..nggak usah terlalu khawatir. Sekolah juga punya solusi untuk mendamaikan anak-anak seumuran Kamal."&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#6600cc;"&gt;&lt;strong&gt;Hmmmpffhh....-_-"&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#6600cc;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4115985411416779827-2641380194894849873?l=kamalhanifmazaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kamalhanifmazaya.blogspot.com/feeds/2641380194894849873/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4115985411416779827&amp;postID=2641380194894849873' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4115985411416779827/posts/default/2641380194894849873'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4115985411416779827/posts/default/2641380194894849873'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kamalhanifmazaya.blogspot.com/2009/02/malu.html' title='Malu'/><author><name>Dwindria Dini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18295441898622784580</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://3.bp.blogspot.com/-m-iDwN9fx6M/Td5a4DaOYRI/AAAAAAAAAIQ/sw3iXbfUpGU/s220/h%2B0799.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4115985411416779827.post-8752729264810692685</id><published>2009-02-18T17:40:00.000-08:00</published><updated>2009-02-18T18:00:30.986-08:00</updated><title type='text'>Film Laskar Pelangi Hebohkan Berlin</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_M43PeUrp_Xc/SZy9EdrxMRI/AAAAAAAAAC0/1q6tLaaZgQc/s1600-h/lp_thumb.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5304322345520935186" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 213px" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_M43PeUrp_Xc/SZy9EdrxMRI/AAAAAAAAAC0/1q6tLaaZgQc/s320/lp_thumb.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Festival Film Internasional "Berlinale" yang berlangsung sejak tanggal 5-15 Pebruari telah usai. Lima film Indonesia turut memeriahkan festival film ini yang dilaksanakan di kota Berlin. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Festival Berlinale yang dimulai sejak tahun 1951 telah berhasil menjadi salah satu barometer festival film dunia. Pesta tahunan para insan dan penggemar film dunia ini dipadati tidak kurang dari 19 ribu insan film dan 4000 jurnalis dari 120 negara serta 230 ribu penonton. Demi menjaga kualitas maka panitia hanya menayangkan film-film yang telah memenuhi kriteria.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Indonesia mencatat sukses besar di Berlinale 2009 ini. Hal ini terlihat dari 400 film yang lulus seleksi panitia, 5 diantaranya merupakan karya sineas Indonesia. Ke lima film tersebut adalah Laskar Pelangi, Generasi Biru, At Stake, Musafir dan Trip to the Wound.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Film-film Indonesia ini menjadi perhatian masyarakat Jerman, terbukti dengan terjual habisnya tiket-tiket film Indonesia 3 hari menjelang pemutaran film. Film Laskar Pelangi paling banyak diminati, tidak hanya oleh masyarakat Indonesia yang berdomisili di Jerman akan tetapi juga masyarakat Jerman maupun masyarakat asing lainnya. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Hal ini dibuktikan ketika pada hari Jum'at (13/02/2009) film Laskar Pelangi ditayangkan yang seharusnya hanya di satu studio, karena padatnya penonton maka panitia memutuskan untuk memutar film tersebut pada hari dan jam yang sama di studio sebelahnya.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian, partisipasi Indonesia pada Berlinale 2009 ini tergolong sukses dan tentunya diharapkan dapat meningkatkan upaya promosi citra dan mengharumkan nama baik Indonesia di kawasan Eropa, khususnya Jerman.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4115985411416779827-8752729264810692685?l=kamalhanifmazaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kamalhanifmazaya.blogspot.com/feeds/8752729264810692685/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4115985411416779827&amp;postID=8752729264810692685' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4115985411416779827/posts/default/8752729264810692685'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4115985411416779827/posts/default/8752729264810692685'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kamalhanifmazaya.blogspot.com/2009/02/film-laskar-pelangi-hebohkan-berlin.html' title='Film Laskar Pelangi Hebohkan Berlin'/><author><name>Dwindria Dini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18295441898622784580</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://3.bp.blogspot.com/-m-iDwN9fx6M/Td5a4DaOYRI/AAAAAAAAAIQ/sw3iXbfUpGU/s220/h%2B0799.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_M43PeUrp_Xc/SZy9EdrxMRI/AAAAAAAAAC0/1q6tLaaZgQc/s72-c/lp_thumb.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4115985411416779827.post-5719576452667845263</id><published>2009-02-06T14:39:00.000-08:00</published><updated>2009-02-06T14:43:41.010-08:00</updated><title type='text'>Amien Rais: "Jihad Multidimensi" Lawan Cengkeraman Asing</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Hidayatullah.com&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Mantan Ketua MPR RI Prof Dr M Amien Rais mengatakan cengkeraman perusahaan-perusahaan besar asing di Indonesia harus dilawan antara lain dengan melakukan "jihad multidimensi" agar ekonomi Indonesia tidak terpuruk.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Perusahaan-perusahaan asing seperti British Petroleum, Freeport, Exxon Mobil dan Newmont hadir mengeruk kekayaan alam Indonesia karena elit politik Indonesia membuka diri bagi mereka, kata Amien dalam seminar bertema "Agama dalam Dunia Kontemporer" yang diselenggarakan Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta bekerja sama dengan Kedubes Iran di Jakarta, Kamis. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;"Mereka juga ditopang oleh kekuatan politik seperti Amerika Serikat dan Inggris, militer dan media massa dan kelompok intelektual di negara-negara itu yang terkooptasi," katanya.&lt;br /&gt;Menurut dia, korporasi asing itu sesungguhnya sulit masuk ke Dunia Ketiga kalau elitnya menutup tapi "elit kita membuka diri bagi mereka."&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ia mengatakan perusahaan-perusahaan itu telah mengeruk kekayaan sumber daya alam Indonesia yang melimpah dan kekuatannya mencengkeram ekonomi Indonesia.&lt;br /&gt;"Hal itu harus diubah dengan melakukan jihad multidimensi untuk menghadapi kekuatan dan cengkeraman Barat," kata Amin, mantan ketua umum Partai Amanat Nasional (PAN).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah itu mengatakan bahwa agama dapat berperan untuk menghidupkan semangat melawan kezaliman dan melakukan perubahan-perubahan guna mencapai kemajuan, tak sebatas untuk kegiatan-kegiatan spiritual saja.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Berbeda dengan elit politik Indonesia, elit politik Iran di bawah Presiden Mahmoud Ahmadinejad menutup pintu bagi perusahaan-perusahaan seperti itu yang sudah diketahui sepak terjangnya, kata guru besar Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta itu.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Berbicara tentang Revolusi Islam di Iran, Amin berpendapat revolusi itu telah berhasil membuat terobosan sejarah, melebihi Revolusi Perancis dan Revolusi Bolshevik di Rusia."Kita berusaha menyamai atau melebihi, bukan mengimitasinya untuk mengatasi kekonyolan-kekonyolan yang terjadi di Indonesia yang mendapat kutukan utang," &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4115985411416779827-5719576452667845263?l=kamalhanifmazaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kamalhanifmazaya.blogspot.com/feeds/5719576452667845263/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4115985411416779827&amp;postID=5719576452667845263' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4115985411416779827/posts/default/5719576452667845263'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4115985411416779827/posts/default/5719576452667845263'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kamalhanifmazaya.blogspot.com/2009/02/amien-rais-jihad-multidimensi-lawan.html' title='Amien Rais: &quot;Jihad Multidimensi&quot; Lawan Cengkeraman Asing'/><author><name>Dwindria Dini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18295441898622784580</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://3.bp.blogspot.com/-m-iDwN9fx6M/Td5a4DaOYRI/AAAAAAAAAIQ/sw3iXbfUpGU/s220/h%2B0799.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4115985411416779827.post-6580592630351853447</id><published>2009-02-04T17:54:00.000-08:00</published><updated>2009-02-04T17:56:28.215-08:00</updated><title type='text'>Buah jatuh b.i.s.a jauh dari pohonnya!</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Entah darimana peribahasa ini berasal, tapi katanya “buah jatuh tak jauh dari pohonnya”. Namun ternyata, setelah lama kuamati, semakin banyak saja contoh-contoh “buah-buah” yang jatuhnya sangat jauh dari “pohonnya”. Ini semakin membuatku berpikir, bahwa ternyata tidak semua peribahasa berlaku umum. Mungkin lain kali harus dikeluarkan semacam tata tertib keperibahasaan yang melarang dikeluarkannya peribahasa yang tidak berlaku umum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang benar, bahwa anak adalah darah dan daging orang tua, tetapi seiring dengan berjalannya waktu, seiring dengan semakin bervariasinya lingkungan dan komunitas yang ditemui, bisa jadi si anak menemukan jalannya sendiri. Ini bisa jadi membuatnya kehilangan sifat asli dari si induk (baca: pohon). That’s what I think. Meski tak bisa dipungkiri, gen-gen orang tua akan selamanya berada di tubuhnya, yang bisa menjadi semacam gen pengingat kalau si anak melenceng terlalu jauh. Kalau ini terjadi ya bagus!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hmm.. ini cuma semacam perenunganku yang mungkin tidak penting bagi orang lain tapi cukup penting untukku..:)&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4115985411416779827-6580592630351853447?l=kamalhanifmazaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kamalhanifmazaya.blogspot.com/feeds/6580592630351853447/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4115985411416779827&amp;postID=6580592630351853447' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4115985411416779827/posts/default/6580592630351853447'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4115985411416779827/posts/default/6580592630351853447'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kamalhanifmazaya.blogspot.com/2009/02/buah-jatuh-bisa-jauh-dari-pohonnya.html' title='Buah jatuh b.i.s.a jauh dari pohonnya!'/><author><name>Dwindria Dini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18295441898622784580</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://3.bp.blogspot.com/-m-iDwN9fx6M/Td5a4DaOYRI/AAAAAAAAAIQ/sw3iXbfUpGU/s220/h%2B0799.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4115985411416779827.post-7249752634229017787</id><published>2009-02-03T04:13:00.000-08:00</published><updated>2009-02-03T04:41:08.491-08:00</updated><title type='text'>Tour de Java lagi…(Januari 2009)</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_M43PeUrp_Xc/SYg7RjaQiyI/AAAAAAAAACs/9okvX8YDWMk/s1600-h/DSCN0237.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5298550134350580514" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 240px" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_M43PeUrp_Xc/SYg7RjaQiyI/AAAAAAAAACs/9okvX8YDWMk/s320/DSCN0237.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Alhamdulillah diberi kesempatan lagi untuk ketemu keluarga-keluarga di Jawa. Alhasil waktu yang hanya dua minggu itu dibagi-bagi jadi tiga. Empat hari di Semarang, empat hari di Tangerang-Depok, empat hari di Malang. Singkat padat tapi puas. Puas karena dapat banyak hal. Selain wisata melihat yang hijau-hijau, yang di Balikpapan nggak ada (sawah, ladang, etc), wisata travel yang di Balikpapan juga nggak ada (kereta api, becak, etc) juga wisata ketemu keluarga-keluarga yang satu turunan darah dengan Kamal. Tidak lupa :p wisata kuliner yang sedap-sedap, yang cukup sukses menambah timbunan lemak tubuh disana-sini. Jawa memang surganya pecinta makanan. Rasa sedap harga murah. You name it. Sarapan nasi pecel? Murah! Cukup dengan 3000 rupiah, cita rasanya sudah terbayar lebih. Bakso? Malang gudangnya. Mulai dari bakso tempe sampai bakso keju, bakso dengan penyajian ala kaki lima, sampai ala restoran Jepang semua sama enaknya. Nasgor babat ala Semarang?? Hmmm walau tidak termasuk pecinta masakan kecap-kecap, tapi yang terakhir ini ok juga kok di mulut!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wah..wah..Syukur Alhamdulillah. Terima kasih atas rizkinya ya Allah yaaaa:) &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4115985411416779827-7249752634229017787?l=kamalhanifmazaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kamalhanifmazaya.blogspot.com/feeds/7249752634229017787/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4115985411416779827&amp;postID=7249752634229017787' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4115985411416779827/posts/default/7249752634229017787'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4115985411416779827/posts/default/7249752634229017787'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kamalhanifmazaya.blogspot.com/2009/02/tour-de-java-lagijanuari-2009.html' title='Tour de Java lagi…(Januari 2009)'/><author><name>Dwindria Dini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18295441898622784580</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://3.bp.blogspot.com/-m-iDwN9fx6M/Td5a4DaOYRI/AAAAAAAAAIQ/sw3iXbfUpGU/s220/h%2B0799.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_M43PeUrp_Xc/SYg7RjaQiyI/AAAAAAAAACs/9okvX8YDWMk/s72-c/DSCN0237.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4115985411416779827.post-5705173034874530559</id><published>2009-01-03T21:11:00.000-08:00</published><updated>2009-01-03T21:12:53.500-08:00</updated><title type='text'>Hadist Qudsi Indah (3)</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff6666;"&gt;“Aku adalah khasanah tersembunyi, tapi aku ingin dikenal, maka Aku ciptakan Makhluk, dengannya Aku bisa dikenal.”&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4115985411416779827-5705173034874530559?l=kamalhanifmazaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kamalhanifmazaya.blogspot.com/feeds/5705173034874530559/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4115985411416779827&amp;postID=5705173034874530559' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4115985411416779827/posts/default/5705173034874530559'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4115985411416779827/posts/default/5705173034874530559'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kamalhanifmazaya.blogspot.com/2009/01/hadist-qudsi-indah-3.html' title='Hadist Qudsi Indah (3)'/><author><name>Dwindria Dini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18295441898622784580</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://3.bp.blogspot.com/-m-iDwN9fx6M/Td5a4DaOYRI/AAAAAAAAAIQ/sw3iXbfUpGU/s220/h%2B0799.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4115985411416779827.post-1235191088983161638</id><published>2009-01-03T20:51:00.000-08:00</published><updated>2009-01-03T20:56:37.133-08:00</updated><title type='text'>Kamal dan Rafi</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_M43PeUrp_Xc/SWBBby5MeNI/AAAAAAAAACc/-E1IgIXymuQ/s1600-h/DSCN0015.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5287297908306901202" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 200px; CURSOR: hand; HEIGHT: 150px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_M43PeUrp_Xc/SWBBby5MeNI/AAAAAAAAACc/-E1IgIXymuQ/s200/DSCN0015.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Kamal dan Rafi,&lt;br /&gt;tumbuh bersama dengan doa mengiringi,&lt;br /&gt;persaudaraan yang diikat nada dan harmoni,&lt;br /&gt;dihiasi untaian bunga indah tak terperi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kamal dan Rafi bagaikan pelangi,&lt;br /&gt;aneka rupa polah dan tingkah warnai hari,&lt;br /&gt;tak ada habisnya dengan ujung yang masih misteri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kamal dan Rafi,&lt;br /&gt;semarak canda, tangisnya bertubi-tubi,&lt;br /&gt;bagai angkasa malam dengan kembang api,&lt;br /&gt;yang dengannya langit berseri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kamal dan Rafi,&lt;br /&gt;bagi ibu mereka mentari,&lt;br /&gt;yang cahayanya bersemangat warnai bumi,&lt;br /&gt;yang sinarnya adalah kehidupan inti,&lt;br /&gt;tanpa mereka sama dengan sunyi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kamal dan Rafi, hingga dewasa nanti..&lt;br /&gt;jagalah hati karunia Illahi,&lt;br /&gt;tumbuh tinggi junjung mimpi,&lt;br /&gt;dengan kaki-kaki tetaplah di bumi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu Dini&lt;br /&gt;Balikpapan, 3 Januari 2009&lt;br /&gt;Rumah kontrakan pak Yohanes&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4115985411416779827-1235191088983161638?l=kamalhanifmazaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kamalhanifmazaya.blogspot.com/feeds/1235191088983161638/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4115985411416779827&amp;postID=1235191088983161638' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4115985411416779827/posts/default/1235191088983161638'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4115985411416779827/posts/default/1235191088983161638'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kamalhanifmazaya.blogspot.com/2009/01/kamal-dan-rafi.html' title='Kamal dan Rafi'/><author><name>Dwindria Dini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18295441898622784580</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://3.bp.blogspot.com/-m-iDwN9fx6M/Td5a4DaOYRI/AAAAAAAAAIQ/sw3iXbfUpGU/s220/h%2B0799.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_M43PeUrp_Xc/SWBBby5MeNI/AAAAAAAAACc/-E1IgIXymuQ/s72-c/DSCN0015.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4115985411416779827.post-4721530022926934991</id><published>2008-12-22T18:54:00.000-08:00</published><updated>2008-12-22T19:23:04.508-08:00</updated><title type='text'>Dari seorang teman: Puisi buat Ibu</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_M43PeUrp_Xc/SVBYBs6pSbI/AAAAAAAAACU/Vx8uCjpJflw/s1600-h/me+and+kamal+only.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5282819149165840818" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 200px; CURSOR: hand; HEIGHT: 117px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_M43PeUrp_Xc/SVBYBs6pSbI/AAAAAAAAACU/Vx8uCjpJflw/s200/me+and+kamal+only.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;Anakku...&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Bila ibu boleh memilih&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Apakah ibu berbadan langsing &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;atau berbadan besar karena mengandungmu &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Maka ibu akan memilih mengandungmu&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Karena dalam mengandungmu&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;ibu merasakan keajaiban dan kebesaran Allah&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Sembilan bulan nak... &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Engkau hidup di perut ibu&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Engkau ikut kemanapun ibu pergi&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Engkau ikut merasakan ketika jantung ibu berdetak karena kebahagiaan&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Engkau menendang rahim ibu ketika engkau merasa tidak nyaman, &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;karena ibu kecewa dan berurai air mata &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Anakku...&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Bila ibu boleh memilih apakah ibu harus operasi caesar, &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;atau ibu harus berjuang melahirkanmu&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Maka ibu memilih berjuang melahirkanmu&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Karena menunggumu dari jam ke jam, menit ke menit kelahiranmu&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Adalah seperti menunggu antrian memasuki salahsatu pintu surga&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Karena kedahsyatan perjuanganmu untuk mencari jalan ke luar ke dunia sangat ibu rasakan&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Dan saat itulah kebesaran Allah menyelimuti kita berdua&lt;br /&gt;Malaikat tersenyum diantara peluh dan erangan rasa sakit,&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Yang tak pernah bisa ibu ceritakan kepada siapapun&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Dan ketika engkau hadir, tangismu memecah dunia &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Saat itulah...&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Saat paling membahagiakan&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Segala sakit &amp;amp; derita sirna melihat dirimu yang merah,&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Mendengarkan ayahmu mengumandangkan adzan,&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Kalimat syahadat kebesaran Allah dan penetapan hati tentang junjungan kita Rasulullah di telinga mungilmu &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Anakku...&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Bila ibu boleh memilih apakah ibu berdada indah,&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;atau harus bangun tengah malam untuk menyusuimu,&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Maka ibu memilih menyusuimu,&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Karena dengan menyusuimu &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;ibu telah membekali hidupmu &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;dengan tetesan-tetesan dan tegukan tegukan yang sangat berharga&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Merasakan kehangatan bibir dan badanmu didada ibu dalam kantuk ibu,&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Adalah sebuah rasa luar biasa yang orang lain tidak bisa rasakan &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Anakku...&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Bila ibu boleh memilih duduk berlama-lama di ruang rapat&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Atau duduk di lantai menemanimu menempelkan puzzle&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Maka ibu memilih bermain puzzle denganmu &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Tetapi anakku...&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Hidup memang pilihan...&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Jika dengan pilihan ibu, engkau merasa sepi dan merana&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Maka maafkanlah nak...&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Maafkan ibu...&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Maafkan ibu...&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Percayalah nak, ibu sedang menyempurnakan puzzle kehidupan kita,&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Agar tidak ada satu kepingpun bagian puzzle kehidupan kita yang hilang&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;Percayalah nak...&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Sepi dan ranamu adalah sebagian duka ibu&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Percayalah nak...&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Engkau adalah selalu menjadi belahan nyawa ibu...&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;'SELAMAT HARI IBU, SMOGA KITA BISA MENJADI IBU YANG BISA MENGANTARKAN ANAK2 KITA MENJADI ANAK YANG SHOLEH/SHOLEHAH. AMIIN'&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4115985411416779827-4721530022926934991?l=kamalhanifmazaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kamalhanifmazaya.blogspot.com/feeds/4721530022926934991/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4115985411416779827&amp;postID=4721530022926934991' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4115985411416779827/posts/default/4721530022926934991'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4115985411416779827/posts/default/4721530022926934991'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kamalhanifmazaya.blogspot.com/2008/12/dari-seorang-teman-puisi-buat-ibu.html' title='Dari seorang teman: Puisi buat Ibu'/><author><name>Dwindria Dini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18295441898622784580</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://3.bp.blogspot.com/-m-iDwN9fx6M/Td5a4DaOYRI/AAAAAAAAAIQ/sw3iXbfUpGU/s220/h%2B0799.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_M43PeUrp_Xc/SVBYBs6pSbI/AAAAAAAAACU/Vx8uCjpJflw/s72-c/me+and+kamal+only.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4115985411416779827.post-8322339381202937083</id><published>2008-12-22T18:38:00.000-08:00</published><updated>2008-12-22T18:53:15.449-08:00</updated><title type='text'>Renang sama Teman-teman Jabalussalam</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_M43PeUrp_Xc/SVBSJg_4zGI/AAAAAAAAACM/E659wphDGCw/s1600-h/DSCN0054.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5282812686335790178" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 200px; CURSOR: hand; HEIGHT: 150px" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_M43PeUrp_Xc/SVBSJg_4zGI/AAAAAAAAACM/E659wphDGCw/s200/DSCN0054.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_M43PeUrp_Xc/SVBQo-1RcVI/AAAAAAAAACE/jfDGM1QDHks/s1600-h/DSCN0042.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5282811027897020754" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 200px; CURSOR: hand; HEIGHT: 150px" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_M43PeUrp_Xc/SVBQo-1RcVI/AAAAAAAAACE/jfDGM1QDHks/s200/DSCN0042.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Hari Minggu rumah Kamal rame banget. Nggak biasanya rame gini. Ada apa sih?? Ternyata temen-temen Kamal dari sekolah pada maen ke rumah. Agenda utamanya berenang bareng! Yippieee…horeeyy..seneng banget. Maklum, biasanya rumah Kamal sepi banget. Cuma 3 penghuninya. Ibu, Mbak, ma Kamal. Udah! Tar kalo Bapak pulang kerja sore..ditambah Bapak. Udah! Segitu doang… Hmmppffhh…:)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari Minggu kemarin rumah penuh ma teman-teman Kamal. Nggak cuma itu, mama papa masing-masing anak juga nemenin. Guru-guru sudah pasti hadir. Walaupun nggak semua, tapi seru juga. Ibu jadi tau, ohh ini ya papanya Mbak Azra…ohh itu ya papanya Abang Raihan! Seneng..:)&lt;br /&gt;Acara kemaren dibuka ma berdoa bareng, dipimpin Bu Nida. Trus acara dilanjutkan dengan renang bareng. Yang paling ngebet renang ternyata kakak-kakaknya Bang Raihan. Lucu juga. Jadi gede sendiri, karena udah SD. Trus satu persatu temen-temen nyemplung ke dalem dijaga papa masing-masing anak. Yang nggak ada papanya, dijagain ma Pak Wawan yang baik (eh ada Izzas juga lho!buah hati pak Wawan. Lutuna..gendut karena turunan Abahnya:))), papanya Bang Raihan, dan pak Sholeh yang emang dimintain tolong untuk megangin temen-temen yang papanya nggak hadir. (Makasih pak Sholeeeehhh).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abis renang, temen-temen pada laper jadi makan dulu. Mama papanya juga pada makan. Sebelum makan jangan lupa berdoa bareng. Seru, semua pada makan. Kayanya kemaren pada didulang ma mamanya deh. Pinter-pinter makannya. Alhamdulillah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah hari beranjak siang, dan setelah silaturahmi dan ngobrol-ngobrol dengan hangat, tiba waktunya tuk pamitan. Padahal temen-temen kelihatannya pada males pulang lho..(ngarang), iya! abis pada maen mainannya Kamal. Juga ada yang main sepeda-sepedaan. (Alhamdulillah Kamalnya nggak pelit! Biasanya… hmmm…:p)&lt;br /&gt;Sebelum pulang, temen-temen dikumpulin untuk berdoa bareng. Sessi terakhir adalah pamitan. Yang duduk manis dan tabassum-nya paling manis, boleh pulang duluan. Ini ni yang Ibu demen. Teriakan “assalamualaikum temen-temeeeeeeennnn!” nya itu lho lucu banget. Sumpah!! :)))&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Acara Minggu kemaren berjalan lancar. Alhamdulillah. Kamal pasti seneng kalo ada acara seperti itu lagi. Makanya..temen-temen main lagi ya ke rumah Kamal!! Ditungguu.. &lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4115985411416779827-8322339381202937083?l=kamalhanifmazaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kamalhanifmazaya.blogspot.com/feeds/8322339381202937083/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4115985411416779827&amp;postID=8322339381202937083' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4115985411416779827/posts/default/8322339381202937083'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4115985411416779827/posts/default/8322339381202937083'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kamalhanifmazaya.blogspot.com/2008/12/renang-sama-teman-teman-jabalussalam.html' title='Renang sama Teman-teman Jabalussalam'/><author><name>Dwindria Dini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18295441898622784580</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://3.bp.blogspot.com/-m-iDwN9fx6M/Td5a4DaOYRI/AAAAAAAAAIQ/sw3iXbfUpGU/s220/h%2B0799.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_M43PeUrp_Xc/SVBSJg_4zGI/AAAAAAAAACM/E659wphDGCw/s72-c/DSCN0054.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4115985411416779827.post-462081276436997555</id><published>2008-12-19T14:29:00.000-08:00</published><updated>2008-12-19T14:33:12.274-08:00</updated><title type='text'>Written by an African Kid</title><content type='html'>When I born, I black&lt;br /&gt;When I grow up, I black&lt;br /&gt;When I go in Sun, I black&lt;br /&gt;When I scared, I black&lt;br /&gt;When I sick, I black&lt;br /&gt;And when I die, I still black&lt;br /&gt;And you white fellow&lt;br /&gt;When you born, you pink&lt;br /&gt;When you grow up, you white&lt;br /&gt;When you go in sun, you red&lt;br /&gt;When you cold, you blue&lt;br /&gt;When you scared, you yellow&lt;br /&gt;When you sick, you green&lt;br /&gt;And when! You die , you gray&lt;br /&gt;And you calling me colored?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4115985411416779827-462081276436997555?l=kamalhanifmazaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kamalhanifmazaya.blogspot.com/feeds/462081276436997555/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4115985411416779827&amp;postID=462081276436997555' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4115985411416779827/posts/default/462081276436997555'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4115985411416779827/posts/default/462081276436997555'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kamalhanifmazaya.blogspot.com/2008/12/written-by-african-kid.html' title='Written by an African Kid'/><author><name>Dwindria Dini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18295441898622784580</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://3.bp.blogspot.com/-m-iDwN9fx6M/Td5a4DaOYRI/AAAAAAAAAIQ/sw3iXbfUpGU/s220/h%2B0799.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4115985411416779827.post-5610120016184682546</id><published>2008-12-16T00:20:00.000-08:00</published><updated>2008-12-16T00:23:55.684-08:00</updated><title type='text'>Anis Sumarni punya!</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Saya ingin menominasikan rekan kerja saya dalam kompetisi ini. Nama beliau Marthen Yusuf. Beliau mulai bekerja di Thiess sejak tahun 2001. Beliau adalah reproduction worker yang bertugas untuk mempersiapkan module-module yang akan digunakan dalam training di Thiess Contractors Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut saya beliau sangat pantas meraih penghargaan untuk kategori menjaga lingkungan hidup. Mengapa demikian? Saya yakin kalian pasti bertanya-tanya. Kontribusi pak Yusuf dalam melestarikan lingkungan, sangatlah besar. Kalian pasti bertanya bagaimana dan inilah penjelasan singkat saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai reproduction worker, pak Yusuf adalah orang yang bertanggung jawab penuh mengenai penyediaan module untuk segala training yang dilakukan Thiess Training Centre Balikpapan di seluruh site yang ada. Beliau selalu memeriksa module-module yang akan digunakan untuk training. Jika ada module yang salah cetak, hasil print yang salah atau module yang sudah tidak digunakan lagi maka beliau tidak langsung membuangnya tapi justru memilah-milah kertas-kertas tersebut. Jika bagian sisinya masih kosong maka beliau akan mengumpulkannya dan meletakkannya dalam kotak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika ada yang ingin memphotokopi atau mengeprint sesuatu maka beliau akan menganjurkan menggunakan kertas bekas saja. Beliau menempelkan kertas diatas kotak kertas bekas tersebut sebagai reminder kami agar kami tidak lupa untuk menggunakan kertas bekas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya yakin semua orang pasti tahu kalo kertas berasal dari pohon. Bayangan jika semua orang membuang kertas atau module yang salah tanpa berpikir untuk menggunakannya lagi. Berapa banyak pohon yang akan habis ditebang untuk memproduksi kertas-kertas itu. Hal ini tentu saja akan berdampak buruk bagi lingkungan disekitar kita. Secara tidak langsung beliau telah menyelamatkan pohon-pohon yang ada disekitar kita. Beliau telah menjaga lingkungan hidup yang ada agar generasi selanjutnya bisa turut menikamatinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usaha beliau sungguh mulia. Mungkin terlihat sederhana tapi kalo kita tahu dampaknya, kita pasti akan bangga dan bersyukur memiliki orang seperti bapak Marthen Yusuf.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;(hmm..boleh juga..)&lt;br /&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4115985411416779827-5610120016184682546?l=kamalhanifmazaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kamalhanifmazaya.blogspot.com/feeds/5610120016184682546/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4115985411416779827&amp;postID=5610120016184682546' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4115985411416779827/posts/default/5610120016184682546'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4115985411416779827/posts/default/5610120016184682546'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kamalhanifmazaya.blogspot.com/2008/12/anis-sumarni-punya.html' title='Anis Sumarni punya!'/><author><name>Dwindria Dini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18295441898622784580</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://3.bp.blogspot.com/-m-iDwN9fx6M/Td5a4DaOYRI/AAAAAAAAAIQ/sw3iXbfUpGU/s220/h%2B0799.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4115985411416779827.post-4260491064053019536</id><published>2008-12-15T01:43:00.000-08:00</published><updated>2008-12-15T01:48:24.621-08:00</updated><title type='text'>Karya si ABG Riska huhuhuy..judulnya LOVE</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_M43PeUrp_Xc/SUYnyuFxVkI/AAAAAAAAAB8/BiAg3G18MdY/s1600-h/love.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5279951365457663554" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 160px; CURSOR: hand; HEIGHT: 77px" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_M43PeUrp_Xc/SUYnyuFxVkI/AAAAAAAAAB8/BiAg3G18MdY/s320/love.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Love is beautiful&lt;br /&gt;Love is peace&lt;br /&gt;Love is fun&lt;br /&gt;But sometimes love hurts&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Love can make you lose friends&lt;br /&gt;Lose people you love&lt;br /&gt;Lose people who love you&lt;br /&gt;And maybe it could make you lose something prechious&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Don’t play with love&lt;br /&gt;If you don’t want to get hurt&lt;br /&gt;Except true love&lt;br /&gt;Only true love&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cause only true love&lt;br /&gt;Only true love never hurt you&lt;br /&gt;Only true love make you happy&lt;br /&gt;Only true love&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;By: Rizka Aulia. R&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4115985411416779827-4260491064053019536?l=kamalhanifmazaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kamalhanifmazaya.blogspot.com/feeds/4260491064053019536/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4115985411416779827&amp;postID=4260491064053019536' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4115985411416779827/posts/default/4260491064053019536'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4115985411416779827/posts/default/4260491064053019536'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kamalhanifmazaya.blogspot.com/2008/12/karya-si-abg-riska-huhuhuyjudulnya-love.html' title='Karya si ABG Riska huhuhuy..judulnya LOVE'/><author><name>Dwindria Dini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18295441898622784580</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://3.bp.blogspot.com/-m-iDwN9fx6M/Td5a4DaOYRI/AAAAAAAAAIQ/sw3iXbfUpGU/s220/h%2B0799.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_M43PeUrp_Xc/SUYnyuFxVkI/AAAAAAAAAB8/BiAg3G18MdY/s72-c/love.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4115985411416779827.post-3165807940909422412</id><published>2008-12-15T01:37:00.000-08:00</published><updated>2008-12-15T01:38:53.766-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;Ayah pergi sangat pagi&lt;br /&gt;Kadang sampai pagi lagi&lt;br /&gt;Tapi saat pulang&lt;br /&gt;Ia tak lupa menjinjing pelangi&lt;br /&gt;Lalu dengan sabar&lt;br /&gt;Menguraikan warnanya satu persatu padaku&lt;br /&gt;Dengan mata berbinar&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;-Dari blog sebelah, ngutip tanpa permisi-&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4115985411416779827-3165807940909422412?l=kamalhanifmazaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kamalhanifmazaya.blogspot.com/feeds/3165807940909422412/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4115985411416779827&amp;postID=3165807940909422412' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4115985411416779827/posts/default/3165807940909422412'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4115985411416779827/posts/default/3165807940909422412'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kamalhanifmazaya.blogspot.com/2008/12/ayah-pergi-sangat-pagi-kadang-sampai.html' title=''/><author><name>Dwindria Dini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18295441898622784580</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://3.bp.blogspot.com/-m-iDwN9fx6M/Td5a4DaOYRI/AAAAAAAAAIQ/sw3iXbfUpGU/s220/h%2B0799.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4115985411416779827.post-627937052142157699</id><published>2008-12-15T01:33:00.000-08:00</published><updated>2008-12-21T04:11:39.461-08:00</updated><title type='text'>Take time to poet, and..</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;“Setelah”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah lelah mandi jelaga hitam kelam tak peduli apa siapapun juga. Setelah hidup sekian puluh tahun nafikan Zat menganggap remeh temeh tak ada yang utama. Setelah buta setelah tuli setelah hina dina diri seperti lumpur seperti rawa-rawa tak terurus. Setelah compang diri ini setelah camping kembali putih kembali hitam. Setelah ribuan usaha kembali normal dan jatuh dan merangkak bersimpuh duduk berdiri terbaring dan melamun jatuh lagi aku. Ah kini kembali lagi ke yang Maha Menerima. Berlari penuh harap penuh cemas. Lagi. Pulang lagi aku. Bukakan lagi pintunya. Ah manusia...memang maha salah, maha kembali pulang!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;“Tolong dijawab”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tolong dijawab apakah sudah benar caraku kembali. Tolong jangan diam saja. Tolong beri petunjuk. Jangan abai. Tolong apakah ada yang salah yang kurang yang sedikit saja benar. Ya yang Maha Dekat. Katanya sedekat urat leher.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;“Bukan aku”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiada yang lebih indah selain menangis rindu hingga basah ini pipi. Mungkin puisi para sholihin namun aku belum pantas.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;19:34 kamar kontrakan,&lt;br /&gt;14 Des 08&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4115985411416779827-627937052142157699?l=kamalhanifmazaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kamalhanifmazaya.blogspot.com/feeds/627937052142157699/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4115985411416779827&amp;postID=627937052142157699' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4115985411416779827/posts/default/627937052142157699'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4115985411416779827/posts/default/627937052142157699'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kamalhanifmazaya.blogspot.com/2008/12/take-time-to-poet-and.html' title='Take time to poet, and..'/><author><name>Dwindria Dini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18295441898622784580</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://3.bp.blogspot.com/-m-iDwN9fx6M/Td5a4DaOYRI/AAAAAAAAAIQ/sw3iXbfUpGU/s220/h%2B0799.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4115985411416779827.post-3311890340908550023</id><published>2008-12-13T22:39:00.000-08:00</published><updated>2008-12-13T22:41:39.065-08:00</updated><title type='text'>Hadist Qudsi Indah (2)</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff99ff;"&gt;“Aku ini adalah menurut dugaan hamba-Ku, dan Aku menyertaimu, di mana saja ia berdzikir kepada-Ku. &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff99ff;"&gt;Jika ia berdzikir atau ingat kepada-Ku di dalam hatinya, maka Aku akan ingat pula kepadanya di dalam hati-Ku, &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff99ff;"&gt;dan kalau ia mengingat-Ku di depan umum, maka Aku akan mengingatnya pula di depan khalayak yang lebih baik. &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff99ff;"&gt;Seandainya ia mendekatkan dirinya kepada-Ku sejengkal, &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff99ff;"&gt;Aku akan mendekatkan diri-Ku sehasta. &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff99ff;"&gt;Jika ia mendekati-Ku sehasta, Aku akan mendekatkan diri-Ku kepadanya sedepa.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff99ff;"&gt;Jika ia datang kepada-Ku dengan berjalan kaki, &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff99ff;"&gt;Aku akan datang dengan berlari”.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff99ff;"&gt;(HR. Bukhari)&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4115985411416779827-3311890340908550023?l=kamalhanifmazaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kamalhanifmazaya.blogspot.com/feeds/3311890340908550023/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4115985411416779827&amp;postID=3311890340908550023' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4115985411416779827/posts/default/3311890340908550023'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4115985411416779827/posts/default/3311890340908550023'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kamalhanifmazaya.blogspot.com/2008/12/aku-ini-adalah-menurut-dugaan-hamba-ku.html' title='Hadist Qudsi Indah (2)'/><author><name>Dwindria Dini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18295441898622784580</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://3.bp.blogspot.com/-m-iDwN9fx6M/Td5a4DaOYRI/AAAAAAAAAIQ/sw3iXbfUpGU/s220/h%2B0799.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4115985411416779827.post-3100697005749266999</id><published>2008-12-13T22:37:00.000-08:00</published><updated>2008-12-13T22:39:22.833-08:00</updated><title type='text'>Hadist Qudsi Indah (1)</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff99ff;"&gt;"Tidak henti-hentinya hamba-hamba-Ku mendekatkan diri kepada-Ku dengan&lt;br /&gt;melakukan ibadat-ibadat nawafil hingga Aku mencintainya. &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff99ff;"&gt;Kalau Aku sudah mencintainya, Aku akan menjadi telinganya yang dengannya ia mendengar; &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff99ff;"&gt;Aku akan menjadi matanya yang dengannya ia melihat;&lt;br /&gt;Aku akan menjadi tangannya yang dengannya ia memegang; &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff99ff;"&gt;Aku akan menjadi kakinya yang dengannya ia berjalan. &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff99ff;"&gt;Jika ia bermohon kepada-Ku, Aku akan mengabulkan permohonannya. &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff99ff;"&gt;Jika ia berlindung kepada-Ku, Aku akan&lt;br /&gt;melindungi dirinya." &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff99ff;"&gt;(HR. Bukhari)&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4115985411416779827-3100697005749266999?l=kamalhanifmazaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kamalhanifmazaya.blogspot.com/feeds/3100697005749266999/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4115985411416779827&amp;postID=3100697005749266999' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4115985411416779827/posts/default/3100697005749266999'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4115985411416779827/posts/default/3100697005749266999'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kamalhanifmazaya.blogspot.com/2008/12/hadist-qudsi-indah-1.html' title='Hadist Qudsi Indah (1)'/><author><name>Dwindria Dini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18295441898622784580</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://3.bp.blogspot.com/-m-iDwN9fx6M/Td5a4DaOYRI/AAAAAAAAAIQ/sw3iXbfUpGU/s220/h%2B0799.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4115985411416779827.post-1514864111891599041</id><published>2008-12-13T22:21:00.000-08:00</published><updated>2008-12-13T22:22:46.549-08:00</updated><title type='text'>Jamaah haji kloter awal akan tiba di Tanah Air, Ahad, 14 Desember 2008 siang ini:)))horee</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Kloter-kloter awal jemaah haji Indonesia akan tiba Ahad siang, 14 Desember 2008.  Meski pemulangan jemaah dari tanah suci diharapkan berjalan aman, lancar dan tepat waktu, tapi kloter pertama agak mengalami keterlambatan.&lt;br /&gt;Kedatangan keloter pertama jemaah haji propinsi DKI Jakarta, siang  ini, semula dijadwalkan pukul 07.00 WIB. Namun  mengalami keterlambatan sekitar 5 jam lebih, diperkirakan kloter tersebut baru mendarat di Bandara Soekarno-Hatta, sekitar Pukul 12.40 Wib nanti.&lt;br /&gt;Keterlambatan ini  diungkapkan Direktur Pengelolaan BPIH dan SIH Abdul Ghafur Djawahir. Menurut Abdul Ghafur, kloter pertama DKI Jakarta, berdasarkan informasi yang diterima dari Daker Jeddah, sebenarnya telah selesai boarding di Bandara King Abdul Aziz, Jeddah, pukul 21.00 WAS, namun penerbangan Garuda GIA 7401 tersebut baru dapat lepas landas pukul 24.00 WAS.&lt;br /&gt;Direktur BPIH dan SIH ini menambahkan, pada minggu pertama pemulangan jemaah haji ke tanah air, sering terjadi keterlambatan, akibat padatnya lalulintas penerbangan di bandara Jeddah.&lt;br /&gt;"Hampir semua negara melakukan proses pemulangan jemaah hajinya pada saat ini," kata Ghafur.&lt;br /&gt;Ghafur menambahkan, masalah pemeriksaan barang-barang jemaah di pintu pemulangan juga merupakan penyebab keterlambatan. “Terkadang petugas membongkar koper-koper jemaah, sehingga arus pemulangan jadi tidak lancar,” ujarnya.Pada bagian lain ia mengatakan, hingga saat ini pelaksanaan ibadah haji berjalan lancar. Seluruh jemaah haji Indonesia telah melaksanakan wukuf di Arafah, dengan demikian telah sah menunaikan rukun Islam kelima. Setelah mabit di muzdalifah, jemaah kemudian mabit di Mina untuk melontar jumrah di lokasi jamarat.“Dari seluruh jemaah Indonesia, ada 104 ribu orang atau 65 persen yang mengambil nafar awal, selebihnya nafar tsani,” kata Ghafur. Dengan mengambil nafar awal, maka jemaah cukup 2 malam mabit (menginap) di Mina, sedangkan bagi peminat nafat tsani harus mabit 3 malam.  [ihj/&lt;a href="http://www.hidayatullah.com/" included="null"&gt;www.hidayatullah.com&lt;/a&gt;]&lt;br /&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4115985411416779827-1514864111891599041?l=kamalhanifmazaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kamalhanifmazaya.blogspot.com/feeds/1514864111891599041/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4115985411416779827&amp;postID=1514864111891599041' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4115985411416779827/posts/default/1514864111891599041'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4115985411416779827/posts/default/1514864111891599041'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kamalhanifmazaya.blogspot.com/2008/12/jamaah-haji-kloter-awal-akan-tiba-di.html' title='Jamaah haji kloter awal akan tiba di Tanah Air, Ahad, 14 Desember 2008 siang ini:)))horee'/><author><name>Dwindria Dini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18295441898622784580</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://3.bp.blogspot.com/-m-iDwN9fx6M/Td5a4DaOYRI/AAAAAAAAAIQ/sw3iXbfUpGU/s220/h%2B0799.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4115985411416779827.post-7348071559400328994</id><published>2008-12-13T21:43:00.000-08:00</published><updated>2008-12-13T21:52:42.609-08:00</updated><title type='text'>Detik-detik terakhir itu....</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_M43PeUrp_Xc/SUSfD5IjoJI/AAAAAAAAAB0/Rj2xewtPPEk/s1600-h/Muhammad.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5279519552410198162" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 72px; CURSOR: hand; HEIGHT: 100px" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_M43PeUrp_Xc/SUSfD5IjoJI/AAAAAAAAAB0/Rj2xewtPPEk/s200/Muhammad.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Dari Ibnu Mas’ud ra bahawasanya Rasulullah SAW bersabda:&lt;br /&gt;Ajalku hampir tiba, dan akan pindah ke hadhrat Allah, ke Sidratulmuntaha dan ke Jannatul Makwa serta ke Arsyila’la.”&lt;br /&gt;Kami bertanya lagi: “Siapakah yang akan memandikan baginda ya Rasulullah? Rasulullah menjawab: Salah seorang ahli baitku.&lt;br /&gt;Kami bertanya: Bagaimana nanti kami mengafani baginda ya Rasulullah?&lt;br /&gt;Baginda menjawab: “Dengan bajuku ini atau pakaian Yamaniyah.”&lt;br /&gt;Kami bertanya: “Siapakah yang mensolatkan baginda di antara kami?” Kami menangis dan Rasulullah SAW pun turut menangis.&lt;br /&gt;Kemudian baginda bersabda: “Tenanglah, semoga Allah mengampuni kamu semua. Apabila kamu semua telah memandikan dan mengafaniku, maka letaklah aku di atas tempat tidurku, di dalam rumahku ini, di tepi liang kuburku, kemudian keluarlah kamu semua dari sisiku. Maka yang pertama-tama mensholatkan aku adalah sahabatku Jibril as. Kemudian Mikail, kemudian Israfil kemudian Malaikat Izrail (Malaikat Maut) beserta bala tenteranya. Kemudian masuklah kalian dengan sebaik-baiknya. Dan hendaklah yang mula sholat adalah kaum lelaki dari pihak keluargaku, kemudian yang wanita-wanitanya, dan kemudian kamu sekalian.”&lt;br /&gt;Sehari menjelang baginda wafat yaitu pada hari Ahad, penyakit baginda semakin bertambah serius. Pada hari itu, setelah Bilal bin Rabah selesai mengumandangkan azannya, ia berdiri di depan pintu rumah Rasulullah, kemudian memberi salam: “Assalamualaikum ya Rasulullah?” Kemudian ia berkata lagi “Assholah yarhamukallah.”&lt;br /&gt;Kemudian Rasulullah SAW memanggil Ali bin Abi Thalib dan Abbas ra, sambil dibimbing oleh mereka berdua, maka baginda berjalan menuju ke masjid. Baginda sholat dua rakaat, setelah itu baginda melihat kepada orang ramai dan bersabda: “Ya ma’aasyiral Muslimin, kamu semua berada dalam pemeliharaan dan perlindungan Allah, sesungguhnya Dia adalah penggantiku atas kamu semua setelah aku tiada. Aku berwasiat kepada kamu semua agar bertakwa kepada Allah SWT, kerana aku akan meninggalkan dunia yang fana ini. Hari ini adalah hari pertamaku memasuki alam akhirat, dan sebagai hari terakhirku berada di alam dunia ini.”&lt;br /&gt;Malaikat Maut Datang BertamuPada esoknya, yaitu Senin, Allah mewahyukan kepada Malaikat Maut supaya ia turun menemui Rasulullah SAW dengan berpakaian sebaik-baiknya. Dan Allah menyuruh kepada Malaikat Maut mencabut nyawa Rasulullah SAW dengan lemah lembut. Seandainya Rasulullah menyuruhnya masuk, maka ia dibolehkan masuk, namun jika Rasulullah SAW tidak mengizinkannya, ia tidak boleh masuk, dan hendaklah ia kembali saja.&lt;br /&gt;Maka turunlah Malaikat Maut untuk menunaikan perintah Allah SWT. Ia menyamar sebagai seorang biasa. Setelah sampai di depan pintu tempat kediaman Rasulullah SAW, Malaikat Maut itupun berkata: “Assalamualaikum Wahai ahli rumah kenabian, sumber wahyu dan risalah!” Siti Fatimah pun keluar menemuinya dan berkata kepada tamunya itu: “Maafkanlah, ayahku sedang demam”, kata Fatimah yang membalikkan badan dan menutup pintu. Kemudian ia kembali menemani ayahnya,&lt;br /&gt;Kemudian Malaikat Maut itu memberi salam lagi: “Assalamualaikum. Bolehkah saya masuk?” Akhirnya Rasulullah SAW mendengar suara Malaikat Maut itu, lalu baginda bertanya kepada puterinya Fatimah: “Siapakah itu wahai anakku?” Fatimah menjawab: “Seorang lelaki, sepertinya baru sekali ini saya melihatnya,” tutur Fatimah lembut.&lt;br /&gt;Rasulullah SAW bersabda: “Tahukah kamu siapakah dia, wahai anakku?” Fatimah menjawab: “Tidak wahai Rasulullah.” Lalu Rasulullah SAW menjelaskan sambil menatap wajah anaknya, seolah-olah bahagian demi bahagian wajah anaknya itu hendak dikenang “Wahai Fatimah, dialah yang menghapuskan kenikmatan sementara, dialah yang memisahkan pertemuan di dunia. Dialah malaikatul maut.” Fatimah pun menahan ledakkan tangisnya.&lt;br /&gt;Kemudian Rasulullah SAW bersabda: “Masuklah, Wahai Malaikat Maut. Maka masuklah Malaikat Maut itu sambil mengucapkan ‘Assalamualaika ya Rasulullah.” Rasulullah SAW pun menjawab: Waalaikassalam Ya Malaikat Maut. Engkau datang untuk berziarah atau untuk mencabut nyawaku?”&lt;br /&gt;Malaikat Maut menjawab: “Saya datang untuk ziarah sekaligus mencabut nyawa. Jika anda izinkan akan saya lakukan, kalau tidak, saya akan pulang.&lt;br /&gt;Rasulullah SAW bertanya: “Wahai Malaikat Maut, di mana engkau tinggalkan kecintaanku Jibril? “Saya tinggal dia di langit dunia” Jawab Malaikat Maut.&lt;br /&gt;Baru saja Malaikat Maut selesai bicara, tiba-tiba Jibril as datang kemudian duduk di samping Rasulullah SAW. Maka bersabdalah Rasulullah SAW: “Wahai Jibril, tidakkah engkau mengetahui bahawa ajalku telah dekat? Jibril menjawab: Ya, Wahai kekasih Allah.”&lt;br /&gt;Ketika Sakaratul Maut TibaSeterusnya Rasulullah SAW bersabda: “Beritahu kepadaku Wahai Jibril, apakah yang telah disediakan Allah untukku di sisinya? Jibril pun menjawab; “Bahawasanya pintu-pintu langit telah dibuka, sedangkan malaikat-malaikat telah berbaris untuk menyambut rohmu.”&lt;br /&gt;Rasulullah SAW bersabda: “Segala puji dan syukur bagi Tuhanku. Wahai Jibril, apa lagi yang telah disediakan Allah untukku? Jibril menjawab lagi: Bahawasanya pintu-pintu Syurga telah dibuka, dan bidadari-bidadari telah berhias, sungai-sungai telah mengalir, dan buah-buahnya telah ranum, semuanya menanti kedatangan rohmu.”&lt;br /&gt;Rasulullah SAW bersabda lagi: “Segala puji dan syukur untuk Tuhanku. Beritahu lagi wahai Jibril, apa lagi yang di sediakan Allah untukku? Jibril menjawab: Aku memberikan berita gembira untuk anda wahai kekasih Allah. Engkaulah yang pertama-tama diizinkan sebagai pemberi syafaat pada hari kiamat nanti.”&lt;br /&gt;Kemudian Rasulullah SAW bersabda: “Segala puji dan syukur, aku panjatkan untuk Tuhanku. Wahai Jibril beritahu kepadaku lagi tentang khabar yang menggembirakan aku?”&lt;br /&gt;Jibril as bertanya: “Wahai kekasih Allah, apa sebenarnya yang ingin tuan tanyakan? Rasulullah SAW menjawab: “Tentang kegelisahanku, apakah yang akan diperolehi oleh orang-orang yang membaca Al-Quran sesudahku? Apakah yang akan diperolehi orang-orang yang berpuasa pada bulan Ramadhan sesudahku? Apakah yang akan diperolehi orang-orang yang berziarah ke Baitul Haram sesudahku?”&lt;br /&gt;Jibril menjawab: “Saya membawa khabar gembira untuk baginda. Sesungguhnya Allah telah berfirman: Aku telah mengharamkan Syurga bagi semua Nabi dan umat, sampai engkau (Muhammad) dan umatmu memasukinya terlebih dahulu.”&lt;br /&gt;Maka berkatalah Rasulullah SAW: “Sekarang, tenanglah hati dan perasaanku. Wahai Malaikat Maut dekatlah kepadaku” Lalu Malaikat Maut pun berada dekat Rasulullah SAW.&lt;br /&gt;Imam Ali kw, bertanya: “Wahai Rasulullah SAW, siapakah yang akan memandikan anda dan siapakah yang akan mengafaninya? Rasulullah menjawab: Adapun yang memandikan aku adalah engkau wahai Ali, sedangkan Ibnu Abbas menyiramkan airnya dan Jibril akan membawa hanuth (minyak wangi) dari dalam Syurga.&lt;br /&gt;Kemudian Malaikat Maut pun mulai mencabut nyawa Rasulullah. Ketika roh baginda sampai di pusat perut, baginda berkata: “Wahai Jibril, alangkah pedihnya maut.”&lt;br /&gt;Mendengar ucapan Rasulullah itu, Fatimah terpejam, Ali yang disampingnya menunduk semakin dalam, Jibril as memalingkan mukanya. Lalu Rasulullah SAW bertanya: “Wahai Jibril, apakah engkau tidak suka memandang mukaku? Jibril menjawab: Wahai kekasih Allah, siapakah yang sanggup melihat muka baginda, sedangkan baginda sedang merasakan sakitnya maut?”&lt;br /&gt;“Uushiikum bis shalati, wa maa malakat aimanuku” “peliharalah shalat dan peliharalah orang-orang lemah di antaramu.”&lt;br /&gt;Diluar pintu tangis mulai terdengar bersahutan, sahabat saling berpelukan. Fatimah menutupkan tangan di wajahnya, dan Ali kembali mendekatkan telinganya ke bibir Rasulullah yang mulai kebiruan.&lt;br /&gt;“Ummatii,ummatii, ummatiii” - “Umatku, umatku, umatku”&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Fathimah Az-Zahra` a.s. di masa-masa terakhir Kehidupan Rasulullah SAW. Di akhir-akhir umurnya Rasulullah SAW, Fathimah a.s. menatap wajah ayahnya yang bercahaya dan mengalirkan keringat dingin. Sambil menangis ia menatap ayahnya. Sang ayah tidak tega melihat putrinya menangis dan gelisah. Akhirnya sang ayah membisikkan sebuah ucapan di telinganya sehingga ia tenang dan tersenyum. Senyumnya pada masa-masa krisis seperti itu terlihat sangat aneh. Mereka bertanya kepadanya: “Rahasia apakah yang telah ia ucapkan?” Ia hanya menjawab: “Selama ayahku hidup aku akan bungkam seribu bahasa”. Setelah Rasulullah SAWW meninggal dunia, ia membongkar rahasia itu. Fathimah a.s. berkata: “Ayahku mengatakan kepadaku bahwa engkau adalah orang pertama dari Ahlul Baytku yang akan menyusulku. Oleh karena itu, aku bahagia”.&lt;br /&gt;Dan, berakhirlah hidup manusia mulia yang memberi sinaran itu. Kini, mampukah kita mencintai sepertinya?&lt;br /&gt;Allahumma sholli ‘ala Muhammad wa alih wasalam. Betapa cintanya Rasulullah kepada kita.&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4115985411416779827-7348071559400328994?l=kamalhanifmazaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kamalhanifmazaya.blogspot.com/feeds/7348071559400328994/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4115985411416779827&amp;postID=7348071559400328994' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4115985411416779827/posts/default/7348071559400328994'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4115985411416779827/posts/default/7348071559400328994'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kamalhanifmazaya.blogspot.com/2008/12/detik-detik-terakhir-itu.html' title='Detik-detik terakhir itu....'/><author><name>Dwindria Dini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18295441898622784580</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://3.bp.blogspot.com/-m-iDwN9fx6M/Td5a4DaOYRI/AAAAAAAAAIQ/sw3iXbfUpGU/s220/h%2B0799.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_M43PeUrp_Xc/SUSfD5IjoJI/AAAAAAAAAB0/Rj2xewtPPEk/s72-c/Muhammad.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4115985411416779827.post-5733088837707352710</id><published>2008-12-08T18:18:00.000-08:00</published><updated>2008-12-08T18:23:03.795-08:00</updated><title type='text'>Papa dan Kaligrafi</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Papaku tersayang telah menghasilkan banyak lukisan kaligrafi. Lukisannya tersebar di beberapa rumah saudara. Terpajang dengan indahnya di dinding. Sebentar, biar kuhitung ada berapa. Di rumahku, rumah Mas Amin, rumah Mas Edi, rumah Kiki, rumah Mbak Mita, rumah Mamak Galuh, rumah saudaranya sendiri, om Taqwa, hmm mungkin juga di rumah Mamak Haji Laily yang di Banjarmasin, aku juga kurang tahu. Ukurannya besar-besar. Jarang ada yang kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku bangga tiap kali bersilaturahmi ke rumah saudara, yang kulihat adalah kaligrafi papa. Aku senang karena mereka menghargai karya papaku. Ada seorang keluarga di Depok yang baru pindah ke rumahnya yang besar, minta khusus kepada papa untuk mengirimkan satu buah lukisan kaligrafinya. Ketika kutanya kenapa, alasannya, “sekarang kan rumahku dah gede nih, jadi lukisan papamu cocok dipajang di dinding yang tinggi itu”. Ketika sewaktu-waktu aku berkunjung ke rumahnya, lukisan itu sudah terpajang di atas, di dinding antara lantai satu dan dua. Tinggiii sekali. Kelihatan bagus dan agung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lain waktu aku bertandang ke seorang kerabat yang rumahnya kecil dan sederhana. Rumahnya adem sekali. Dengan polosnya aku bertanya, “kok rumahnya terasa dingin ya”. Si saudara sambil senyum-senyum menunjuk ke sebuah lukisan kaligrafi yang bergaya minimalis. “Mungkin karena itu Din!”. Haha..lagi-lagi kaligrafi papa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di rumah seorang saudara yang modis dan kaya, lain lagi. Rumahnya itu tidak terlalu besar, tapi apiknya minta ampun. Si empunya rumah pandai memasang-masangkan warna, pandai mendekor, dan kebetulan, uangnya juga mumpuni. Rumah yang cantik itu dihiasi dengan gelas-gelas dan beraneka macam keramik yang terbuat dari kristal. Nah di dekat rak yang berkilauan oleh pajangan kristal itulah, kaligrafi papa terpampang dengan indahnya. Sedikit terlihat bercahaya juga, mungkin karena lokasinya dekat sekali dengan pajangan-pajangan tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku menganggap ketertarikan papa akan ayat-ayat Allah itu adalah sebuah hidayah. Aku berharap seperti itu. Papa tidak bisa membaca kaligrafi yang dilukisnya. Jadi ia hanya mencontohnya dari karya-karya yang ia jumpai di majalah atau media lain. Katanya, “huruf Arab indahnya bukan main. Tersulur-sulur berirama, ramping-ramping pula”. Dulu aku ingat papa pasti akan mengcopy besar semua kaligrafi yang ia tertarik oleh keindahannya, kemudian menyilet setiap ayatnya, membolonginya, dan menempelnya di kanvas. Begitulah caranya “melukis”. Lebih mirip menjiplak..? memang hehehe, dan aku berharap Allah yang Maha Tahu memberi point pada tiap keantusiasan, tiap kekaguman, dan pada tiap niatan yang papa keluarkan. &lt;em&gt;Niatannya itu ya Allah, harap Engkau saksikan. Meskipun ia tak bisa membaca Quran-Mu, namun ia punya niat baik untuk menyebarkan ayat-ayatMu itu..&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Sekarang ini, papa tidak lagi berkarya, mungkin karena sudah terlalu sepuh. Mata itu sudah tak terlalu jeli, tak terlalu awas oleh warna-warna. Tubuh itu sudah tak kuat terlalu lama duduk, terlalu lama fokus. Tapi aku berharap suatu saat nanti, papa akan melanjutkan melukis. Itu terbukti mujarab menjadi kegiatan pengisi waktu. Aku juga rindu melihatnya melukis lagi.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4115985411416779827-5733088837707352710?l=kamalhanifmazaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kamalhanifmazaya.blogspot.com/feeds/5733088837707352710/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4115985411416779827&amp;postID=5733088837707352710' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4115985411416779827/posts/default/5733088837707352710'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4115985411416779827/posts/default/5733088837707352710'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kamalhanifmazaya.blogspot.com/2008/12/papa-dan-kaligrafi.html' title='Papa dan Kaligrafi'/><author><name>Dwindria Dini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18295441898622784580</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://3.bp.blogspot.com/-m-iDwN9fx6M/Td5a4DaOYRI/AAAAAAAAAIQ/sw3iXbfUpGU/s220/h%2B0799.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4115985411416779827.post-8883135552918071403</id><published>2008-11-30T22:40:00.000-08:00</published><updated>2008-11-30T22:47:43.865-08:00</updated><title type='text'>Mengangkat beban</title><content type='html'>Disadur dari &lt;a href="http://www.andaleh.blogsome.com/"&gt;www.andaleh.blogsome.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sebutlah Adi dan Dodi sedang berwisata di pantai dalam acara sekolah. Ketika mereka tengah dalam candaan, ada tantangan dari Dodi kepada Adi. Dodi yang bertubuh besar dan gemuk menantang Adi yang bertubuh kecil untuk mengadakan kompetisi. Dodi mengangkat Adi, setelah itu gantian Adi mengangkat Dodi. Mereka akan mengukur siapa yang paling lama mengangkat temannya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dodi yakin seyakin yakinnya bahwa Adi tidak akan sanggup berlama-lama mengangkat badannya. Karena itu Dodi menantang Adi. Dan Dodi yakin juga bahwa Adi akan menolak tantangan itu.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Tapi Dodi salah. Rupanya Adi menyambut dengan baik, walau dengan syarat.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;“Memangnya, syaratnya apa?” Tanya Dodi.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;“Kamu mengangkat saya di atas pasir, sedangkan saya mengangkat kamu di laut.” Ujar Adi.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;“Boleh.” Ujar Dodi.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Maka dimulailah pertarungan itu.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Alhasil, di luar dugaan. Adi berhasil lebih lama mengangkat Dodi yang tubuhnya lebih besar. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Mengakui kekalahannya, Dodi bertanya, “apa rahasianya?”&lt;br /&gt;“Jawabannya adalah, karena saya dibantu oleh gaya apung yang ada pada air laut. Sehingga ringan bagi saya untuk mengangkat kamu.” Ujar Adi. “Gaya itu ditemukan oleh Archimedes. Kalau kamu simak pelajaran fisika kemarin, kamu pasti paham.” Tambah Adi dengan senyuman.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;*****&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Hidup ini serupa dengan kompetisi di atas. Bahwasanya masing-masing kita memiliki tugas untuk mengangkat beban masing-masing. Beban yang diangkat tentu saja sesuai dengan kemampuan seorang manusia. Begitulah sunnatullah.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya…” (QS 2:286).&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Tetapi ada perbedaan antara seorang muslim yang bertaqwa dengan seorang kafir. Seorang muslim mengangkat bebannya laksana mengangkat beban di air, sedangkan seorang kafir mengangkat bebannya laksana mengangkat beban di atas pasir. Ada ‘gaya apung yang dimiliki oleh air’ yang membantu seorang muslim yang bertaqwa untuk mengangkat bebannya. Gaya apung itu adalah bantuan dari Allah SWT.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;“…Dan barang -siapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Allah menjadikan baginya kemudahan dalam urusannya.” Ath-Thalaq : 4.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dengan bantuan ‘gaya apung’ inilah seorang muslim yang bertaqwa bisa mengangkat bebannya lebih lama. Sedangkan orang kafir yang tanpa bantuan gaya apung tersebut, berpotensi besar untuk menyerah, membanting bebannya lalu dia pun terjatuh.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Seorang muslim yang bertaqwa tidak akan mengenal akhir seperti itu.&lt;br /&gt;“…Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar.” (QS Ath-Thalaq : 2).&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;“Hai orang-orang mukmin, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.” (QS 47 : 7)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Allahu’alam bish-showab.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4115985411416779827-8883135552918071403?l=kamalhanifmazaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kamalhanifmazaya.blogspot.com/feeds/8883135552918071403/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4115985411416779827&amp;postID=8883135552918071403' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4115985411416779827/posts/default/8883135552918071403'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4115985411416779827/posts/default/8883135552918071403'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kamalhanifmazaya.blogspot.com/2008/11/mengangkat-beban.html' title='Mengangkat beban'/><author><name>Dwindria Dini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18295441898622784580</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://3.bp.blogspot.com/-m-iDwN9fx6M/Td5a4DaOYRI/AAAAAAAAAIQ/sw3iXbfUpGU/s220/h%2B0799.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4115985411416779827.post-7769730483992450179</id><published>2008-11-30T21:12:00.000-08:00</published><updated>2008-11-30T21:14:43.748-08:00</updated><title type='text'>Memasak</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Memasak selalu menjadi sesuatu yang stressful. Membikin stress. Membebani. Menurutku ada dua type ibu, dalam kaitannya dengan memasak. Satu, ibu yang bisa memasak. Dua, ibu yang pintar memasak. Type pertama, bisa. Ia hanya bisa memasak, tapi tidak pintar. Hanya bisa. Yah sekedar masak. Simple food dan tidak variatif. Yang kedua ibu yang pintar. Handal. Bisa semua jenis masakan. You name it! Dari yang sekedar oseng mengoseng, sampai yang bumbu kuning, hijau, merah, santen, kuah, semua oke. Type jenis ini biasanya disayang suami:D. Bagaimana tidak. Tiap hari disuguhi makanan yang bervariasi. Tiap hari tinggal request. Si Bapak tidak akan mati kebosenan karena masakan yang dikonsumsinya dalam seminggu bisa bermacam-macam. Si Ibu juga sangat enjoy melakukannya. Karena ia pintar, biasanya ia senang akan kegiatan masak memasak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa susah-susah mencari contoh, aku adalah termasuk type yang pertama:D Begitu di rumah ada acara yang tamunya banyak, langsung bingung mau masak apa. Stress. Keringatan, tidak bisa tidur. Memikirkan akan masak apa. Kalaupun sudah tahu apa yang akan dimasak, menjadi stress memikirkan bumbu-bumbu apa yang akan terlibat. Langsung sibuk menelpon mama di luar kota sana, atau heboh mencari buku resep, atau buka-buka internet. Cari resep yang gampang tapi pantas. Ketika sudah dapat rempah-rempahnya, sekarang tinggal mengkomposisikannya. Memasak ternyata bukan sekedar tahu bumbu, tapi juga harus pas dalam hal mengira-ngira. Ini repotnya. Kalau dulunya masih gadis jauh dari dapur, maka biasanya berakhir jadi ibu type satu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu type dua yang aku kenal namanya Mbak Nana. Beliau tidak lain adalah saudara sepupuku sendiri. Kalau masak matanya berbinar-binar. Senyumnya menyungging. Beliau juga rajin praktek resep. Guntingan kliping resepnya banyak. Bila mencicipi suatu masakan, langsung bisa menebak bumbunya apa-apa saja. Ini yang hebat. Menakjubkan. Ajaib. Aku tidak akan mungkin bisa seperti itu. Beliau paling senang bicara kuliner. Aku juga suka, tapi mbak Nana akan bicara kuliner disertai keinginan untuk tahu cara membuat. Nah, itu bedanya dengan aku. Kalau aku cukup sampai tahap makan dan komentar.:D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun ada yang bilang bahwa pintar memasak hanya masalah waktu, masalah jam terbang, aku termasuk tidak setuju. Sangat menentang pendapat itu. Bagaimana mungkin? Aku saja yang sudah hidup tahunan di bumi, sampai sekarang masih gagal untuk bisa masak. Namun apa daya, aku hidup berdampingan dengan kegiatan masak. Kalau nggak masak, mau dikasih makan apa keluarga?. Kalau harus terus jajan, kan mahal. Jadi ya..hadapi saja. J.a.l.a.n.i&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4115985411416779827-7769730483992450179?l=kamalhanifmazaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kamalhanifmazaya.blogspot.com/feeds/7769730483992450179/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4115985411416779827&amp;postID=7769730483992450179' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4115985411416779827/posts/default/7769730483992450179'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4115985411416779827/posts/default/7769730483992450179'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kamalhanifmazaya.blogspot.com/2008/11/memasak.html' title='Memasak'/><author><name>Dwindria Dini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18295441898622784580</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://3.bp.blogspot.com/-m-iDwN9fx6M/Td5a4DaOYRI/AAAAAAAAAIQ/sw3iXbfUpGU/s220/h%2B0799.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4115985411416779827.post-2745824678485006608</id><published>2008-11-12T01:52:00.000-08:00</published><updated>2008-11-12T01:57:06.374-08:00</updated><title type='text'>Congrats!</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#ffffff;"&gt;&lt;strong&gt;Selamat menjadi tamu Allah ya Mama dan Papa. Hanya orang-orang pilihan yang mendapat hidayah Allah sajalah yang datang ke Baitullah. Bayangkan begitu banyaknya orang-orang kaya namun belum terbuka hatinya untuk menunaikan ibadah haji, dan bayangkan begitu banyaknya orang-orang yang tak mampu namun begitu merindukan ingin pergi ke Mekah. Ah kalian memang beruntung. Tolong doakan aku bisa menyusul ya. Doakan juga keluarga dan anakku, mama papa.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4115985411416779827-2745824678485006608?l=kamalhanifmazaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kamalhanifmazaya.blogspot.com/feeds/2745824678485006608/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4115985411416779827&amp;postID=2745824678485006608' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4115985411416779827/posts/default/2745824678485006608'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4115985411416779827/posts/default/2745824678485006608'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kamalhanifmazaya.blogspot.com/2008/11/congrats.html' title='Congrats!'/><author><name>Dwindria Dini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18295441898622784580</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://3.bp.blogspot.com/-m-iDwN9fx6M/Td5a4DaOYRI/AAAAAAAAAIQ/sw3iXbfUpGU/s220/h%2B0799.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4115985411416779827.post-6008231313017483353</id><published>2008-11-03T18:25:00.000-08:00</published><updated>2008-11-03T18:52:53.072-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_M43PeUrp_Xc/SQ-41cm9tjI/AAAAAAAAABs/EmmRENq4INk/s1600-h/thumb7.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5264629717771597362" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 133px; CURSOR: hand; HEIGHT: 200px" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_M43PeUrp_Xc/SQ-41cm9tjI/AAAAAAAAABs/EmmRENq4INk/s200/thumb7.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ternyata Laskar Pelangi the Movie sehebat gaungnya. Ia memang film yang hebat yang tak hanya berhasil menangkap esensi novel aslinya, tapi juga berhasil mengcapture semua karakter-karakter yang ada di dalam novelnya secara menyeluruh. Walaupun ada beberapa karakter baru, itu ajaibnya tidak mengubah alur cerita secara signifikan.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Salut buat usaha Riri dan kawan-kawan. Teruslah membuat film-film bermutu yang punya kontribusi untuk negara. Ayo jangan bikin film sampah dong!&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4115985411416779827-6008231313017483353?l=kamalhanifmazaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kamalhanifmazaya.blogspot.com/feeds/6008231313017483353/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4115985411416779827&amp;postID=6008231313017483353' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4115985411416779827/posts/default/6008231313017483353'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4115985411416779827/posts/default/6008231313017483353'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kamalhanifmazaya.blogspot.com/2008/11/ternyata-laskar-pelangi-movie-sehebat.html' title=''/><author><name>Dwindria Dini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18295441898622784580</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://3.bp.blogspot.com/-m-iDwN9fx6M/Td5a4DaOYRI/AAAAAAAAAIQ/sw3iXbfUpGU/s220/h%2B0799.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_M43PeUrp_Xc/SQ-41cm9tjI/AAAAAAAAABs/EmmRENq4INk/s72-c/thumb7.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4115985411416779827.post-1183580506156044864</id><published>2008-11-03T17:51:00.000-08:00</published><updated>2008-11-03T18:22:48.725-08:00</updated><title type='text'>Tapi apalah artinya Neng…</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_M43PeUrp_Xc/SQ-s_2Gg8yI/AAAAAAAAABc/KpJOKWJZ6w8/s1600-h/DSCN0089.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5264616702273975074" style="WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 240px" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_M43PeUrp_Xc/SQ-s_2Gg8yI/AAAAAAAAABc/KpJOKWJZ6w8/s320/DSCN0089.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Aku senang dan antusias menemukan bahwa daerah tempat berlabuhnya mama papa di masa pensiunnya adalah daerah yang sangat ideal. Terletak di pinggiran kota Malang, Sawojajar bersikap sangat hangat pada para “manula pensiunan” itu. Tidak hanya penduduknya, namun juga akses jalannya. Kemana-mana sangat dekat. Ke jajanan kaki lima, ke pasar, ke mesjid, ke ruko-ruko yang berjualan aneka macam keperluan rumah tangga, bahkan dekat pula ke sebuah panti asuhan yang bisa dipandang sebagai ladang buat beramal.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Mereka tidak perlu ke pusat kota Malang untuk membeli kebutuhan. Cukup ke luar dari komplek, semua keperluan tersedia. Dan yang paling penting, terdapat banyak keluarga-keluarga dan kerabat yang 24 jam sigap membantu mama papa dengan ikhlas. Mama papa sudah sepuh, segala keterbatasan menyergap. Energi tidak sekuat dulu lagi. Gerakan tubuh sudah lamban. Ketergantungan pada keluarga terdekat menjadi sangat tinggi. Maka melihat mama papa dikelilingi oleh keluarga yang siap sedia membantu mereka, membuatku banyak-banyak bersyukur pada Allah SWT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu hari, membonceng di belakang sepeda motor papa, aku memuji-muji dan menyatakan kelegaanku atas semua ini. Aku juga mengucapkan selamat karena pilihan papa mama memilih tinggal di kota Malang sudah tepat. Papa mengendarai motornya perlahan. Dari belakang hanya bisa kulihat papa menyimak semua kalimatku. Beliau tidak mengatakan apa-apa. Aku tidak bisa melihat wajahnya. Namun begitu berucap serangkaian kalimat, hatiku menjadi gerimis mendengarnya. “Tapi apalah arti semuanya Neng, tanpa Kamal di dekat rumah…”&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4115985411416779827-1183580506156044864?l=kamalhanifmazaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kamalhanifmazaya.blogspot.com/feeds/1183580506156044864/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4115985411416779827&amp;postID=1183580506156044864' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4115985411416779827/posts/default/1183580506156044864'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4115985411416779827/posts/default/1183580506156044864'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kamalhanifmazaya.blogspot.com/2008/11/tapi-apalah-artinya-neng.html' title='Tapi apalah artinya Neng…'/><author><name>Dwindria Dini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18295441898622784580</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://3.bp.blogspot.com/-m-iDwN9fx6M/Td5a4DaOYRI/AAAAAAAAAIQ/sw3iXbfUpGU/s220/h%2B0799.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_M43PeUrp_Xc/SQ-s_2Gg8yI/AAAAAAAAABc/KpJOKWJZ6w8/s72-c/DSCN0089.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4115985411416779827.post-4018971637516804702</id><published>2008-11-03T17:45:00.000-08:00</published><updated>2008-11-03T18:19:08.718-08:00</updated><title type='text'>Kamal Tour de Java</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_M43PeUrp_Xc/SQ-wRIOFWAI/AAAAAAAAABk/sgBrr288psc/s1600-h/DSCN0109.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5264620297730217986" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 240px" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_M43PeUrp_Xc/SQ-wRIOFWAI/AAAAAAAAABk/sgBrr288psc/s320/DSCN0109.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah, akhirnya berakhir juga perjalanan Kamal keliling Jawa. Dari Depok, ke Semarang, ke Malang, kembali ke Balikpapan. Depok menawarkan kehangatan ala keluarga Zakaria, Semarang mengajarkan tentang arti hidup sederhana dan bersahaja, Malang memberi kasih sayang yang berlimpah dan terkadang berlebih-lebihan. Pemanjaan yang absolute terhadap seorang cucu:))&lt;br /&gt;Perjalanan kemarin memang banyak memberi pelajaran. Tentang persaudaraan, empati, kehangatan, keikhlasan, dan pelajaran-pelajaran hidup lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun apabila boleh membandingkan, ternyata tidak ada yang seindah berada di rumah. Dekat Bapak dan Ibu. Dan Kamal. Walaupun pada awalnya kembali ke Balikpapan seperti membuat Kamal kesal, tapi Alhamdulillah semua jadi cair begitu merasakan nikmatnya berenang pakai pelampung. Apalagi ketika sudah sekolah lagi. Ketemu teman-teman lagi, ketemu Bu Nida, Pak Wawan, dan hmm satu guru baru yang baik, Bu Ratih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di awal-awal berada di rumah, masih disebut semua nama anggota keluarga Jawa. “Tante Dian, Uti Eni, Kukung Dirjo, Kakak Ika, Kakak Tia, Abang Padi, Mamah Mimit, Abah Hemi, Nenek Titik, Kaik Dudin”. Anak yang manis. Selalu bisa membalas kasih sayang keluarga-keluarga dengan kasih sayang juga. Alhamdulillah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selalu ada perpisahan untuk sebuah pertemuan. Biarlah Kamal belajar tentang yang satu ini. Semoga selalu diberi cukup rezeki dan kesehatan sehingga terus bisa menyambung tali silaturahim antar pulau. Amin ya Robbal Alamin.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4115985411416779827-4018971637516804702?l=kamalhanifmazaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kamalhanifmazaya.blogspot.com/feeds/4018971637516804702/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4115985411416779827&amp;postID=4018971637516804702' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4115985411416779827/posts/default/4018971637516804702'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4115985411416779827/posts/default/4018971637516804702'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kamalhanifmazaya.blogspot.com/2008/11/kamal-tour-de-java.html' title='Kamal Tour de Java'/><author><name>Dwindria Dini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18295441898622784580</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://3.bp.blogspot.com/-m-iDwN9fx6M/Td5a4DaOYRI/AAAAAAAAAIQ/sw3iXbfUpGU/s220/h%2B0799.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_M43PeUrp_Xc/SQ-wRIOFWAI/AAAAAAAAABk/sgBrr288psc/s72-c/DSCN0109.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4115985411416779827.post-6553369696395579251</id><published>2008-09-25T15:17:00.000-07:00</published><updated>2008-09-25T15:19:31.213-07:00</updated><title type='text'>POLIGAMI: Abu Sangkan berbicara</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Seputar Pertanyaan Poligami&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Mon Oct 16, 2000 8:38 pm &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ass, Wr, Wb,Sdr. Yahya dan anggota milis yth,&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Saya minta maaf yang sebesar-besarnya agak terlambat membahas masalahpoligami, dikarenakan banyak pertanyaan dari anggotayang lain, yang juga perlusaya jawab,.... ..termasuk masa! lah fiqh .Saya harus berhati-hati karena hal ini menyangkutpersolan hukum, dimanapendapat saya harus dikesampingkan dulu, kecuali hanyamenambahkan danmemberikan penjelasan ... Saya tidak berani berijtihadsemaunya, karena itusaya harus mencari referensi melalui kitab-kitab yangdiakui semuakalangan..saya tidak mau berpolemik dengansaudara-saudara muslim yanglainnya karena saya sudah enggan mengotori hati hanyakarena perbedaan furu', yang akhirnya menjadi adu otot yang tiadahabisnya.lihatlah sejarahsaudara-saudara kita .NU dan Muhammdiyah ..Persis VsNU ..Wahabiyahdan syi'ah, kelompok ini dan itu.Saya harus memulai dengan cara minta maaf kepada anda.marilah kitamempererat dan menghimpun kekuatan ummat dari skalakita berdua .kemudiankita kembangkan menjadi empat .sepuluh.seratus, sejutadan semilyar ..ummatyang hatinya bersih dan sa! tu ..saudara kita banyakbukan hanya sekedarslogan, walaupun berbeda pendapat ..akan tetapi rahmatAllah meliputi kita..aminUuntuk sementara kalangan, poligami begitu menjadicita-cita yangmenyenangkan dan yang lainnya justru kurang setujuterhadap poligamiterutama bagi kaum wanita. Sebenarnya bagaimana kitamemandang dan mendudukkanayat-ayat mengenai poligami teresebut.Mari kita kaji surat An Nisa' ayat 3"dan jika kamu takut tidak dapat berlaku adil terhadap(hak-hak) perempuanyatim (bilamana kamu mengawininya) ,maka kawinilahwanita-wanita (lain) yangkamu senangi : dua ,tiga atau empat. Kemudian jikakamu takut tidak akandapat berlaku adil , maka (kawinilah) seorang saja.Atau budak-budak yangkamu miliki. Yang demikian itu adalah lebih dekatkepada tidak berbuat aniaya.Pada ayat diatas dinyatakan, boleh menikahi wanitadua, tiga ,atau empat ..Jika kamu tidak mampu berbuat adil ..maka kawinilahseorang saja ..Kata "adil" disini belum dijelaskan secara rinci.apakah adil dalampembagian materi atau adil dari sisi kasih sayang dancinta..Untuk mengetahui arti "adil " yang sah menurutAlqur'an adalah dijelaskanpada surat An Nisa' ayat 129 ."dan kamu sekali-kali tidak akan dapat berlaku adil diantara istri-istri(mu) , walaupun kamu sangat ingin berbuat demikian,karena itu janganlahkamu terlalu cenderung (kepada yang kamu cintai)sehingga kamu biarkan yanglain terkatung-katung. Dan jika kamu mengadakanperbaikan dan memeliharadiri (dari)kecurangan, maka sesungguhnya Allah Mahapengampun lagi MahaPenyayang"Pada ayat tsb., Allah mematahkan semangat orang yangingin berpoligami dengankalimat yang tidak mungkin kita lakukan .walantastatii'uu an ta'diluubainan nisa'i walau harastum ..kalau saya terjemahkanbebas ..dan kaliantidak akan pernah mampu untuk berlaku adil terhadapwanita walaupun kamusangat menginginkannya ..dalam ayat ini terdapatkalimat taukid (penguat)seperti pada kalimat wa lan tastati'u an ta'diluu.Didalam ilmu nahwu dijelaskan, bahwa kalimat mudhori'jika didahului olehkalimat taukid bermakna " tidak mungkin /tidak akanmungkin " seperti padakalimat tastati'u didahului oleh kata LAN dan sebelumta'dilu ada kataAn . dan dikuatkan oleh kalimat harastum ada katawalau ...semuanya itumenunjukkan taukid , artinya Allah sangat melaranguntuk melakukan poligamiakan tetapi tidak diharamkan .masih bersifat anjuran /penjelasan tentangsifat manusia yang tidak akan mungkin berlakudemikian, walaupun sangatingin berlaku adil ..sebab jika akan terusdilaksanakan maka Tuhansekali-kali tidak akan mau disalahkan .oleh sebabkonflik yang akan timbuldidalam berpoligami , terutama konflik bathin yangmerupakan sifat dasarwanita, yang tidak ingin terbagi kasih sayangnya.Sifat ayat diatas hampir sama dengan sindiran orangyang bercerai .perbuatan halal yang dibenci oleh Allah adalahbercerai .Namun demikian, saya tidak mengatakan bahwa poligamiitu dilarang agama ,tetapi merupakan suatu peringatan yang sangat tegas.dan peringatan itumengandung penjelasan watak manusia ..yang menyebabkankemungkinan akan timbulkonflik itu sangat besar. Untuk itu ,Allah mencegahdengan kata " kalian tidakakan pernah mampu berlaku adil"Akan tetapi dikarenakan manusia itu selalu mencarialasan kebolehan didalampemenuhan nafsu syahwatnya, .maka tidak jarang orangmengatakan inilahsunnah nabi padalah kalau kita berbicara keimanan ataskalimat dan anjuranTuhan Raja kita, saya kira lebih baik kita menurutisaja apa pendapat Allahyang Maha Agung dari pada beralasan, yang menipu dirisendiri denganberdalil syariat..Persoalan ini bukan haram atau tidak nya berpoligami,akan tetapi lebihkepada tuntutan terhadap keimanan dan kedalaman moralketuhanan atau Ihsan.dimana kita sudah tidak menggubris nasihat baikdari-Nya,..... kecualikalau sudah dianggap darurat ..misalnya , istrimengizinkan untuk menikahlagi karena sebab tertentu .atau karena alasanperjuangan, sakit, suamimemiliki libido yang tinggi dll.Hal inilah yang membedakan dengan ajaran katholik,yang melarang berpoligami!!Saya akan ambil perbandingan dengan surat Al Baqarah :282-283" Hai orang-orang yang beriman, apabila kamubermua'malah tidak secara tunaiuntuk waktu ditentukan , hendaklah kamu menuliskannya.dan hendaklah seorangpenulis diantara kamu menuliskannya dengan benar . danjanganlah penulisenggan menuliskanya sebagaimana Allah mengajarkannya,maka hendaklah iamenulis, dan hendaklah orang yang berhutang itumengimla'kan (apa yang akanditulis) ...Pada ayat ini terdapat kalimat perintah (amar) fak tub..maka tulislah !!pertanyaannya adalah , apakah orang yang tidakmenuliskan transaksi atauhutang piutang didalam berbisnis itu haram , karenamengabaikan kalimatperintah Allah ??? jawabannya , adalah tidak haram..akan tetapi jika kitamengabaikan perintah itu , sangat dimungkinkan untukberlaku curang, lupa,dan menimbulkan kekacauan manajemen perusahaan.yangpada akhirnyamengakibatkan keharaman juga .Sama hal dengan poligami ..jika kita nekat untukmelakukan poligami ..makatunggulah saatnya konflik-konflik akan terjadi danmengakibatkankeharaman .sehingga buruk akibatnya secara psikologis..baik hubungan suamiistri maupun kepada anak-anaknya..Dan mari kita lihat contoh atsar empat sahabat nabiyang menanggapi ayatdiatas (poligami) dengan rasa malu yang tinggi karenasudah dinyatakan"kalian tidak akan pernah mampu" , rupanya merekatidak ada yang beralasanmacam-macam untuk memenuhi nafsunya . .Berikutnya , mengenai mengawini wanita dua saudarasekaligus .dalam islamdiharamkan , karena itu terjadi pada jaman jahiliah,dan tidak pandang diaperawan atau pernah kawin.karena disitu tidakdisebutkan ..pendapat ini sayaambil dalam kitab tafsir sofwatut tafaasir , oleh AliAsh shabuni , Beirut.Didalam hadist riwayat Abu Hurairah.Diharamkan menikahi dua wanita bersaudara (kakakberadik)Menikahi anak haram ??Secara syariat Islam di bolehkan namun orang tualaki-laki digantikan olehwali hakim,Dari Aisyah telah berkata , Rasulullah Saw.telahbersabda : wanita manapunyang menikah tanpa izin walinya , maka nikahnya batal,maka jika sudahterlanjur ( sudah bersenggama) maka ia berhak atasmahar sebagai penghalal .dan jika berselisih dalam keturunan maka hakimlahsebagai wali bagi orangyang tidak mempunyai wali ..( Al hakim )&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Wassalam, Wr, Wb,&lt;br /&gt;#Abu Sangkan#&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4115985411416779827-6553369696395579251?l=kamalhanifmazaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kamalhanifmazaya.blogspot.com/feeds/6553369696395579251/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4115985411416779827&amp;postID=6553369696395579251' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4115985411416779827/posts/default/6553369696395579251'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4115985411416779827/posts/default/6553369696395579251'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kamalhanifmazaya.blogspot.com/2008/09/poligami-abu-sangkan-berbicara.html' title='POLIGAMI: Abu Sangkan berbicara'/><author><name>Dwindria Dini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18295441898622784580</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://3.bp.blogspot.com/-m-iDwN9fx6M/Td5a4DaOYRI/AAAAAAAAAIQ/sw3iXbfUpGU/s220/h%2B0799.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4115985411416779827.post-4533520213879108837</id><published>2008-09-20T17:47:00.000-07:00</published><updated>2008-09-20T17:56:24.562-07:00</updated><title type='text'>Cerita di sebuah Jumat: Yang tersisa dari kunjungan guru KB Mentari ke rumah Kamal;)</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_M43PeUrp_Xc/SNWbolC0vQI/AAAAAAAAABU/Lhe47dfRZSU/s1600-h/DSCN0149.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5248272062211210498" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_M43PeUrp_Xc/SNWbolC0vQI/AAAAAAAAABU/Lhe47dfRZSU/s320/DSCN0149.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Keutamaan hari Jumat sering dikisahkan dalam Hadist-hadist Nabi Muhammad SAW. Beberapa diantaranya adalah:&lt;br /&gt;Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a.: Aku pernah mendengar Rasulullah bersabda, “Kita umat Muslim adalah umat yang terakhir namun yang paling terkemuka pada hari kiamat meskipun umat-umat telah diberikan kitab sucu sebelum kita. Dan hari ini (Jumat) adalah hari mereka diwajibkan merayakannya dengan ibadah seperti khutbah dan sholat…..Umat Yahudi merayakan hari sucinya pada Sabtu dan Kristiani pada Minggu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diriwayatkan dari Thawus r.a.: Aku berkata pada Ibnu Abbas r.a.: Rasulullah pernah bersabda: Mandilah pada hari Jumat dan keramaslah (meski kau tidak dalam keadaan janabbah) dan pakailah wewangian.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada juga hadist yang membahas ‘saat-saat berlipat gandanya pahala pada hari Jumat’: diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a.: Rasulullah SAW membicarakan tentang hari Jumat dan berkata, “Ada saat pada hari Jumat seandainya seorang Muslim memperolehnya ketika mengerjakan sholat dan memohon sesuatu kepada Allah SWT, maka Allah mengabulkan permohonannya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, berkenaan dengan hari Jumat yang penuh berkah ini, tepatnya tanggal 19 September 2008, Kamal mengalami hari yang menyenangkan: kedatangan 3 guru kelas KB Mentari yang baik-baik, Bu Erna, Bu Nida dan Pak Wawan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rona bahagia sudah muncul tatkala melihat pak Wawan melongokkan kepalanya dari luar pagar tepat pukul 10.00 pagi. Kamal berlari-lari kecil menyambut guru kesayangannya yang satu ini. Buku pesawat yang dari tadi dipegangnya langsung diulurkan ke luar pagar, ke tangan pak Wawan. Entah apa maksudnya. Mungkin karena terlalu girang atau antusias, ibu juga kurang paham.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untunglah pak Wawan sangat pengertian: “Wah buku apa ini. Bagus ya. Nanti kita baca sama-sama di dalam ya.” Katanya penuh hangat. Walaupun saat itu tidak dalam keadaan sehat, Pak Wawan tetap ceria menyenangkan Kamal. Baik sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga guru Kamal lalu masuk dan menolak untuk duduk di sofa. Kata mereka duduk di lantai lebih nyaman. Dari sini, Kamal sudah mulai bergerak kesana kemari seperti gasing. Ditampakkannya semua ekspresi senang dalam hatinya hingga tidak ada lagi yang tersisa. Hingga di dua tahun umurnya ini, tidak pernah Ibu melihatnya seperti di Jumat ini. Subhanallah, tingkahnya seperti gabungan antara berceloteh, lompat, lari, tertawa, senyum, bernyanyi, membaca buku, memamerkan barang-barang, yang semuanya dilakukan pada satu tarikan nafas di satu waktu. Bisa membayangkan hebohnya? :)))&lt;br /&gt;Sungguh hari Jumat yang membahagiakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sempat berbincang-bincang dengan Bu Nida, Ibu menjadi tambah sayang dengan guru-guru Jabalussalam, manakala mendengar cerita beliau tentang DASQ. Ternyata selain mendidik anak-anak di sekolah, mereka juga punya semacam Event Organizer yang bergerak di bidang social kependidikan. Kegiatan DASQ bulan Ramadhan ini adalah mengajar di pesantren-pesantren kilat. Masya Allah, benar-benar sekumpulan umat yang efektif. Umat yang bermanfaat!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya tiba saatnya memberikan “kabar duka” untuk Kamal. Tepat pukul 10.55 atau pukul sebelas kurang lima menit, ketiga guru sudah mulai memakai tas masing-masing. Sedangkan Kamal masih belum menyadari bahwa guru-gurunya akan pamit pulang. Kamal masih sibuk membacakan satu persatu buku-bukunya dan berlari-lari keliling rumah. Ketika akhirnya berhasil Ibu tangkap, Ibu tangkap ke dalam matanya dan ibu beritakan bahwa sudah waktunya Bu Nida, Bu Erna dan Pak Wawan pulang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seketika cahaya kegembiraannya meredup. Malah sempat berlari ke dalam kamar, menolak untuk dipamiti. Mungkin patah hati, “mengapa mereka tidak tinggal di sini saja di rumah Kamal, mengapa mesti pulang? Kamal kan senang kalau mereka di sini..?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Singkat cerita, Kamal berhasil dipaksa tersenyum oleh tiga guru yang lihai-lihai ini. Sebelum keluar pintu utama rumah, Kamal menghadiahi guru-gurunya dengan pelukan hangat dan sayang nan tulus (so sweet and so spontaneous!!). Subhanallah. Seperti gabungan ungkapan ‘sayang’ dan ucapan ‘terima kasih sudah main ke rumah Kamal yaaa…’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terima kasih Bu Nida, Bu Erna dan Pak Wawan. Sudah menghadiahi satu hari Jumat yang indah buat Kamal.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4115985411416779827-4533520213879108837?l=kamalhanifmazaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kamalhanifmazaya.blogspot.com/feeds/4533520213879108837/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4115985411416779827&amp;postID=4533520213879108837' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4115985411416779827/posts/default/4533520213879108837'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4115985411416779827/posts/default/4533520213879108837'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kamalhanifmazaya.blogspot.com/2008/09/cerita-di-sebuah-jumat.html' title='Cerita di sebuah Jumat: Yang tersisa dari kunjungan guru KB Mentari ke rumah Kamal;)'/><author><name>Dwindria Dini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18295441898622784580</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://3.bp.blogspot.com/-m-iDwN9fx6M/Td5a4DaOYRI/AAAAAAAAAIQ/sw3iXbfUpGU/s220/h%2B0799.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_M43PeUrp_Xc/SNWbolC0vQI/AAAAAAAAABU/Lhe47dfRZSU/s72-c/DSCN0149.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4115985411416779827.post-8037326945710678573</id><published>2008-09-12T09:42:00.000-07:00</published><updated>2008-09-12T10:04:43.062-07:00</updated><title type='text'>Jabalussalam goes to Panti Jompo</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_M43PeUrp_Xc/SMqhEV0si7I/AAAAAAAAABA/IdRWH9z5YsQ/s1600-h/jompo.bmp"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5245181811976080306" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; CURSOR: hand" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_M43PeUrp_Xc/SMqhEV0si7I/AAAAAAAAABA/IdRWH9z5YsQ/s320/jompo.bmp" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_M43PeUrp_Xc/SMqf3wImYgI/AAAAAAAAAA4/6QJ-35M2GNU/s1600-h/kakek.bmp"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_M43PeUrp_Xc/SMqdSZuqE3I/AAAAAAAAAAw/3I6Rp8Qt8sQ/s1600-h/jompo.bmp"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;Tidak seperti biasanya tanggal 12 September 2008 pukul 08.00 pagi, suasana di depan TK Alam Jabalussalam ramai sekali. Di jalanan, mobil-mobil berbaris rapi. Para Bunda dan satu dua orang Ayah terlihat hilir mudik. Sejumlah Greenbag berisi bingkisan dipindahkan dari mobil ke halaman samping mesjid, satu dua orang Ayah terlihat sigap membantu. Belum lagi aktivitas di dalam sekolah. Teman-teman kecil dari TK A dan B sudah duduk bersila dalam barisan yang rapi. Suara mereka riuh rendah. Beberapa orang guru tampak sibuk mengatur, menenangkan, sembari mengabsen. Suara mereka terlihat berjuang melawan suara teman-teman kecil yang ribut. Ada apa gerangan? Ternyata hari ini, teman-teman dari TK A dan TK B akan berkunjung ke Panti Jompo. Kunjungan mereka ini akan disertai oleh para Bunda dan Yanda Guru dan para orang-tua masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tepat pukul 08.30, teman-teman kecil dengan wajah secerah mentari, dalam barisan kereta api yang didampingi Yanda Bunda guru, berbaris keluar dari sekolah. Mereka mengisi mobil-mobil yang sudah tersedia. Tidak lupa Ayah, Bunda juga turut serta. Sebagian Bunda menjadi sukarelawan “supir” dadakan. Alhamdulillah, mobil yang tersedia mampu menampung teman-teman TK yang jumlahnya sekitar 70 orang, 6 orang guru dan 22 orang tua murid. Setelah yakin semua siap, perlahan mobil-mobil bergerak berkonvoi menuju tujuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pukul 09.00 rombongan tiba di Panti Jompo Tresna Werdha Bakti Abadi. Di sana mereka diarahkan untuk berkumpul di Langgar Ar Rahmah dan mendapatkan briefing dari Bunda dan Yanda guru. Tak lupa mereka berdoa demi kelancaran acara. Setelah pemberian pengarahan selesai, teman-teman berbaris di depan langgar, bersiap-siap untuk kunjungan. Agar kunjungan teratur dan efektif, barisan dibagi menjadi dua. Menginjak pukul 09.50 teman-teman TK A dan B bergantian masuk ke dalam ruangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bingkisan-bingkisan sederhana disiapkan dan dibagikan langsung oleh perwakilan teman dari TK A dan B. Bingkisan itu antara lain berisi penganan kecil dan peralatan mandi. Beberapa teman-teman tampak santun bertanya kepada para nenek dan kakek di bawah bimbingan Bunda Yanda guru. Guru-guru juga tampak menyapa hangat dan menyalami mereka satu persatu. Terdapat sekitar 12 nenek dan 6 orang kakek di Panti Jompo yang berdiri tahun 1989 tersebut. Mereka antara lain sampai di Panti dengan berbagai jalan. Ada yang langsung diserahkan oleh keluarga, ada yang diserahkan oleh Pamong Praja dan ada juga yang diantarkan oleh para warga karena terlihat tersesat di jalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suasana kunjungan berlangsung singkat tapi meninggalkan kesan mendalam untuk teman-teman kecil Jabalussalam. Beberapa penghuni Panti bahkan menitikkan airmata haru. Dari mulut mereka terlontar ucapan terima kasih karena telah dikunjungi. Ketika jam menunjukkan pukul 10.10 kunjungan berakhir. Ketika teman-teman TK berkumpul kembali di Langgar Ar Rahmah, Yanda Amir memberikan pencerahan mengenai esensi dari kunjungan ke Panti Jompo ini. Beliau menanamkan kewajiban untuk menghormati dan menyayangi orang yang telah lanjut usia, seperti nenek dan kakek yang baru mereka lihat. Teman-teman juga disentuh hatinya untuk lebih berempati dan menyelami perasaan penghuni Panti. Teman-teman mungil tampak menyimak dengan tekun. Sesekali menjawab pertanyaan Yanda Amir dengan semangat.&lt;br /&gt;“Kalau sama orang tua harus apa temen-temen?”&lt;br /&gt;“Harus sayaaaaaannnnnggg!”&lt;br /&gt;“Boleh nggak kita pukul-pukul orang tua kita? Kakek dan nenek kita??”&lt;br /&gt;“Nggak boleeeehhh!”&lt;br /&gt;“Trus nggak boleh apa lagi??”&lt;br /&gt;“Dorong-dorong...”&lt;br /&gt;“Marah-marah...”&lt;br /&gt;“Iya, jadi dengan orang tua kita harus saaayyyaaang...harus hooormat.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tepat pukul 10.25 acara lawatan ditutup dengan berdoa bersama. Alhamdulillah acara kunjungan hari ini berjalan lancar sesuai harapan. Semoga apa yang telah dilewati teman-teman kecil Jabalussalam hari ini menjadi rekaman yang tak hilang oleh waktu dan mampu mengingatkan mereka akan fitrah manusia yang harus selalu saling sayang dan hormat kepada yang lebih tua, hingga dewasa nanti.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4115985411416779827-8037326945710678573?l=kamalhanifmazaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kamalhanifmazaya.blogspot.com/feeds/8037326945710678573/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4115985411416779827&amp;postID=8037326945710678573' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4115985411416779827/posts/default/8037326945710678573'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4115985411416779827/posts/default/8037326945710678573'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kamalhanifmazaya.blogspot.com/2008/09/jabalussalam-goes-to-panti-jompo.html' title='Jabalussalam goes to Panti Jompo'/><author><name>Dwindria Dini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18295441898622784580</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://3.bp.blogspot.com/-m-iDwN9fx6M/Td5a4DaOYRI/AAAAAAAAAIQ/sw3iXbfUpGU/s220/h%2B0799.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_M43PeUrp_Xc/SMqhEV0si7I/AAAAAAAAABA/IdRWH9z5YsQ/s72-c/jompo.bmp' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
